Friday, May 25, 2018

Jalur Pribadi dengan Allah


Oleh : Arinta Kumala Verdiana


Apa kabar Ramadhan Sobat Muslim semua ?. Semoga fine ya. Maksudnya tetap fine semangatnya dalam meraup pahala di bulan suci nan mulia ini. Kesempatan emas lho untuk borong pahala di bulan ini. Bukankah Allah melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan ini ?. Sayang kan kalau kita melewatkan kesempatan emas ini. Jangan sampai salah fokus ya. Jangan-jangan kita bukan sibuk memborong amal sholih tapi malah sibuk memborong baju-baju buat lebaran. Aduh rugi berat tuh Sobat.


So, biar nggak rugi ayo kita optimalkan setiap detik Ramadhan ini dengan meningkatkan amalan-amalan sholih kita. Jika di bulan-bulan biasa ibadah-ibadah sunnah sangat minim atau malah nihil, kita borong tuh sebanyak-banyaknya di bulan Allah obral pahala ini. Jika di bulan-bulan biasa ibadah wajibnya minimalis, asal tunai kewajiban saja, ayo kita perbaiki ibadah-ibadah wajib kita. Kita persembahkan ibadah-ibadah wajib kita dengan kualitas number one untuk Allah. Dan termasuk kita evaluasi sudahkah semua ibadah wajib kita kita jalankan. Jangan sampai kita mengejar yang sunnah tapi melalaikan yang wajib. Misal kita mengejar sholat terawih yang notabene itu sunnah , eh malah waktu berangkat ke masjid tidak menutup aurat. Padahal kan menutup aurot itu wajib ya Sobat.


Ramadhan memang kesempatan yang sangat berharga bagi kita untuk memperbaiki kualitas ketaatan kita kepada Allah. Puasa Ramadhan yang kita lakukan, dimana kita harus menahan hawa nafsu, akan membantu kita untuk mengekang nafsu untuk tidak taat kepada Allah. Dan yang teristimewa, puasa kita akan mengantarakan kita menuju jalur pribadi dengan Allah. Wow asyik ya kalo punya jalur pribadi dengan Allah. Kenapa puasa mengantarkan kita menuju jalur pribadi dengan Allah ?.


 Dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman : “Semua amal bani Adam adalah untuknnya sendiri kecuali shaum, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya: Ia tinggalkan makanan, minuman dan syahwatnya hanya karena Aku” (HR. Al Bukhari). Maksudnya di sini adalah puasa adalah rahasia antara hamba dengan Allah. Karena tidak ada yang tahu apakah kita puasa atau tidak kecuali Allah. Bisa saja kita diam-diam makan atau minum, orang lain tidak melihatnya, tetapi Allah Yang Maha Melihat pasti melihat kita. So that, Allah mengkhususkan puasa bagi diri-Nya. Shaum adalah salah satu rahasia Allah. Ia akan membukan rahasia itu ketika orang yang berpuasa menghadap-Nya, yaitu pada hari kiamat nanti untuk menerima balasan.


Dan balasan untuk orang yang berpuasa ini sangat istimewa. Allah memberikan jalur pribadi untuk masuk ke dalam surga. Pintu istimewa disediakan bagi orang-orang yang berpuasa. Di dalam Shahihain Sahal bin Sa’ad berkata, Rasulullah bersabda : Sesungguhnya di Jannah iu ada sebuah pintu yang  diberi nama “Ar Rayan” yang masuk melaluinya pada hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa. Tidak ada yang masuk melaluianya selain mereka. Diserukan manakah orang-orang yang berpuasa ? Kemudian mereka memasukinya, apabila orang yang terakhir memasukinya maka pintu tersebut ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang memasukinya”. Wallahu a’lam bi as Showwab.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!