Tuesday, May 22, 2018

Pernikahan Nabi Di bulan Suci


Oleh : Siti Rahmah


Bulan ramadhan yang penuh keberkahan ternyata menyimpan moment penting yang ditorehkan dalam catatan sejarah. Banyak kisah penuh makna yang terkandung didalamnya.

Selain kisah heroik perjuangan Rasululloh dalam penyebaran dakwah dan berbagai ekspansi dan peperangan, bulan ramadhan juga menyimpan kisah manis penuh romantisme dalam hidup baginda nabi tercinta. Kisah romantisme itu tergambar dalam pernikahan yang terjadi antara Rasululloh saw dengan putri sahabat tercintanya Hafshah binti Umar yaitu putri dari Umar bin Khattab. 


Pada saat menikah dengan Rasululloh Hafshah ketika itu adalah seorang janda dari Khunais bin Hudazafah As Sahami yang gugur ketika Perang Badar. Umar sangat sedih karena anaknya telah menjadi janda pada usia yang sangat muda, sehingga dalam hatinya terbersit niat untuk menikahkan Hafshah dengan seorang muslim yang sholeh agar hatinya kembali tenang.


Keutamaan Hafshah


Selain sebagai putri sahabat nabi tercinta, yang ayahnya begitu banyak berperan dalam penyebaran Islam, bahkan masuk Islamnya Umar memiliki pengaruh yang sangat besar bagi dakwah di Mekah kala itu. Hafshah juga memiliki keutamaan yang luar biasa, pada saat menikah dengan Rasululloh usianya baru menginjak 18 tahun walaupun janda tapi masih belia. Hafshah memiliki kepribadian yang teguh seperti ayahnya, bahkan Aisyah pernah menggambar bahwah Hafshah sangat mirip dengan ayahnya.


Hafshah juga wanita yang sangat cantik sehingga kadang memunculkan kecemburuan pada Aisyah apalagi dari sisi usia mereka sebaya, untuk itu Umar sering berpesan kepada putrinya untuk senantiasa berbuat baik pada Aisyah, karena Aisyah wanita yang sangat dicintai Rasululloh sehingga menyulitkan Aisyah sama artinya dengan membuat Rasululloh bersedih. Selain itu Hafshahpun wanita yang sangat cerdas, beliau sering dijadikan rujukan fiqh di masa khalifah Umar, beliau juga satu - satunya istri nabi yang bisa membaca dan menulis. Aisyah menuturkan tentang hal ini, bahwasanya membaca dan menulis masih langka di kalangan masyarakat Arab saat itu, namun Hafshah sudah bisa melakukannya. Dengan kepiawaian menulisnya itu Hafshah menuliskan Al Qur'an pada tulang dan pelepah kurma, kemudian hasil tulisannya dikumpulkan. Hafshahlah wanita pertama yang menyimpan Al Qur'an dalam bentuk tulisan sampai ketika di masa Ustman bin Affan tulisan - tulisan itu di kumpulkan dan dibuatlah mushaf.


Pernikahan Hafshah dengan Rasululloh


Umar sangat mencintai putrinya, sehingga apa yang menimpa putrinya yaitu ditinggalkan suaminya di usia yang masih muda membuat Umar dirundung duka. Kesedihan yang nampak pada wajah putrinya membuat Umar berfikir hendak mencarikan suami sholeh untuk penguat putrinya. Umar pun mendatang sahabat tercintanya Abu Bakar As Siddiq dan mengutarakan maksudnya, namun Abu Bakar  tidak memberikan jawaban Apapun. Umar pun kemudian mendatangi sahabatnya Ustman bin Affan namun sqat itu, Utsmanpun sedih bersedih karena ditinggal Istri tercintanya yaiti Ruqoyyah binti Muhammad. Akhirnya Umar semakin bersedih dan berniat menceritakan semua yang dialaminya pada Rasululloh.


Umar bin Khattab pun akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan semua yang dialaminya kepada Rasululloh. Kemudian Rasululloh berkata kepada Umar, "Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Abu Bakar As Shiddiq dan Utsman bin Affan".


Alangkah bahagianya Umar bin Khattab ketika mendengan ucapan Rasululloh, karena orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman pastilah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasululloh kemudian mengkhitbah puterinya Hafsah radhiallahu ‘anha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dengan Hafshah di tahun ke-3 H di bulan Ramadhan sebelum terjadinya perang Uhud dengan mahar sebanyak 400 dirham.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!