Friday, May 25, 2018

"HOROR" Virus LGBT mengancam


Oleh : Siti Ruaida S.Pd


Beberapa waktu terakhir ini yg marak di perbincangkan  masih seputar LGBT. Ketika topik ini dibahas benar-benar membuat bergidik,  bikin merinding dan super ketakutan plus khawatir.


Bagaimana kita tidak ketakutan dan khawatir karena kehororan ini sudah didepan mata. Hal ini memang lagi menjadi perhatian dan mengusik masyarakat , bagaimana tidak kita sebagai anggota masyarakat lebih khusus lagi sebagai orang tua yang memiliki anak-anak yang harus kita jaga dan  pastikan keamanannya dari para predator(LGBT) yang mengancam hingga orang tua , masyarakat dibuat super cemas.


Sang predator anak saat ini bahkan dari orang-orang yang dekat dengan anak kita, bisa dari tetangga , bisa juga orang dekat semisal keluarga, teman atau siapapun seperti penjual  makanan,yang keberadaan mereka ada disekitar lingkungan rumah maupun sekolah dan berinteraksi dengan anak anak kita. Bukan bermaksud untuk mendiskreditkan tapi ini sebagai bentuk kewaspadaan dalam penjàgaan anak anak kita.


Kecemaskan kita sebagai orang tua semakin menjadi  akan bahaya virus LGBT. Kalau dulu kita khawatir anak kita bergaul akrab dengan lawan jenis , sekarang sebagai orang tua juga khawatir  ketika mereka akrab dengan teman mereka yang sejenis , takut tertular atau ditularkan oleh penganut LGBT.


Sebagai orang tua tentu tidak menginginkan   hal negatif ini menimpa anak anak kita.  Dalam menyikapi persoalan ini tentu harus ada kepedulian dari negara. Masyarakat dan orang tua untuk menangkal bahaya LGBT.


Negara harus memberikan jaminan hukum yang melindungi anak-anak  berupa undang undang yang mampu menjaga mereka dari bahaya LGBT. Berupa tindàkan tegas terhadap pelaku LGBT,dengan hukuman yang mampu memberi efek jera bagi pelaku dan mampu mencegah siapapun dari melakukan aktivitas LGBT. 


Peran aktif orang tua dan masyarakat menjadi sangat penting untuk memastikan lingkungan sekitar kita bebas dari LGBT seperti halnya kita menjaga anak-anak kita dari bahaya narkoba.dengan membekali dengan aqidah yang kokoh sebagai benteng pertahanan anak. Anak-anak harus memahami tatacara pergaulan sesuai aqidah Islam agar mereka memiliki pola pikir dan tingkah laku yang Islami dalam menghadapi berbagai persoalan  dalam perkembangan dan pertumbuhan mereka sebagai proses pendewasaan diri.

Pencegahan tentu harus diawali dari rumah kita sendiri, misalnya dengan memposisikan anak sesuai dengan kodrat mereka seperti dalam hal pemberian mainan  terhadap anak laki-laki tentu berbeda dengan anak perempuan. Anak laki laki diberikan alat bermain yang cocok untuk mereka seperti mobil mobilan , jangan diberikan boneka. Kemudian memisahkan tempat tidur mereka jangan sampai mereka tidur dibawah satu selimut meskipun  sesama anak perempuan.Mengenalkan batasan aurat dan memiliki rasa malu apa bila auratnya tidak tertutup secàra sempurna sesuai dengan ketentuan agama.


Ketika mereka sudah dewasa, pembekalan kita sebagai orang tua adalah   menjaga pergaulan mereka , mengontrol pergaulan mereka dan menanamkan nilai nilai agama sejak dini sebagai bekal mereka agar bisa bergaul secara benar dengan menjunjung nilai nilai agama. Semisal tentang mahram dan bukan mahram hàrus mereka pahami supaya mereka bisa menjaga aurat dari orang-orang yang tidak dibolehkan melihat aurat mereka. Batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, haramnya ikhtilat dsb. Hal ini merupakan pembentengan yang bisa diberikan orang tua dàlàm rangka menjaga buah hati agar tetap berada pada jalur yang benar. Mengingat pergàulan  dikalangan remaja saat ini  sangat memprihatinkan terkait dengan maraknya LGBT tadi .Jadi  tentu penanaman aqidah menjadi sangat penting dilakukan oleh orang tua sebagai bekal anak dalam pergàulan. Karena kita tidak mungkin bisa mendampingi merela pull 24 jam untuk mengawasi dan memastikan keamanannya. Bekal aqidahkah sebagai wujud perhatian dan antisipasi ekstra  agar tidak terjangkit virus LGBT dan menjadi korban keganasan perilaku seks menyimpang. Semoga Allah menjadikan kita orang tua yang amanah dalam menjaga anak anak dan semoga Allah selalu melindungi keluarga kita dan negara mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan Undang-Undang yang mampu mencegah dan memberi efek jera sebagai salah satu wujud peri'ayahan negara. Aamiin.


Penulis adalah Guru IPS di MTs Pangeran Antasari Martapura

Member Akademi Menulis Kreatif (AMK)

KALSEL



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!