Monday, May 28, 2018

Ibadah Yang Menipu


Oleh  : Asma Ridha


Perkara ibadah tidak lekang dari keberadaan hati. Dan hati adalah perkara sirr (rahasia) yang tidak satu orangpun bisa memahami apa yang terbetik di dalam hati orang lain. Hati adalah salah satu organ bagian dalam tubuh manusia yang sangat istimewa Allah ciptakan. Walau kecil, namun kedahsyatannya bisa meluluh lantakkan amalan seseorang.


Apa yang ada di hati seseorang bisa merasakan amalannya ikhlas murni hanya untuk Allah SWT, ataukah ingin dipuji oleh orang lain. Sebegitu dahsyatnya Allah SWT berfirman :


فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ


Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Al-Baqarah : 10)


Pada hakikatnya, amalan ddipengaruhi oleh niat. Dan niat itu letaknya ada di hati. Bermaksud untuk Allah ataukah untuk manusia, dirinya dan Allah yang tahu.


إِنَّ الْمُنافِقِينَ يُخادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خادِعُهُمْ وَإِذا قامُوا إِلَى الصَّلاةِ قامُوا كُسالى يُراؤُنَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلاَّ قَلِيلاً (142) مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذلِكَ لَا إِلى هؤُلاءِ وَلا إِلى هؤُلاءِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلاً (143)


Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir); tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.  (An-Nisa : 142-143)


Waspada terhadap jebakan syirik kecil. Dan menjatuhkan derajat seorang muslim pada kubang kemunafikan. Terkadang kita terlalu meremehkan organ kecil ini, padahal dialah yang menyebabkan amalan kita tidak ada nilai di hadapan Allah SWT. Bahkan kita menganggap sudah beribadah. Padahal ibadah kita hanya tipuan belaka.


Rasulullah SAW bersabda :


مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللهُ بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللهُ بِهِ.


“Barangsiapa memperdengarkan (menyiarkan) amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan barangsiapa beramal karena riya’, maka Allah akan membuka niatnya (di hadapan manusia pada hari Kiamat).

[HR. Muslim]


Dalam hadits yang panjang sekali, apapum tidak bernilai di hapadapan Allah SWT sekalipun nyawa dipertaruhkan ketika niat dalam hati untuk berjihad hanya ditujukan kepada wanita dan harta. Apatah lagi amalan lainnya. 


Abu Hurairah r.a juga meriwayatkan, katanya : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Orang pertama yang akan diputuskan pada hari kiamat nanti ialah seorang yang gugur sebagai syahid di medan perang, dia dikenalkan tentang kenikmatan, lalu ia pun mengenalnya. Setelah itu Allah menanya: Untuk apa yang engkau perbuat dalam perang itu? Jawabnya: Saya berperang demi nama-Mu hingga aku mati.  Dijawab oleh Allah: Engkau berdusta, tetapi engkau berperang (dengan niat) supaya dikenal pemberani. Setelah dijawab demikian, kemudian diperintahkan untuk diseret ke neraka dengan tengkurap. Selanjutnya dihadapkanlah seorang terpelajar dan mengajarkan ilmunya serta membaca Al-Qur'an dengan baik. Setelah dihadapkan, dan diperkenalkan akan kenikmatannya, dan ia pun mengenalnya, lalu ditanya: Untuk apa engkau lakukan itu semua? Dijawabnya: Saya pelajari ilmu itu dan saya ajarkannya serta kubaca Al-Qur'an semata-mata demi nama-Mu. Jawab Allah: Engkau berdusta, tetapi engkau belajar ilmu supaya engkau dikenal sebagai seorang alim, dan engkau baca Al-Qur'an supaya dikenal sebagai qori' (ahli baca Al-Qur'an). Setelah itu, kemudian diperintahkannya supaya diseret dengan tengkurap, lalu dilempar ke dalam neraka. Berikutnya adalah seorang yang dikaruniai Allah harta yang berlimpah dan telah mendermakan berbagai macam hartanya itu. Setelah dihadapkan, lalu dikenalkan semua kenikmatannya, dan ia pun mengenalnya, lalu ditanya: Untuk apa semua itu engkau lakukan? Jawabnya: Tiada suatu pun jalan (sarana) yang Engkau anjurkan membelanjai, melainkan pasti saya sumbang, semata-mata demi nama-Mu. Jawab Allah: Engkau berdusta, tetapi engkau lakukan itu semua supaya engkau dikenal seorang dermawan. Setelah semua terjawab, kemudian diperintahkannya supaya diseret dengan tengkurap untuk dilempar ke dalam neraka. (HR. Muslim)


Ramadhan saatnya membersihkan hati, jangan diremehkan syirik kecil ini. Karena dianya pahala puasapun tidak bernilai apa-apa kecuali hanya menahan haus dan lapar saja.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!