Thursday, May 31, 2018

Ngabuburit Berpahala


Oleh : Sunarti PrixtiRhq


Sore itu aktifitas Emak-emak tidak seperti biasanya. Tampak beberapa Emak, mondar-mandir mempersiapkan hidangan takjil dengan jumlah lebih banyak dari biasanya. Ada es blewah dicampur cendol. Ada snack yang sudah dimasukkan kardus. Dan juga ayam bakar plus nasi yang siap santap.


Demikian juga, antusias Bapak-bapak jamaah shalat Ashar. Beliau masih tinggal di Masjid selepas shalat. Mendukung kegiatan Emak-emak untuk ngabuburit bersama. Namun, karena ngabuburit kali ini berbeda, maka Beliau sempatkan menghadirinya. 


Bertempat di Masjid Baitul Iman, Dusun Kedungglagah 1, Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Emak Shalihah, Jamaah kajian rutin Yasin dan Tahlil, mengadakan ngabuburit berpahala. Dilanjut dengan acara buka bersama. 


Hebat memang. Emak-emak ini mempersiapkan buka bersama dengan cara menabung. Selain setiap minggu membaca Yasin dan Tahlil, mereka juga merekatkan ukhuwah. Juga diselingi dengan arisan mingguan. Hingga di penghujung arisan, mereka membuka tabungan. Selama satu tahun dan hasilnya diperuntukkan membeli sembako dan buka bersama. 


Alhamdulillah, pada hari Rabu, 30 Mei 2018, niat para Emak terlaksana untuk mengadakan acara berbuka bersama. Sekitar 50 Emak memenuhi serambi masjid. 


Meskipun demikian, para Emak yang ikut bukber, tidak meninggalkan kewajiban mereka di rumah. Segala keperluan suami dan anak sudah mereka selesaikan. Malah yang lebih seru adalah, mereka ajak suami dan anak untuk bukber. Walaupun harus rela merogoh kocek tambahan. 


Mereka menginginkan kebersamaan. Menginginkan ilmu yang bermafaat. Selayaknya menunggu berbuka, para Emak ini tidak menyia-nyiakan waktu sekedar ngabuburit. Namun para Emak ini menginginkan jeda waktu menjelang berbuka, bisa untuk ngudi kawruh (menimba ilmu). 


Kali ini ngabuburit diisi dengan tauziyah dari Ustad H. Agung Sembodo. Sekitar 60 menit, tauziya Beliau berlangsung.


Beliau membahas suksesnya seorang Muslim dalam bulan Ramadan, bisa dilihat dalam beberapa aspek yaitu sukses meraih ampunan. Sukses meraih kebaikan malam lailatul qadar. Sukses meraih secara maksimal keutamaan pahala amal shalih yang dilipatgandakan seperti yang Allah SWT. Yang keempat adalah merealisasikan hikmah pensyariatan puasa, yakni mewujudkan ketakwaan. 


Beliau juga membahas tentang sukses menempuh ampunan dan mendapat berkah. Hal ini bisa diraih dengan dua cara yaitu meninggalkan segala perkara yang haram atau sia-sia. Meninggalkan apa saja yang membatalkan puasa dan apa saja yang menggagalkan pahala puasa. 


Kedua, menunaikan perkara-perkara wajib maupun sunnah. Yang utama tentu menunaikan puasa, kemudian qiyamul lail dengan dilandasi keimanan dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.


Semua antusias mendengarkan tauziyahnya. Hingga di penghujung acara Ustad memimpin doa, disusul dengan doa berbuka puasa. Dengan penuh khidmad seluruh yang hadir mengikuti rangkaian doa.


Acara dilanjut dengan berbuka puasa bersama. Dengan penuh haru seluruh peserta menikmati hidangan berbuka. Diawali dengan minum air putih dan es blewah. Sungging senyuman manis tampak di wajah-wajah mereka. 


Setelah minum secukupnya, mereka tidak lanjut dengan makan-makan. Tapi dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah.

Untuk makan nasi kotak mereka sepakat untuk dibawa pulang. 

Masing-masing salung berslaman dengan bahagia.


Semoga ukhuwahnya berkah. Semoga amalnya jadi amal jariyah. Dan semoga ilmunya jadi ilmu yang bermanfaat. 


Ngawi, 31 Mei 2018

Sunarti PrixtiRhq


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!