Monday, May 28, 2018

Ramadhan, Bukti Allah Cinta


Oleh : Lilik Yani - Praktisi Pendidikan


Allah menciptakan kita tidak ada tujuan lain kecuali hanyalah untuk beribadah atau mengabdi kepada-Nya.

"Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu." (TQS Adz Dzariyat : 56 )


Menjadi Hamba yang Taat 


Dalam hal ini posisi kita sebagai hamba, yang harus tunduk taat kepada semua aturan Allah. Ibaratnya disuruh apapun kita harus menurut dan mentaatinya.

"Kami mendengar dan kami taat, ya Allah."  Dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Dalam hal ini, Allah tidak pernah menganiaya hamba-Nya. Jadi aturan Allah yang berupa perintah dan larangan itu sudah terukur, agar semua hambaNya bisa menjalankannya.


Bukti Allah Cinta Hamba-Nya  


Dalam sehari semalam Allah memanggil hamba-Nya sebanyak 5 kali. Melalui suara merdu muadzin yang mengumandangkan Adzan di setiap masuk waktu sholat wajib.

Ibarat orang jatuh cinta maka inginnya bisa sering bertemu. Hingga Allah memanggil hambaNya berkali-kali.

Apakah hamba yang dicinta tersebut langsung hadir menyambut seruan itu?

Sungguh, hanya hamba yang beriman yang merespon, dengan segera bergegas menuju masjid atau mushola terdekat.

Sementara kebanyakan, justru balik memerintah Allah untuk menunggu. Sebentar ya Allah, pekerjaanku belum selesai. Acara televisi masih seru, sayang kalau ditinggalkan. Ini masih ada kuliah, sungkan dosen kalau harus meninggalkan kelas. Dan sejumlah alasan lain yang menjadi dalih menunda sholat.


Saat Malam Hari, Signal Lancar 


Jika siang hari kita banyak beraktifitas. Dan signal kurang bagus karena banyak hamba yang komunikasi, hingga terkadang jaringan trouble.


Maka Allah yang mencintai hambaNya. Memberi kesempatan untuk datang kepadaNya pada malam hari.


"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat terpuji." ( TQS Al Isro : 79


Allah memberi kesempatan kepada hambaNya untuk menambah pahala. Karena siangnya mereka sibuk mencari nafkah, maka Allah menawarkan berjumpa dengan hamba yang dicintai pada sebagian malam hari.


Suasana malam yang hening, sehingga signal lancar, memungkinkan untuk interaksi lebih mesra. Apalagi tidak banyak gangguan, sehingga bisa fokus untuk curhat mengungkapkan isi hati dan seluruh permasalahannya.


Hari Jum'at Penuh Berkah 


Bukti Allah cinta hambaNya dengan memberikan banyak kebaikan di hari Jum'at. Bisa dikatakan kalau Jum'at  sebagai hari raya bagi umat muslim.


Ada penawaran ibadah dengan pahala berlipat karena ada amalan-amalan andalan. 

*membaca Surat Al Kahfi akan terlindungi dari tipu daya dajjal.

*sholat Jum'at bagi para lelaki, sebagai ibadah wajib yang ditekankan. Karena jika tidak menjalankan sholat Jumat 3 kali akan dikategorikan sebagai orang munafik.

*memperbanyak membaca salawat Nabi, agar mendapat syafaat di akherat kelak.

*memperbanyak infak yang akan menjadi harta sesungguhnya.

*memperbanyak doa, karena merupakan waktu mustajabah.

Dan masih banyak lagi amalan di hari Jum'at, sebagai bukti Allah serius mencintai hambaNya.


Ramadhan Bukti Allah Serius Cinta 


Betapa Allah serius cinta kepada hambaNya. Ketika ibadah harian banyak diabaikan karena kesibukan mencari nafkah.

Ketika penawaran ibadah malam hari tidak dihiraukan karena rasa kantuk yang tidak bisa ditahan, akibat energi terfosir kerja siang hari.

Kemudian penawaran banyak amalan andalan dengan pahala bagus di hari Jum'at. Tapi masih banyak yang belum serius merespon. Karena lagi-lagi alasan materi yang lebih menarik perhatian.

Maka Allah hadirkan bulan Ramadhan. Bulan penuh rahmat, berkah, maghfiroh. Bulan awal turunnya Al Qur'an ( pedoman hidup). Bulan dibebaskan dari api neraka.

Dalam bulan Ramadhan ada banyak amalan dengan pahala berlipat ganda. Amalan sunnah pahala seperti wajib. Ibadah wajib, pahala dilipatgandakan hingga 700 kali. Bahkan untuk ibadah puasa, pahala dari Allah langsung.

Allah obral pahala bagi hamba yang memenuhi seruan-Nya. Ini bukti Allah serius mencintai hambaNya. Allah hanya menginginkan yang terbaik buat hambaNya agar selamat dunia akherat. Allah tidak menganiaya hambaNya sediikitpun.

Allah ingin semua hambaNya selamat dan bisa masuk syurga. Maka dengan hadiah Ramadhan diharapkan semua umat kembali

fitrah sebagaimana bayi yang masih baru lahir.


 Apakah semua umat merespon seruan Allah 


Ternyata tidak semua orang merespon seruan Allah. Jadi walau Allah sudah obral pahala, tapi masih banyak orang 9yang tidak hadir.

Karena yang diseru Allah hanyalah orang yang ada iman di dadanya.

"Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian. Agar kalian bertaqwa." ( TQS Al Baqarah : 183)

Maka tidak heran, jika masih banyak yang tidak hadir memenuhi seruan. Terbukti, shof sholat taraweh makin hari makin maju, tinggal beberapa baris saja. Karena mereka memilih memenuhi seruan obral baju lebaran.


Malam Seribu Bulan di 10 hari akhir Ramadhan


Di sepuluh hari alhir Ramadhan, yang ramai pindah ke mall atau pasar. Padahal Allah memberikan hadiah puncak yang diperebutkan oleh orang-orang beriman dengan menunggunya di masjid. Mereka menunggu datangnya Lailatul Qadr. Malam yang kebaikannya lebih dari seribu bulan.


Dengan menjalankan ibadah semakin kencang. Baik sholat, dzikir, tilawah Al Qur'an, zakat dan sedekah, dan amalan tambahan lain yang bisa mendatangkan Ridlo Allah.


Yach, lailatul qadr ibarat gong nya Ramadhan. Kebaiknya lebih baik dari seribu bulan. Ini bukti seriusnya Allah mencintai hambaNya. Hanya orang-orang special keimanannya yang rela berjaga sepanjang malam demi meraih lailatul qadr.


Saudaraku, betapa Allah sangat mencintai hambaNya. Betapa Allah sangat serius kepada hamba-Nya. Dengan adanya banyak penawaran tadi, karena Allah ingin agar hambanya selamat dan  bisa masuk syurga meraih Ridlo Allah.


Semoga kita menjadi bagian dari hamba yang memenuhi seruan Allah. Dan termasuk hamba yang mendapat Ridlo Allah dan meraih jannahNya. Aamiin.


#RamadhanBulanBerkah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!