Wednesday, May 30, 2018

Konser Boyzone Menguras Isi Kantong


Oleh : Rindoe Arrayah

     

Bagi para penggemar boyband di era medio 2000-an tentunya gak bakalan lupa dengan salah satu boyband kenamaan pada waktu itu, yaitu Boyzone. Boyband asal Irlandia yang dikenal lewat lagu "No Matter What" ini bakal menyambangi Indonesia. Konser tersebut rencananya dihelat di Dyandra Convention Center, Surabaya dengan tajuk Boyzone 25 Years Farewell Concert, tepatnya tanggal 23 Agustus 2018 mendatang (liputan6.com 30/5/2018).


Sudhir Syal selaku CEO dan Ci Founder BookMyShow Indonesia, promotor yang mendatangkan Boyzone ke Indonesia, mengatakan menjual tiket yang terbagi menjadi lima kelas untuk bisa menyaksikan penampilan terakhir Boyzone. Yakni, Golden Priority Class (Rp 1.250.000), Golden Priority Class (PRESALE) (Rp 990.000), Festival (Rp 750.000), Festival (PRESALE) (Rp 550.000) dan Diamond VVIP (Rp 1.950.000).


Ternyata, Boyzone bukanlah satu-satunya pelaku musik mancanegara yang akan manggung di Indonesia. Begitu lebaran usai, sejumlah pelaku musik mancanegara lainnya akan menyerbu Indonesia. Tentunya hal ini mengharuskan paramuda Indonesia yang tidak ingin ketinggalan dengan kehadiran mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi.


Jika melihat harga tiket Boyzone yang ada di atas saja sudah menguras isi kantong, apalagi nanti akan disusul pelaku musik lainnya. Betapa begitu ringannya paramuda pemuja artis mancanegara itu mengeluarkan uang segitu banyaknya tanpa rasa eman. 


Fenomena semacam ini bukanlah  yang pertama kali terjadi di negeri  ini. Jangan dikira para pelaku musik itu hanya sekedar menyanyi saja. Mereka  tentunya juga membawa misi disetiap syair lagu dan gaya tampilannya, yaitu gaya hidup bebas tanpa aturan yang jelas. Hal ini yang tidak disadari oleh paramuda yang memuja mereka. Masih banyak didapati paramuda yang terlena dengan  gaya hidup barat yang mereka anggap lebih keren dibandingkan menyelimuti diri dengan kepribadian Islami.


Boyband dan sejenisnya yang mengusung gaya hidup Barat merupakan salah satu sarana peradaban Barat dalam menghancurkan generasi muda Islam lewat budaya dan gaya hidupnya. 


Sebagai generasi muda Islam yang beriman kepada Allah Ta'ala dan hari akhir, tentu saja tidak layak mengikuti gaya hidup mereka. Maka, di sinilah wajib bagi paramuda muslim untuk gaul juga soal Islam agar iman tidak mudah tergoyahkan.


Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 36 yang artinya, "Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya."


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!