Sunday, May 27, 2018

Mengapa Harus Impor ? 


Oleh : Mega Rahayu Ningsih

Mahasiswi IAIN Ponorogo


Negara yang telah mengumandagkan kemerdekaaannya sekitar 73 tahun yang lalu, negara yang dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya ini. Tetapi faktanya masih jauh dari kata sejahtera, mapan dan berkecukupan.


Sebagaimana dikutip dalam detik.com pemerintah melalui kementerian perdagangan memutuskan untuk menambah impor beras sebanyak 500000 ton. Angka yang tidak sedikit dan bisa dikatakan fantastis. Apakah sebegitu miskinnya negeri ini hingga tak mampu mencukupi kebutuhan penduduknya?


Sebagai informasi, sebelumnya kemendag juga telah menerbitkan izin impor sebanyak 500000ton kepada bulong, ini berarti pemerintah telah mengimpor beras sebanyak 1 juta ton dalam setahun.


Kurangnya perhatian pemerintah terhadap para petani yang menyebabkannya enggan untuk bercocok tanam. Permasalahan sama yang tak pernah teratasi oleh rakyat semisal harga benih yang mahal, harga obat dan pupuk yang mahal ditambah hama yang dapat menyerang tanaman setiap waktu. Inilah keluhan para petani yang perlu diperhatikan dan diatasi. Ditambah harga jual yang tidak sepadan dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan membuatnya semakin enggan bertani lagi. Bukankah negara mempunyai kewajiban untuk mensejahterakan rakyat?


Semisal dengan membeli beras dengan harga tinggi, menurunkan harga obat dan pupuk. Selain itu, pemerintah dapat berupaya meningkatkan sistem budidaya ekofarming yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan kearifan lokal pada masing-masing daerah, dengan kata lain pemerintah melibatkan ilmuwan dibidang pertanian yang bertujuan untuk meneliti dan menciptakan benih unggulan serta memberi solusi dalam memberantas hama.


Dalam detik.com juga memaparkan akan harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan menjelang ramadhan. Di pasar Gondangdia, Jakarta Pusat misalnya harga daging ayam yang pada hari biasanya sekitar Rp 35.000/ekor saat ini naik menjadi Rp 38.000-Rp 40.000/ekor, selasa (15/5/2018).


Selain harga lauk pauk, harga bumbu dapur pun mengalami kenaikan harga sperti cabai rawit merah yang bisanya dijual antara Rp 30.000/kg, kini mencapai harga Rp 35.000/kg. Bawang Putih yg awalnya Rp 25.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Ini berarti kenaikan harga berkisar antara Rp 3000 - Rp 5000. Setiap tahun menjelang Ramadhan dan tahun baru memang harga makanan pokok mengalami kenaikan harga dan ini menjadi keresahan tersendiri bagi para Ibu. Rakyat berharap lonjakan harga tidak terlalu tinggi sehingga masih bisa diantisipasi dengan baik. 


Didalam Islam diperbolehkan untuk bermuamalah dengan non-muslim selama itu memang diperlukan dan sangat mendesak asalkan masih dalam batas syariat islam. Ini berarti tidak terus menerus menggantungkan diri dengan non-muslim. Sejatinya untuk mengatur negara, kita telah memilik al-Quran dan as-sunnah yang didalamnya telah banyak mengatur banyak sistem. Baik sitem pemerintah, sistem pendidikan,sistem sosial bahkan sistem ekonomi. Dan ini semua adalah solusi persoalan yang ada. Islam adalah obat yang akan menyembuhkan bahkan menyehatkan negeri ini.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!