Thursday, May 24, 2018

Polemik Daftar Mubaligh: Hindari Perpecahan Ramadhan Momentum Persatuan


Oleh : Silvi Ummu Zahiyan ( Muslimah Peduli Negri )


Memasuki Ramadhan tahun ini, kaum muslimin tak hanya dihadapkan terhadap persoalan bagaimana menyambut Ramadhan dengan penuh khusu'. Peristiwa bom berantai yang membawa narasi stigmatisasi terhadap Islam juga menjadi ujian bagi  umat Islam di negri yang mayoritas muslim. 


Tak cukup itu saja, bulan Ramadhan yang  seharusnya menjadi bulan pengglembengan umat Islam. Baik secara pemikiran dan tingkah laku. Berlomba-lomba mencari  penguat tsaqofah Islam . Dengan mengikuti berbagai forum kajian yang menguatkan pemikiran dan perubahan yang signifikan terhadap perilaku kita. Namun, lagi-lagi umat dikejutkan dengan Langkah Kementerian Agama (Kemenag) RI yang merilis daftar 200 nama mubalig yang dianggap mempunyai komitmen kebangsaan, yaitu nasionalisme. 


Hal tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak. Bahkan ada penceramah yang meminta namanya dikeluarkan untuk menghindari perpecahan antar ulama. Sebagaimana diketahui, Kemenag mengeluarkan daftar nama tersebut dengan alasan sebagai upaya memudahkan masyarakat dalam memilih penceramah yang dibutuhkan.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai keputusan Kementerian Agama (Kemenag) keliru dalam menerbitkan daftar 200 penceramah yang direkomendasikan. Ia menyarankan agar Kemenag segera menganulir kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memunculkan rasa ketidakpercayaan umat kepada pemerinta ( Detik.com 20/05/2018)


Bahkan dikabarkan sosok ustaz Fahmi Salim meminta namanya dicopot dari daftar 200 nama ustaz yang diumumkan oleh Kementerian Agama. "Menghindari fitnah dan perpecahan antar ulama, ustadz Fahmi Salim minta di copot namanya dari daftar 200 ustadz Rekomendasi Kemenag (Instagram @fahmisalimz )


Hal ini tentunya mengakibatkan kontraversi dari berbagai pihak. Maka tak heran ada beberapa yang meminta namanya untuk dicoret. Bahkan di lapangan juga timbul berbagai kekhawatiran akan adanya kontrol pemerintah atas dakwah Islam. Karena bisa dikatakan seolah selain 200 nama itu bukanlah dai yang memenuhi kriteria. Daftar ulama oleh kemenag bisa menjadi persoalan yang serius dikalangan masyarakat dan juga perpecahan dikalangan ulama. 


Selain itu jelas membuat sekat bahwasanya ada dua versi ulama. Padahal sejatinya ulama adalah mereka yang amar ma’ruf nahi mungkar. Kata ma’ruf berarti Islam, dan kemungkaran adalah selain Islam. Jadi dai/ulama adalah yang murni menyampaikan ajaran Islam. Bukan ajaran yang lain diluar ajaran Islam ( Sekulerisme dan Sosialisme ) yang syarat dengan berbagai kepentingan. Dengan kata lain, tak seharusnya ada rilis daftar ulama dari pemerintah.


"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" [QS Ali Imran : 104].


Menyeru kepada yang ma'ruf dan menyeru meninggalkan kemunkaran tak hanya menjadi tugas ulama saja. Ayat di atas tentang kewajiban dakwah Islam. Yang jelas menjadi kewajiban setiap muslim kepada Allah, bukan kepada manusia. Suatu hal yang alamiyah jika banyak lahir para penyeru kebaikan  meski nantinya banyak yang  menghalangi. Dalam hal ini penguasa yang tidak menginginkan dakwah Islam. Tapi tetaplah status kewajiban dakwah tidak pernah berubah.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah"[QS Ali Imran : 110]


Seperti halnya Rasulullah yang mendakwahkan ajaran Islam. Selalu ada upaya dari penguasa Quraisy untuk menghalangi dakwah Islam. Berbagai makar dasyat dilakukan untuk memadamkan api dakwah Islam. Namun tak sedikitpun menyurutkan Rosulullah dan pengikutnya untuk berhenti. Oleh karena itu wahai kaum muslimin, jadilah penyeru agama Allah yang direkomendasikan al Qur’an. Yakni ulama  yang mendakwahkan Islam, menolong agama Allah dengan hikmah, mau’idhoh hasanah dan mujadalah bil ma’ruf. Layakkan setiap diri kita seperti Rasulullah, para sahabat, para imam mazhab dan para ulama pejuang. 

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" [QS Al Ahzab : 21]


Dalam penerapan  kapitalis sekulerisme saat ini. Tak bisa dilepaskan lagi bahwasanya sistem ini adalah gelanggang dalam rangka mengokohkan eksistensinya. Para pemuja sekulerisme akan selalu berusaha untuk menjauhkan nilai-nilai Islam dari umat . Termasuk dalam hal ini adalah menjauhkan para ulama untuk menyampaikan nilai ajaran Islam yang shahih. Sistem kapitalisme secara langsung akan membatasi para ulama dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar, termasuk salah satunya mengoreksi kebijakan penguasa.


"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama." (TQS Fathir: 28).


Sudah seharusnya umat Islam bersatu. Umat bersama ulama muhasabah terhadap penguasa. Senantiasa memecut diri untuk menjadi penyeru agama Allah. Pejuang akhir zaman dalam menyampaikan kebenaran Islam.Tetaplah semangat berdakwah untuk kejayaan Islam di Indonesia maupun di seluruh dunia. Walaupun nama kita tak tercantum dalam daftar kemenag. Semoga Allah berkenan merilis nama kita sebagai penolong dan penegak agamaNya kelak di akherat dan direkomendasikan Rasulullah sebagai penghuni surga atas ridhaNya.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!