Wednesday, May 30, 2018

Menjaga Lisan


Oleh: Minah, S.Pd.I


Berpuasa tidak terasa sudah masuk pertengahan bulan ramadhan, itu tandanya kita sudah melewati separuh ramadhan. Namun, apakah ramadhan kita berlalu dengan baik, penuh dengan amal-amal sholeh? Ramadhan tak hanya menahan lapar dan dahaga saja, tapi harus mampu menjaga nafsu, tahan amarah, sabar, amal sholeh ditingkatkan, dan menjaga lisan.


Lisan harus senantiasa dijaga, jauh dari perkataan-perkataan kotor atau membicarakan orang. Karena puasa itu adalah perisai. Oleh karenanya, orang yang berpuasa senantiasa menjaga lisannya. Akan tetapi diluar ramadhan pun kita harus tetap menjaga lisan.


”Shaum itu adalah perisai. Oleh sebab itu, bila salah seorang diantara kamu sedang shaum maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. Apabila ada seseorang mencaci-maki atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia berkata : ”Sesungguhnya aku sedang shaum” (HR Bukhari dan Muslim).


Lisan yang salah berucap maka sulit untuk ditarik kembali. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam berucap. Diam itu lebih baik untuk menghindari perkataan yang sia-sia dan hindari berbicara tanpa ilmu. Jangan sampai kita malah sering membicarakan saudari-saudari kita atau menjelek-jelekkan mereka, maka ini akan mendapatkan dosa.


Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalnmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barang siapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al- Ahzab: 70-71).


Diam lebih baik daripada membicarakan keburukan. Sebab, diam tidaklah berdosa. Sementara membicarakan keburukan tentu berdosa. Dalam hal ini baginda Rasulullah Saw, “kebanyakan perbuatan dosa anak Adam itu terletak pada lisan (ucapan)nya.”(HR. Ath-Thabrani).


Lebih dari itu, membicarakan keburukan bisa berujung pada penyesalan. Abu Wa’il menuturkan bahwa Abdullah pernah naik ke bukit shafa. Lalu sembari memegang lidahnya berkata, “Wahai lisan, katakanlah yang baik, niscaya beruntung. Atau diamlah dari membicarakan keburukan, niscaya selamat sebelum kamu menyesal.” (HR. Baihaqi ).


Oleh karena itu, yuk jaga lisan, berbicara yang baik atau diam. Jadikan momen ramadhan ini kita semakin bertaqwa kepada Allah. Berupaya untuk terus menjaga lisan, jauh dari membicarakan orang dan senantiasa berkata baik dan jujur. Insyaallah.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!