Monday, May 28, 2018

Mencintai Al-Quran dengan  Menjadikannya Pedoman Hidup


Oleh : Eka Suwitaningsih 


Kecintaan kita sebagai seorang muslim terhadap Islam bisa digambarkan dengan seberapa besar kita  mampu  menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala apa yang dilarang Nya, artinya taat dan patuh semata-mata karena Allah SWT, termasuk terhadap apa yang dibawa oleh rasul-Nya yaitu mukjizat berupa kitab suci yang kita sebut dengan al-Quran.  Kecintaan kita kepada al-Quran dapat kita buktikan dengan menjaganya, membacanya, mempelajari dan mengamalkannya.  Sebagai salah satu  fungsi mukjizat al-Quran yaitu media ibadah kaum muslimin. Membaca al-Quran baik mengerti atau tidak, dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT.  Allah SWT berfirman:


 “…dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan.” (TQS al-Muzzammil [73] : 4 )


Dalam sebuah hadits disebutkan pahala yang sangat besar bagi siapa saja yang membacanya diriwayatkan oleh  Imam at-Tirmidzi :


Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah.  Maka ia akan mendapat satu kebaikan.  Sedangkan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat.  Aku tidak mengatakan bahwa “alif lam min” adalah satu huruf.  Akan tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf, dan mim adalah satu huruf. (HR. at-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, dan hadits ini shahih)


Di bulan Ramadhan , bulan turunnya al-Quran, kita sebut juga dengan bulan al-Quran (syahrul-quran), sebagaimana firman-Nya :


“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (TQS al-Baqarah [2] : 185)


Al-Quran inilah yang menjadikan kaum muslimin mulia di sisi Allah SWT dan disegani  bangsa-bangsa lainnya.  Disaat awal perkembangan Islam, al-Quran  telah menjadikan bangsa arab mengalami perubahan yang sangat mengagumkan, yang  terbelakang, dan jahiliyah , menjadi masyarakat yang agung dan mulia, bahkan mampu menaklukkan dua imperium besar kala itu yaitu Negeri Persia dan Negeri Romawi. Kemudian membebaskan bangsa-bangsa lainnya dari kezhaliman penguasa , dari kebodohan dan keterbelakangan budaya, hingga dua pertiga dunia mampu ditaklukan oleh kaum muslimin.


Mukjizat al-Quran  lainya adalah sebagai pedoman hidup kaum muslimin,  terdapat banyak sekali ayat yang memberikan petunjuk (al huda), Allah SWT berfirman :


“Kamilah Pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat.  Di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan apa yang kalian minta .”(TQS Fushshilat[41] : 31)


Sebagai pedoman hidup ayat di atas menunjukkan bahwa Allah telah menjamin kehidupan baik di dunia dan akhirat. Begitupun di dalam firman-Nya :


“Carilah pada apa yang telah Allah anugrahkan kepada kamu (kebahagian) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan dari (kenikmatan) duniawi.”(TQS al-Qashshash [28] : 77)


Gambaran jelas pandangan hidup kaum muslim, adalah mencari kehidupan akhirat  tanpa meninggalkan kenikmatan dunia.  Memberi porsi yang terbaik agar tidak tergelincir dalam rakus nya mencari kehidupan duniawi, sedangkan akhiratnya dilupakan.  


Sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia, al-Quran telah menjelaskan segala yang dibutuhkan untuk memecahkan problem kehidupan manusia. Ayat-ayat digali oleh para fuqaha (ahli ijtihad) setiap terjadi permasalahan baru, artinya setiap masa al-Quran mampu menjawab persoalan yang menimpa manusia.


Berkaitan dengan kehidupan manusia sebagai hamba Allah SWT, al-Quran menjelaskan hukum-hukum ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, doa dan zikir.  Bahkan perkara yang membutuhkan pengorbanan tertinggi, sebagai puncak penghambaan yaitu jihad fisabilillah juga diatur hukum-hukumnya dalam al-Quran,  Allah SWT berfirman : 


“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.  Mereka berperang dijalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh; (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Alquran.  Dan siapa yang lebih menepati janji selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (TQS at-Taubah [9] : 111 )


Dalam membentuk keluhuran budi pekerti yaitu agar berakhlak karimah, jujur dan adil. Allah SWT berfirman :


“wahai orang-orang yang beriman! jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah.  Karena (adil) itu lebih dekat kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (TQS  al-Maidah [5] : 8)


Hukum-hukum di dalam al-Quran untuk mempertahankan jenis manusia, yaitu melalui perkawinan dan terkait hukum di dalamnya tentang penyusuaan, pengasuhan anak, nafkah, waris, kehidupan perkawinan, perselisihan dalam perkawinan hingga perceraian.


Dalam kehidupan bermasyarakat  di dalam al-Quran juga menjelaskan tentang sistem pemerintahan, kaum muslim wajib taat kepada Allah SWT, Rasul SAW dan ulil amri (penguasa).  Penguasa yang mengemban amanah melaksanakan pemerintahan dengan menjalankan hukum-hukum Allah SWT yang tercantum di dalam al-Quran, Allah SWT berfirman :


“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, Rasul-Nya serta ulil amri diantara kalian.” (TQS an-Nisa’ [4] : 59)


Begitu juga terkait dengan masalah ekonomi, di dalam al-Quran menjelaskan berbagai hukum seputar kepemilikan, pengelolaan dan pendistribusian harta.  Secara umum semua harta yang ada di langit dan di bumi ini diciptakan untuk manusia (QS al-Baqarah [2] : 29). Namun ada zat tertentu yang haram dimiliki, misalnya khamr dan babi,dan ada cara-cara tertentu yang terlarang seperti mencuri dan merampok. Dalam pengelolaan harta Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS al-Baqarah [2] : 275) dan perjudian (QS al-Maidah [5] : 90-91).  Dalam masalah distribusi harta, al-Quran mencegah harta terakumulasi dikalangan orang-orang kaya saja (QS al-Hasyr [59] : 7). 


Inilah kecintaan kita terhadap al-Quran, menjadikan alquran  sebagai petunjuk dan pedoman hidup, sehingga kebahagiaan hidup  baik di dunia maupun akhirat  akan kita peroleh. Berupaya untuk dapat menerapkannya baik yang berkaitan dengan urusan dirinya dengan Allah SWT, urusan dengan dirinya sendiri maupun yang  berkaitan dengan manusia yang lainnya. Sehingga butuh adanya penerapan Islam secara menyeluruh dengan sistem yang juga berasal dari Allah SWT tentunya. Karena saat ini masih banyak  hukum-hukum Islam yang  tidak bisa diterapkan, lantaran mengambil hukum selain dari Allah SWT.


Wallahu a’lam bishowab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!