Tuesday, May 29, 2018

Tapak Tilas Ramadhan Yang Tak Membekas


Oleh : Ummu Azizah Fisikawati


Kini ramadhan kian berlalu. Dimana kaum muslim berlomba-lomba meraih pahala yang berlipat ganda. 


Aktivitas yang sering dilakukan di bulan ramadhan yakni shaum sudah pasti, menambah amalan sunah, pesantren kilat, tadarus, sodakoh, zakat, kiyamullail, meraih keistimewaan malam lailatul qhodar dan masih banyak lagi amalan-amalan lainnya.


Semoga ramadhan tahun ini bisa membekas dalam diri kita, setiap amalan yang dilakukan selama bulan ramadhan menjadi habits atau kebiasaan disebelas bulan berikutnya. Menjadikan keimanan yang produktif, memelihara diri kita dari kemaksiatan kepada Allah SWT.


Aktivitas ramadhan yang tak hanya sekedar melaksanakan shaum, fokus berbelanja berburu pakaian dan barang-barang lainnya, jalan-jalan menjelang sore menunggu adzan magrib tiba, disibukan dengan hal hal yang mubah, menumpuk makanan menjelang hari raya.  


Siapapun yang melaksanakan shaum  dengan iman dan berharap dari Allah SWT akan terlindung dari perbuatan maksiat. Sebab, shaum akan melemahkan syawat manusia. Sebagaimana tujuan shaum yakni menjadi orang yang bertakwa akan terwujud. Seorang yang bertakwa senantiasa akan menjalankan perintah dan menjauhi segala larangNya.


Dalam Islam tidak mengenal sekularisme, memisahkan agama dari kehidupan, sehingga aturan Islam bukan hanya sebatas ritual semata. Ummat Islam justru menerapkan aturan Islam dalam aspek kehidupan baik politik, sosial, pendidikan, hukum, kenegaraan dan lain lain.


Islam tak hanya sebatas ibadah ritual semata sehinga aktivitas keseharian pun harus terikat dengan aturan Islam. Di bulan suci ramadhan ini tak hanya perintah shaum saja yang wajib dilaksanakan, tidak hanya melaksanakan kewajiban yang satu dan meninggalkan kewajiban yang lain. Misalnya, masih banyak kaum muslim yang menunaikan ibadah shaum namun meninggalkan ibadah sholat yang wajib, begitupun halnya menutup aurat, masih ada muslimah yang menunaikan ibadah sholat sunah tarawih namun tak menutup aurat ketika sudah selesai melaksanakannya.


Di waktu sholat menggenakan mukena setelah selesai terbukalah auratnya. Melaksanakan shaum namun masih melakukan aktivitas pacaran dan aktivitas maksiat lainnya serta masih banyak lagi aturan Islam yang terlalaikan. Kebiasaan mengghibahpun tak tertinggal. Riba yang sudah jelas keharamannya masih dilaksanakan. Kemaksiatan inilah yang senantiasa membatalkan pahala shaum.


Inilah dampak dari aqidah sekuler sehingga masyarakat muslim tipis keimanan. Seolah olah keberadaan Allah SWT hanya di tempat ibadah saja. 


Maksiat akan dianggap sepele di dunia sekuler dan dijadikan sebagai tradisi. Padahal seandainya kita tahu dan mau tahu, sejatinya  itu merupakan perkara besar didalam Islam. Akibat salah kelola, karena menggunakan sistem Kapitalis sekuler. Sebenarnya, kalau menggunakan tatakelola syariah Islam tidak akan terjadi.


Kini Islam malah dimusuhi, padahal Islam adalah solusi real untuk negeri ini, harusnya Kita bertakwa. Bagi sebagian orang puasa ramadhan kali ini bukanlah yang pertama, bisa jadi ramadhan kali ini bagi mereka adalah puasa yang kesekian puluh kalinya. Senantiasa menjalankan ketaatan. Takut untuk melakukan perkara-perkara yang telah  diharamkan dan senantiasa berupaya menjalankan semua kewajiban yang Allah SWT bebankan.


Menjadikan ramadhan bukan hanya sekedar aktivitas rutinitas yang dilasanakan hanya setahun sekali yang tapak tilasnya tak membekas di sebelas bulan berikutnya. 


Sebagaimana ramadhan bulan al-Qur'an, ketika al-Qur'an dibaca, dihayati, diyakini dan diterapkan dalam kehidupan yang telah membangkitkan umat manusia. Umat Islam menjadi adidaya memimpin dunia, karena al-Qur'an diterapkan secara kaffah dalam kehidupan.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!