Monday, May 28, 2018

Memuliakan Bulan Mulia


Oleh: Ummu Syaddad (Ibu Rumah Tangga-Pemerhati Masyarakat)


Alhamdulillah saat ini Allah masih memberikan kita kesempatan bertemu bulan Ramadan. Bulan sangat istimewa, bulan mulia yang datang kepada kita. Selayaknya ketika memperlakukan tamu mulia,  kita harus berusaha mempersembahkan yang terbaik agar dia suka. 


Setiap hari, setiap jam, setiap detik jangan sampai berlalu sia-sia. Sebab   tahun depan belum tentu dapat kesempatan yang sama. Maka sebaiknya maksimalkanlah kesempatan yang ada untuk meraih derajat takwa.


Memperbanyak ibadah sunah, membaca Alqur'an, sholat malam, menjaga lisan, bersedekah sudah umum diketahui. Tapi, ada yang sering luput dari perhatian yaitu menjaga perilaku makan minum dimuka umum. Padahal hal ini bisa menodai kemuliaan bulan mulia ini. 


Kita sering temui disiang hari orang-orang tak segan makan dan minum dimuka umum. Apalagi menjelang lebaran. Di pasar, terminal, jalan raya dan tempat umum  lainnya. Alasannya sederhana saja sedang ada halangan, atau tak kuat karena tuntutan pekerjaan yang berat (biasanya buruh kasar).


Pertanyaannya bagaimana hukumnya boleh atau tidak? Islam adalah agama pembawa rahmat. Tidak hanya bagi umatnya melainkan bagi seluruh semesta. Ketika aturannya diterapkan pasti membawa keberkahan. Termasuk kewajiban berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Diperintahkan bukan untuk menyusahkan umat-Nya. Tidak ada cerita meninggal karena menjalankan puasa. Bila semangat ibadah dan iman yang meningkat itu bisa terlihat.


Menjalankan ibadah puasa ada ketentuannya. Menahan lapar dahaga disiang hari serta hal-hal yang membatalkannya.  Sekalipun begitu, dalam Islam ada rukhsoh (keringanan bagi yang berhak mendapatkan). Keringanan boleh   berbuka puasa dengan konsekuensi mengganti dihari lain atau dengan membayar fidyah. Yaitu bagi yang sakit, musyafir, ibu hamil atau menyusui, orang tua yang sudah tak sanggup menjalankan puasa. (QS. Al-Baqarah 184:185)


Ada juga yang diperintahkan wajib  berbuka yaitu bagi perempuan yang sedang nifas atau haid. ( Mutafaqun 'alaih). Tetapi dengan tetap wajib  menghormati dan memuliakan bulan ini.


Tidak boleh seenaknya, tidak boleh semaunya. Ada tempat dan adab. Di dalam rumah atau tempat khusus yang tertutup. Tujuannya agar tidak mengganggu orang lain yang sedang berpuasa.


Bahkan dalam kajian fiqih wanita seputar puasa, imam Hanafi dan Hambali mewajibkan para wanita untuk menghentikan makan dan minum di siang hari saat sudah suci. Walau hanya setengah hari. Karena demi memuliakan bulan suci ini.


Memuliakan bulan Ramadan memang memerlukan pemahaman, pengajaran  dan pembiasaan. Maka pamahilah makna Ramadan, cari ilmunya, dan ajarkan sedari dini agar anak-anak kita bisa memahami dan terbiasa nanti. 


Berikan penjelasan saat anak-anak kita yang masih kecil meminta makan, minum atau jajan di siang hari. Tidak boleh terbuka begitu saja. Ingatkan berulang-ulang bahwa ini bulan suci Ramadan. Bulan mulia. Kita wajib menghormatinya.


Insya Allah ketika kita berusaha untuk memuliakan bulan Ramadan yang mulia, maka kita bisa mencapai derajat takwa. Wallahu'alam.






SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!