Wednesday, May 30, 2018

Ramadhan, Sarana Bersihkan Diri Dari Racun Hati



Oleh : Lilik Yani-Praktisi Pendidikan


Bersemainya hidayah dalam hati merupakan dasar dari segala hidayah dan inti dari semua perbuatan.


"Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik. Dan apabila ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak pula. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati."


Hati seorang mukmin 


Hati seorang mukmin akan tumbuh subur  dalam kecintaan kepada Allah. Ia selalu tunduk taat kepada Allah atas semua aturanNya tanpa menunda atau membantah.


Hati seorang mukmin terdapat cahaya yang berkilau, tidak meninggalkan kegelapan. Karena selalu dalam bimbingan Allah.


"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah membimbing kepada cahayaNya, siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (An Nur : 35)


Hati seorang mukmin akan memancarkan cahaya bagaikan matahari. Hati seorang mukmin kian kokoh keimanan yang tertanam di dalamnya, dengan mendengarkan ayat-ayat Allah, bertambah keyakinanya dengan tafakur, dan semakin bertambah hidayahnya dengan mengambil hikmah atas setiap peristiwa.


Hati Yang Sakit atau Rusak 


Hati yang di dalamnya terdapat virus atau racun yang bisa mematikan.


"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (TQS Al Baqarah : 10).


Hati yang tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Hati yang membantah jika diseru ke jalan Allah. Hati yang keras dan menolak kebenaran.


Macam-macam racun hati dan solusi mengatasinya 


Adapun yang termasuk racun hati adalah kelebihan makanan, banyak bicara, banyak tidur, mengumbar pandangan.


Makanan adalah bahan bakar syahwat. Perut yang penuh terisi makanan akan mengakibatkan tubuh malas menjalankan ibadah.


Maka dari itu, Rasulullah saw mengajarkan kepada kita tentang fikih makanan.

" Anak Adam tidak mengisi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap yang bisa menegakkan punggungnya. Walaupun demikian, ia harus makan lebih banyak dari itu, maka sepertiga bagian perut adalah untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas." (HR Ibnu Majah).


Maka dari itu dengan berpuasa Ramadhan kita bisa mengendalikan nafsu untuk mengatur konsumsi makanan. Walau siang berpuasa, tidak berarti malamnya bisa balas dendam dengan makan sebanyak-banyaknya.


Kita harus mengurangi porsi makanan, sebagaimana firman Allah swt : 

"Makanlah diantara rezeki yang baik, yang telah Kami berikan kepadamu. Dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaanKu. Maka sesungguhnya binasalah dia. (TQS Thoha : 81)


Dengan mengendalikan nafsu makan, maka kita memiliki energi untuk beribadah dengan maksimal. Apalagi bulan Ramadhan ini Allah menyiapkan banyak pahala untuk hambaNya yang taat.


Kurangi Obrolan Yang Tidak Manfaat 


"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau ia diam."


Setiap kata yang keluar dari lisan kita, tidak terlepas dari dua hal yaitu mendatangkan pahala atau menimpakan hukuman.


"Tidak ada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (TQS Qaf : 18).


Banyak bicara dapat mendorong pada banyak kesalahan. Maka dengan puasa Ramadhan, kita puasakan mulut kita dari bicara yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tanpa tujuan, apalagi sampai bergunjing, ghibah atau adu domba. Hingga menambah dosa.


Jadi mulutpun harus berpuasa, mengendalikan diri dari banyak bicara karena merupakan racun hati. 


 Jangan Terlalu Banyak Tidur 


Tidur adalah nikmat Allah atas hamba-hambaNya. Tapi jika berlebihan bisa merusak hati.


Walau tidurnya orang berpuasa bernilai ibadah. Tetapi kalau kita banyak tidur, kapan akan menjalankan ibadah Ramadhan seperti tadarus Al Qur'an, tholabul ilmi untuk menambah tsaqofah Islam, menyiapkan makanan buat takjil atau keluarga yang berpuasa, dll aktivitas yang berbuah pahala banyak.


Untuk meraih syurga perlu upaya dan perjuangan yang berat. Maka pada saat jiwa mengajak tidur atau malas beribadah, pejamkan kedua mata dan bayangkan syurga, katakan dalam hati. "Wahai jiwa,relakah kamu bila kehilangan syurga? Akankah kamu tidur nyenyak, sementara teman-teman kita sedang berjuang menuju syurga?


Tidakkah kalian tahu, bahwa temanmu sedang tilawah al Qur'an atau sholat malam sekarang?


Miliki teman yang ikhlas dan memiliki tekad tinggi. Dengan begitu kita bisa saling berlomba dalam beribadah. Berlomba siapa dulu yang mengkhatamkan al Qur'an, berlomba menjalankan qiyamul lail, dengan cara satu sama lain saling membangunkan.


...." Dan untuk yang demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba." ( TQS Muthafiffin : 26).


Tundukkan Pandangan Mata 


"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya.. (TQS An Nuur : 30)


"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya...(TQS An Nuur : 31).


Memandang wanita yang tidak menutup aurat, bisa memecahkan ketetapan hati dan memporak porandakan bangunannya, sebab pandangan itu adalah racun baginya. 


Dengan kita berpuasa maka akan mengendalikan mata dari pandangan-pandangan yang berakibat dosa. Termasuk harus menundukkan pandangan dari perhiasan dunia yang melalaikan dan melenakan.


"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu pada  apa yang telah Kami berikan kepada golongan mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabb kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (TQS thaha : 131 ).


Jadi kita harus puasakan mata dari melihat hal-hal yang berbau maksiat. Sibukkan diri dengan amal ibadah Ramadhan dengan penuh ketaatan kepada Allah. Dan sibukkan mata dengan membaca al Qur'an. Niscaya kedua mata kita akan terjaga. 


Baiklah saudaraku, mari kita upayakan sungguh-sungguh untuk menjalankan ibadah Ramadhan, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah. 


Dengan terus menjaga keimanan kita, semoga racun hati yang akan masuk ke tubuh kita bisa dihadang, sehingga yang tersisa adalah hati bersih dan hati yang sehat yang bisa memahami ayat-ayat Allah. Hati yang semangat jika diajak beribadah. Dan hati yang bisa jadi sarana masuknya hidayah Allah. Aamiin.


#RamadhanBulanBerkah

#RamadhanBulanPerjuangan

#RamadhanMomentumTaat

#KisahSeputarRamadhanHari12

#YukBersihkanHati


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!