Thursday, May 31, 2018

Puasa Lebih Berkah Dengan Hidangan Kurma


Oleh: Khoir Syahidah, S.Psi (Alumnus IAIN Sunan Ampel Sby)


Ramadhan adalah bulan istimewa bagi setiap muslim. Tentunya, kebahagian menyelimuti diri menyambut dan mengisinya selama Ramadhan. Masalah hidangan tidak bisa dianggap remeh, hidangan penuh gizi dibutuhkan  untuk tubuh selama berpuasa agar tetap bersemangat dan berenergi walaupun padatnya kegiatan dari kegiatan keluarga, berbisnis hingga dakwah. Wajib kita tahu menu dengan  asupan gizi  terbaik yang satu ini untuk berbuka dan sahur. Buah ini adalah  Kurma ( tamr), jika diperhatikan komposisi kurma sangat lengkap paling ideal sebagai hidangan berbuka dan sahur, kandungan gizi antaranya:


 1. Sumber Energi (glukosa dan fruktosa). Sehingga kurma yang kita makan ( hidangan sahur dan berbuka)bisa mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa.  


2. Sumber Serat. Kurma sebagai sumber serat pangan yang baik. Serat ini akan menghindarkan dari kekurangan serat misalnya: sembelit  atau kanker usus


3. Sumber Mineral. Kurma mengandung mineral-mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh (kalium, kalsium, besi, magnesium, mangan, tembaga dan fosfor). Mineral secara umum yaitu membuat denyut jantung makin teratur.


4. Sumber Vitamin. Ada vitamin A untuk kesehatan mata, Vitamin B berfungsi menenangkan sistem syaraf dan untuk relaksasi jantung serta membuat pikiran menjadi lebih riang (tiamin (Vit B1), riboflavin (Vit B2), niasin (Vit B3), dan asam pantotenat (Vit B5)), dan juga vitamin C serta vitamin E untuk mencegah sariawan, gusi berdarah serta kesehatan kulit manusia.


5. Sumber Fitokimia/salisilat alami. Salisilat itu  bahan baku  obat pengurang /penghilang rasa sakit serta menurunkan demam.


Ketika muslim berpuasa, sangat dianjurkan mengkonsumsinya untuk berbuka dan sahur selain rasanya enak, manis kandungan gizi terbaik ada di dalamnya. Maka tidak salah jika selama berpuasa, muslim dianjurkan untuk mengkonsumsinya. Sebagaimana  Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa " Nabi Saw biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air".


Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma" (HR. Abu Daud).


Selain itu kurma sebagai hidangan yang telah disebutkan oleh At Thabrani dalam Mu’jam alKabir, dengan sanad yang di dalamnya terdapat perawi Ibnu Lahai’ah, dari sahabat Uqbah bin Amir ra, bahwa Nabi Muhammad Saw pernah mengambil segenggam kurma, kemudian beliau bersabda, “Ini sebaik-baik hidangan sahur orang muslim.” 


Allah pun mengistimewakan buah kurma ini, telah disebutkan dalam Al Qur`an puluhan  terhitung  sebanyak 20 kali.


"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (An-Nahl ayat 11)


"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya)..." (Al-An’aam ayat 141)


"Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan." (An-Nahl ayat 67)


Sebenarnya masih banyak lagi ayat di dalam Al Quran, menyebut buah istimewa ini. Sebagai muslim sudah sepantasnya kita sebagai hamba Allah, menambah rasa syukur kepadaNya dengan senantiasa  taat kepada seluruh aturan  Allah. Atas segala karunia Allah terlebih lagi di bulan Ramadhan mulia ini. Salah satunya memikirkan kebesaran Allah yang telah menciptakan kurma beserta kemanfaatan yang luar biasa bagi manusia.


Oleh karena itu melaksanakan anjuran mengkonsumsi kurma saat berbuka dan sahur selain kandungan yang baik untuk tubuh, adalah dalam rangka meraih keberkahan puasa dengan mengkonsumsinya. Mula Ali al Qori ulama madzhab hanafi  telah menukil keterangan At-Thibi bahwa:


Dianjurkan menggunakan kurma di waktu sahur, karena sahur sendiri adalah keberkahan. Dan dikhususkan kurma, sehingga menjadi keberkahan bertumpuk keberkahan. Apabila kalian berbuka, hendaknya dia berbuka dengan kurma, karena kurma itu berkah. Sehingga mengawali buka dengan berkah, dan ujungnya juga berkah. 


Jadi, agar  puasa kita lebih berkah  marilah berbuka dan sahur dengan kurma, walaupun hanya sebutir saja. Barokallah fikum.







SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!