Wednesday, May 30, 2018

Gosip Yang Berkualitas


Oleh : Asma Ridha


Bulan puasa, terkadang lisan susah banget ngerem. Padahal tahu gosopin orang bakal kurangi pahala puasanya. Apalagi yang berlevel emak-emak, sambil ngabuburit sih niatnya, ngumpul-ngumpul. Tapi bahan bicaraan tak lekang dari ngomongin tetangga. Anak muda zaman now juga ndak kalah hebohnya. Seraaa nikmat banget membicarakan aib orang lain.


Menceritakan aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah atau trendnya zaman sekarang gosip. Karena ghibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat pembicaraan. Aib yang dibicarakan tersebut, ia tidak suka diketahui oleh orang lain. 


Adapun dosa ghibah dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)


Jadi, gosipin orang lain hukumnya dosa. Mending kita gosip yang diizinkan oleh syariat. Lho.. Emang ada? Yup.. Ada gosip yang dibenarkan. Yakni ghibah yang dibolehkan jika ada tujuan yang syar’i. Yaitu dibolehkan dalam enam keadaan sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi Rahimahullah. 


Enam keadaan yang dibolehkan menyebutkan aib orang lain adalah sebagai berikut:


1- Mengadu tindak kezaliman kepada penguasa atau pada pihak yang berwenang. Semisal mengatakan, “Si Ahmad telah menzalimiku.” atau kalimat semisalnya yang menunjukkan adanya kebijakan penguasa yang merugikan masyarakat. Ini sudah level gosip terkeren ngomongin politik banget.


2- Meminta tolong agar dihilangkan dari suatu perbuatan mungkar dan untuk membuat orang yang berbuat kemungkaran tersebut kembali pada jalan yang benar. Semisal meminta pada orang yang mampu menghilangkan suatu kemungkaran, “Si Rahmat telah melakukan tindakan kemungkaran semacam ini, tolonglah kami agar lepas dari tindakannya.”


3- Meminta fatwa pada seorang mufti seperti seorang bertanya mufti, “Saudara kandungku telah menzalimiku demikian dan demikian. Bagaimana caranya aku lepas dari kezaliman yang ia lakukan.”


4- Mengingatkan kaum muslimin terhadap suatu kejelekan seperti mengungkap jeleknya hafalan seorang perawi hadits.


5- Membicarakan orang yang terang-terangan berbuat maksiat dan bid’ah terhadap maksiat atau bid’ah yang ia lakukan, bukan pada masalah lainnya.


6- Menyebut orang lain dengan sebutan yang ia sudah ma’ruf dengannya seperti menyebutnya si buta. Namun jika ada ucapan yang bagus, itu lebih baik. (Syarh Shahih Muslim, 16: 124-125)


Ayo.. Bulan Ramadhan ini "Stop gosip Murahan" sekedar bercerita aib orang lain hanya untuk kepuasan ego saja. Mari rubah gosip kita menjadi gosip yang berkualitas yang sesuai tuntunan syariat. Sehingga rahmat yang akan diperoleh, bukan bencana seumpama memakan bangkai saudaranya sendiri yang telah mati.


Wallahu A'lam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!