Wednesday, May 23, 2018

Keranda Pertama Putri Baginda


Oleh : Siti Rahmah


Fatimah Az zahra putri baginda nabi saw adalah wanita muslimah pertama yang menggunakan keranda ketika wafatnya. Saat itu ketika Fatimah ra sedang duduk di halaman rumahnya bersama Asma binti Khumaisy istri Abu Bakar yang senantiasa menemani dan menghibur Fatimah semenjak Fatimah ditinggal ayahanda tercintanya Rasululloh saw. Tiba - tiba lewatlah iring - iringan jenazah yang dibungkus kain kafan kemudian dipanggul menuju tempat pemakaman untuk dikuburkan.


Seketika Fatimah menangis sesenggukan hingga membuat Asma panik kemudian bertanya, “Wahai putri Rasulullah, kenapa engkau menangis melihat jenazah itu? Ada apa dengan jenazah itu? ”Fatimah ra menjawab, "Setiap orang yang mati akan dibungkus dengan kain kafan yang rapat lalu akan dibawa ke lokasi pemakaman dengan dipanggul oleh orang - orang yang membawanya?” (Dahulu sebelum adanya keranda mayat jika ada orang meninggal maka di saat di bawa ke kubur janazah di panggul di atas pundak orang-orang yang membawanya) Asma ra menjawab, “Tentu wahai putri Rasulullah?" Kemudian Fatimah ra melanjutkan, ”Dan akupun kelak akan dibawa ke kubur seperti itu? Asma menjawab, “Benar wahai putri Rasulullah.”

Lalu Fatimah ra melanjutkan ”Itulah yang menjadikan aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal, kemudian dibungkus kain kafan dengan rapat lalu diangkat diatas punggung orang-orang yang membawaku ke kubur, sementara orang yang mengiring jenazahku akan melihatku, sungguh aku sangat malu karena saat itu mereka akan melihat lekuk - lekuk tubuhku.”


Wasiat Indah Fatimah Az zahra


Betapa luar biasa dan mulianya putri kesayangan baginda nabi tersebut, begitu terjaga dan senantiasa merasa malu jika sampai lekuk tubuhnya terlihat orang lain, bahkan ketika sudah dalam keadaan tak bernyawa sekalipun begitu dikhawatirkan. Sifat mulia dan ketundukan yang luar biasa inilah yang membuat Rasululloh begitu mencintainya.


Fatimah begitu bimbang memikirkan jenazahnya kelak yang terbungkus rapat kemudian dibawa ke pemakaman sampai akhirnya Fatimah terus menangis hingga Asma berkata ”wahai putri Rasulullah, dahulu aku ke negeri Habsyah aku melihat janazah yang dibawa kekubur, jenazah diletakkan disebuah tempat yang disebut keranda, aku pikir itu bisa menutupi pandangan orang dari melihat lekuk tubuh jenazah yang dibawa”. Mendengar cerita Asma ini tiba - tiba tangis Fatimah terhenti, dan wajah nya berubah berseri - seri sambil berkata "wahai Asma sungguh aku berwasiat, jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat dibawa kekuburan."


Itulah wasiat Indah putri tercinta baginda nabi saw. Selain berwasiat kepada Asma, Fatimahpun berwasiat kepada suami tercintanya, supaya kelak ketika Fatimah wapat hanya Ali dan Asma lah yang boleh memandikan jenazahnya dan mengkafani, kemudian Fatimah meminta agar dimakamkan pada malam hari dan tempat pemakamannya dirahasiakan. Dengan bercucuran air mata Ali bin Abi Thalibpun mengiyakan permintaan bidadarinya tersebut.


Gugurnya Putri Tercinta Penghulu Surga


Semenjak ditinggal ayahanda tercinta Fatimah begitu berduka, sampai - sampai riwayat mengatakan Fatimah tidak pernah tersenyum semenjak ditinggalkan Rasululloh. Wajar adanya karena Fatimah adalah putri kesayangan Rasululloh, semenjak ditinggal Khodijah Rasululloh hidup bersama Fatimah, jika pulang dari safar Rasululloh melakukan sholat sunnah 2 rakaat kemudian setelah itu menemui Fatimah baru kemudian menemui istri - istrinya. Nabi saw bersabda; "Wanita-wanita terbaik di surga yaitu; Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam bintu Imran, dan Asiyah binti Muzahim istri Firaun.” (HR. Ibnu Abdil Bar)


Fatimah adalah satu - satunya putri Rasululloh yang menyaksikan kepergian ayahnya, merasakan sakitnya ditinggal sehingga dukanya begitu mendalam yang akhirnya membuat Fatimah sering mengalami sakit, hingga enam bulan berselang tapatnya tanggal 3 Ramadan Fatimah menyusul ayah handa tercinta menghadap Allah. Fatimah adalah orang pertama dari Ahlu bait yang wafat setelah Rasululloh. Kepergian wanita mulia yang begitu terjaga, sehingga Fatimah Az zahra (wanita yang tidak pernah haid) itu dibawa kepemakaman pada malam hari mengenakan keranda.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!