Wednesday, May 30, 2018

//Menjadi Pemenang//


Oleh : Aisyah Ummu Azra

Dunia ini hanyalah permainan. Kebahagiaannya semu, kesedihanpun tiadalah abadi. Sebagaimana firman Allah Swt. yang berbunyi :


وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ

 لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ


Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’âm/6: 32]


Dalam sebuah permainan pasti akan ada yang mengalami kekalahan dan menjadi pemenang. Sebagai manusia yang dianugerahi ghorizah baqo' (naluri mempertahankan diri) pastilah kita ingin menjadi pemenang. Hampir tidak ada manusia yang mengikuti permainan tanpa menginginkan kemenangan. 


Namun tahukah kita? Kemenangan yang hakiki hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memainkan perannya. Mengikuti skenario yang telah dirancang oleh pencipta permainan tersebut. 


Ramadan Bulan Pertarungan 


Salah satu peran yang harus dilakoni orang beriman adalah berpuasa dibulan Ramadan n. Disinilah pertarungan melawan hawa nafsu dilakukan. Hingga layak menjadi pemenang. Yakni menjadi orang yang bertaqwa. 


Adapun definisi taqwa menurut Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. ada 4 (empat), diantaranya :


1. AL-KHOUF MINAL JALIL (Takut kepada yang Maha Mulia) 


Orang yang takut kepada Allah Swt. pasti akan berhati-hati ketika hendak berbuat. Karena dia menyadari bahwa semua yang dia lakukan tidak pernah luput dari pengawasan Allah Swt. 


Semestinya perasaan takut kepada Allah Swt. tidak hanya berlaku di bulan Ramadan saja. Tetapi disetiap saat. Kapanpun dan dimanapun. Sebagaimana pesan Rasulullah saw. :


"Bertaqwalah dimanapun engkau berada"


2. AL-'AMALU BITTANZIL (Beramal  dengan apa yang diturunkan-Nya) 


Menurut seorang Qadhi Fudhail bin Iyadh, syarat diterimanya amalan seorang hamba ada 2 (dua), yakni:


1. Ikhlas : Murni hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

2. Benar : Sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Hal ini berarti manusia harus senantiasa berjalan diatas aturan Sang Pencipta dengan menjadikan Rasulullah saw. sebagai uswatun hasanah.


Sebagai seorang muslim yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah Swt. Serta menginginkan syafaat dari Rasulullah saw. Maka tidak ada jalan lain untuk mewujudkannya selain dengan menjadikan Islam sebagai "Way of life" (jalan hidup). 


3.WARIDHO BIL QALIL (Ridho dengan yang sedikit) 


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah : 2 : 155) 


Hal ini berarti kita harus senantiasa bersyukur dalam keadaan sempit ataupun lapang. Kita harus memahami bahwa apapun yang diberikan oleh Allah Swt adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.


Apapun yang kita miliki sejatinya adalah milik Allah Swt. Maka sudah seharusnya semua fasilitas yang dititipkan oleh Allah  Swt kepada kita menjadi sarana untuk meraih keridhoan-Nya. 


4. AL-ISTI'DADU LI YAUMIL RAHIL (Mempersiapkan diri menghadapi hari perpisahan) 


Setiap pertemuan pastilah diakhiri perpisahan. Begitupun kehidupan akan berakhir dengan kematian. 


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ


“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35).


Kehidupan ini pasti akan berakhir. Maka sudah saatnya kita bergegas mengumpulkan bekal untuk fase kehidupan selanjutnya. Kehidupan yang kekal dan abadi.


Demikianlah definisi taqwa menurut Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. Semoga puasa Ramadan mampu menempa kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Karena pemenang permainan dunia ini tiada lain hanyalah orang-orang yang bertaqwa. Yang bertarung diatas skenario terbaik Rabb-Nya. Tanpa berpaling sedikitpun dari skenario yang telah ditentukan oleh Allah Swt. 


إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (An-naba' ayat 31)




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!