Wednesday, May 30, 2018

Ramadhan Dan Dilema Persiapan Lebaran


Oleh : Vivin Indriani (Member Komunitas Revowriter)


Ramadhan semakin mendekati ujung. Dahulu kala semakin menipis umur bulan, maka semakin bersungguh-sungguh Rasulullah dan para sahabat mengejar kenikmatan ibadah di sisa-sisa Ramadhan. Bahkan Rasulullah adalah orang dengan aktivitas ibadah berlipat-lipat kali para sahabat, meski semua orang tahu beliau saw adalah seorang maksum, bebas dari dosa.


Imam al-Bukhari dan Muslim mengeluarkan hadits dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu nahuma, dia berkata:


كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيْلُ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ الْمُرْسَلَةِ.


“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan. Dan beliau lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan pada saat Jibril menemuinya. Maka pada saat Jibril menemuinya, ketika itulah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dalam kebaikan dari pada angin yang berhembus.”(HR. Bukhari Muslim)


Dahulu mungkin tidak ada mall, pameran, atau pasar rakyat saat Ramadhan. Yang di satu sisi menambah semarak bulan Ramadhan, namun juga disisi lain memunculkan kegemaran baru masyarakat -yaitu berbelanja dan jalan-jalan- di waktu-waktu dimana ibadah seharusnya lebih digencarkan. 


Masyarakat kita seolah sudah tereuforia setiap jelang hari raya. Disaat gaji dan Tunjangan Hari Raya telah cair, inilah saatnya berbelanja. Tidak hanya baju lebaran dan makanan suguhan khas lebaran. Oleh-oleh persiapan mudik ke kampung halaman pun menyita waktu dan perhatian. Tak jarang masjid dan mushola mulai mengalami kemajuan. Maju kian ke depan barisan shaf dalam jamaah sholatnya.


Marilah kita mengingat kembali sabda Nabi saw. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi motivasi (kepada para Sahabat) untuk mendirikan qiyaam Ramadhaan (shalat malam Ramadhan) tanpa menyuruh mereka dengan paksaan. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.


‘Barangsiapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (. Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya (I/523) kitab Shalaatil Musaafiriin).


Didalam riwayat lain seputar keutamaan ibadah di bulan Ramadhan juga digambarkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ


”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.]


Sungguh sangat disayangkan jikalau pahala berlipat-lipat yang bisa kita dapatkan di bulan ini berlalu begitu saja. Akan semakin banyak terbuang detik demi detik yang berharga di bulan ini, yang disebutkan oleh para ulama sebagai tiap hembusan nafas adalah tasbih dan dzikir kepada Allah SWT.


Memang tidak bisa kita pungkiri ada beberapa keperluan di akhir bulan Ramadhan nanti yang harus dipersiapkan. Namun kita bisa mengatur waktunya sedemikian rupa tanpa meninggalkan ibadah-ibadah sunnah lainnya yang bernilai pahala berlimpah. 


Kita berharap agar bulan ini mampu menghantarkan kita kepada ampunan dan maghfiroh Allah SWT, sekaligus menjadi tabungan amal pahala kita di yaumil akhir kelak. Memperbanyak amalan positiv dan mempersingkat sedemikian rupa amalan mubah lainnya, maka akan kita raih suasana Ramadhan yang membaguskan sisi spiritual dan religiusitas kita hingga Ramadhan berakhir.


Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhu berkata dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:


إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ.”


“Sesungguhnya di Surga itu ada sebuah pintu yang disebut ar-Rayyaan. Pada hari Kiamat nanti orang-orang yang suka berpuasa akan masuk Surga lewat pintu itu. Tidak ada seorang pun selain mereka yang diperkenankan (untuk masuk Surga) lewat pintu itu.” [ Shahih al-Bukhari (II/226) Kitaabush Shaum bab ar-Rayyaan lish Shaaimiin dan Shahih Muslim (II/808) Kitaabush Shiyaa-mi bab Fadhlish Shiyaam ]


Semoga kita bisa lulus dengan baik di ujian akhir Ramadhan kali ini. Wallahu 'alam bish showab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!