Monday, May 28, 2018

Gaji Melambung Tinggi, Rakyat Menggigit Jari


Oleh : Ummu Aqeela


Mantan presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarno Putri resmi menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ketua Umum PDI perjuangan tersebut ditunjuk secara langsung oleh Presiden Jokowi dengan gaji sebesar RP 112jt per bulannya. Dikutip dari website setneg.co.id besaran gaji Megawati tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 42/2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pemimpin, Pejabat dan Pegawai BPIP yang ditanda tangani pada 23 Mei 2018 kemarin. Sementara gaji Presiden sendiri jauh dibawah itu yaitu sebesar Rp 62.740.030 dan Rp 42.160.000 untuk Wakil Presiden. Gaji keduanya disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden.


Sebagai Ketua BPIP,  Megawati dibantu oleh 8 Anggota yang masing-masing mendapatkan gaji berkisar Rp 100jt an. Mereka yakni Mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno, Mantan Ketua Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, Mantan Ketua MA Mahfud MD, Ketua Dewan Majelis Budhayana Indonesia (MBI) Sudhamek, Dosen dan Teolog Kristen Protestan Andreas Anangguru Yewangoe, dan Mayjend Purn Wisnu Baya Tenaya.

( Sumber OkeZoneNews 27/05/2018 )



Terasa kesenjangannya bukan? Disaat hutang Indonesia semakin menumpuk, rupiah kian meroket, dan kemiskinan merajalela pemerintah mengambil langkah yang bisa dikatakan pemborosan. Yang kaya semakin kaya, yang miskin hanya gigit jari melihat keadaan. Pemerintah yang seharusnya mengutamakan kesejahteraan rakyat ternyata lebih mengutamakan kesejahteraan pribadi beserta golongannya. Beginilah jika Kapitalisme mendarah daging di pemerintahan. Para pemegang kuasa berlomba-lomba merauk materi untuk kepentingan diri.


Eksistensi kapitalisme sendiri sebenarnya sudah banyak digugat oleh kalangan masyarakat, karena memiliki efek buruk yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan ekonomi suatu bangsa. Di antara dampak yang ditimbulkan kapitalisme adalah meningkatnya kemiskinan, dan akan membentuk manusia menjadi konsumtif. Dan pada akhirnya, kapitalisme membuat negara miskin dan berkembang sulit bersaing dengan negara maju lainnya. Seperti keadaan Indonesia saat ini.




Segala sesuatu yang terjadi di sebuah negara tergantung dari cara kepemimpinan pemerintahnya. Jika seorang pemimpin lebih mengutamakan ketaatannya kepada Allah niscaya rakyatnya akan sejahtera, berlakupun sebaliknya jika seorang pemimpin lebih mengutamakan ketaatannya terhadap hawa nafsunya niscaya tinggal menunggu kehancuran negara yang dipimpinnya. Dalam Islam adanya pemimpin itu sangat penting dan mempunyai tanggung jawab yang besar. Seorang pemimpin seharusnya bisa berlaku adil dan bisa mengayomi rakyatnya karena pada dasarnya setiap manusia itu pemimpin atas dirinya sendiri dan harus bertanggungjawab dari padanya. Karena itulah seorang pemimpin sejogyanya mengerti tentang pengertian pemimpin itu sendiri, tujuan dan betapa pentingnya tugas pemimpin itu  Dia tak hanya membawa satu orang tapi seluruh warga di bawah kepemimpinannya. Dan segala apapun yang diputuskannya disandarkan kepada Agama dan ketaatannya terhadap ALLAH. Ada riwayat tercatat dalam sejarah Islam yaitu Umar bin Abdul Azis dikenal sebagai seorang pemimpin yang sangat jujur, tidak pernah mau menerima hadiah dari siapa pun. Sesaat setelah ia dinobatkan datanglah seorang konglomerat yang hendak memberikan hadiah kepadanya. Tapi Umar bin Abdul Azis menolaknya dan mengartikannya sebagai usaha penyuapan dan penyogokan. Bertolak belakang sekali dengan era kepemimpinan di jaman sekarang, bukan menolak hadiah tapi malah mengharap hadiah.




Menjadi pemimpin haruslah memberi teladan yang baik agar tidak menimbulkan kesalahfahaman bahkan cacat di mata rakyatnya. Mengedepankan Allah dan Syari'at diatas segalanya.


Wallahu A’lam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!