Sunday, May 27, 2018

Rekomendasi 200 Penceramah Jadi Polemik


Oleh : Sera Alfi Hayunda

Mahasiswi IAIN Ponorogo


“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan,  permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” terang Menag di Jakarta, Jumat (18/05).


Menurut Menag, pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama muballigh. Tidak sembarang muballigh, tapi hanya yang memenuhi tiga kriteria, yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.(kemenag.go.id)


Itulah pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Ketika merilis nama 200 ulama yang direkomendasikan oleh Kemenag. Akan tetapi Ustad idola umat banyak yang tidak masuk daftar tersebut, seperti Ustaz Abdul Somad, Habib Riziq Shihab, Ustad Adi Hidayat, Ustad Felix Y Siauw, Ustad Tenku Zulkarnain dlln tak termasuk ke dalam daftar tersebut. Entah apa alasannya, tapi kelihatanya hal itu dikarenakan Ustad tersebut tidak termasuk kriteria yang diajukan Kemenag.


Ini tentu akan membingungkan masyarakat awam. Seperti yang kita ketahui setelah aksi 212 suara umat termasuk ulama terpecah menjadi 2 kubu. Kubu pro dan kontra Penista Agama. Sehingga daftar ulama ini akan memperuncing perpecahan di tengah-tengah umat. Ini sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Umat akan semakin gampang dikoyak.


Jangan sampai hal buruk  yang membuat terkoyak ini terulang kembali. Karena ketika kita terpecah belah bukan hal baik yang akan kita dapat, sebab bukan rahasia lagi jika umat sudah terkoyak maka musuh-musuh Islam akan semakin mudah mengadu domba dan menghancurkan Umat Islam ini. 


Padahal dahulu pada zaman Nabi dan setelahnyapun tidak pernah terjadi satu kalipun penggolongan-penggolongan ustad atau melihat ustad dengan kriteria yang dibuat manusia. Semua ustad atau muballig pada zaman dahulu dilihat dari apa yang di sampaikannya.


\

Sebagaimana termaktub dalam Alquran surat Al a'araf ayat 158.


قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ


Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".


Seruan yang dibawapun ialah seruan Islam. Tak ada perbedaan. Ajarannya dimulai dari aqidah, syariah hingga muamalah yang di dalamnya terdapat Khilafah yang telah dipraktekan oleh para khulafar Rasyidin hingga khilafah-khilafah seterusnya hingga tahun 1924.


Untuk menerapkan Islam secara Kaffah. Jadi tak ada pembeda ulama yang satu dengan yang lainnya. Mereka ada untuk melanjutkan apa yang telah diemban oleh para nabi. Menyampaikan Risalah Islam hingga penjuru dunia.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!