Monday, May 28, 2018

Menikahi Wanita Penyayang di bulan Ramadan


Oleh : Siti Rahmah 


Bulan Ramadan banyak menorehkan kisah yang menjadi sejarah tentang bagaimana Rosululloh dengan para sahabat melewati bulan yang mulia ini. Selain kisah perjuangan, kisah berbagai peperangan dan penaklukan di bulan  Ramadan juga diwarnai dengan berbagai kejadian yang begitu berarti dalam kehidupan Rasululloh. Diantanya adalah kisah yang termahsur adalah kisah pernikahan Rasululloh dengan seorang wanita yang begitu penyayang, yang memiliki perangai yang lembut, terhadap siapapun. Bahkan dimasa jahiliyah dia digelari sebagai ummul masakin (ibunya orang - orang miskin). Sebagaimana penuturan Ibnu Sa’ad, “Zainab binti Khuzaimah ra. bin Al-Harits bin Abdullah bin ‘Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin ‘Amir bin Sha’sha’ah, beliau  dikenal dengan gelar Ummul Masakin di zaman jahiliyah.


Gelar tersebut disandangkan karena sikapnya yang dermawan dan santun terutama terhadap kaum miskin. Dalam riwayat Ath Tabrany di sebutkan Zainab dikenal dengan sebutan itu, karena beliau banyak memberi makan orang-orang miskin. Ibnu Katsir juga berkata, “Zainablah yang sering dikenal dengan sebutan Ummul Masakin. Itu karena beliau banyak bersedekah, dan berbuat baik kepada orang-orang miskin.”



Perjalanan yang Penuh Duka


Zainab ra yang terkenal dengan sikap penyayangnya ternyata berbanding terbalik dengan kehidupannya, justru dia kerap kali kehilangan orang yang dicintainya. Seperti perjalanan pernikahannya yang tidak seindah bayangan, diusia muda Zainab ditinggalkan oleh suaminya. Zainab harus merasakan pahitnya kehancuran rumahtangga dari pernikahanya yang pertama, Zainab dinikahi oleh Ath Thufail  bin Al Harits kemudian di ceraikan karena Zainab tak kunjung memiliki anak. 

Setelah diceraikan oleh Ath Thufail demi menjaga kehormatan Zainab kemudian Zainab dinikahi oleh saudaranya Ath Thufail yaitu Ubaidah bin Al Harits ra. Beliau ra. termasuk sahabat yang sangat pemberani. Beliau adalah salah satu dari tiga orang yang menantang pasukan Quraisy untuk adu satu lawan satu. Mereka bertiga adalah Hamzah bin Abdul Muthalib ra., Ali bin Abi Thalib ra., dan Ubaidah bin Al-Harits ra. Dalam perang Badar, beliau terluka parah, hingga akhirnya mendapatkan kesyahidannya. Sepeninggal suaminya, Zainab ra. hidup sendiri di Madinah Al-Munawwarah. 


Atas berbagai kesedihan yang menimpanya beliau tidak pernah berkeluh kesah, beliau benar - benar penyabar. Melewati semua peristiwa duka dengan hanya berharap balasan yang terbaik dari Allah.



Dinikahi Rasululloh


Zainab ra tidak pernah berharap dan berfikir akan dinikahi Rasululloh, sampai akhirnya Rasululloh mempersuntingnya dan dinikahinya. Sebagian ulama menyebutkan Zainab menikah dengan Rasululloh di bulan Ramadan. Hati Rasululloh luluh melihat perjalanan hidup Zainab ra, apalagi Zainab juga dikenal dengan kebaikannya.


Hanya saja kebersamaan Rasululloh dengan Zainab ra tidak berlangsung lama. Para perawi berbeda - beda dalam meriwayatkan kematiannya. Sebagian mengatakan Zainab ra hidup bersama Rasululloh hanya selama 4 bulan, ada juga yang meriwayatkan 6 bulan. Zainab ra adalah Istri ke dua Rasululloh yang wafat selagi Rasululloh masih hidup, setelah ibunda Khadijah ra. Pada saat beliau wafat Rasululloh sendiri yang mengurusi jenazahnya sebagai penghormatan pada beliau. Karena beliau wafat sebelum Rasululloh sehingga Zainab ini termasuk istri Rasululloh yang tidak meriwayatkan hadits. Namun karena keutamaannya maka beliau dikenang oleh sejarah sebagi orang yang baik, gemar sedekah bahkan ibundanya orang - orang miskin.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!