Tuesday, May 29, 2018

e-KTP Tercecer Bikin Geger


Oleh : Rindoe  Arrayah


       Belum lama ini ditemukan ribuan keping e-KTP yang terjatuh dari sebuah truk di Jalan Salabenda, Kemang, Bogor, dan kemudian dipunguti warga menurut pihak Kementrian Dalam Negeri merupakan e-KTP yang telah rusak.


Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukpacil) Kementrian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh dalam jumpa pers bersama pihak kepolisian di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (28/5/2018), menjelaskan, hasil investigasi timnya bersama kepolisian, dipastikan 6 ribuan keping e-KTP yang tercecer di Jalan Salabenda, Kemang, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu lalu adalah produk gagal atau invalid.


Ribuan keping e-KTP yang termuat dalam lebih dua dus itu terjatuh dari truk engkel saat pemindahan dari kantor Direktorat Jenderal Dukpacil di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ke gudang Kemendagri di kawasan Semplak, Kemang, Kabupaten Bogor (Tribunnews,28/5/2018).


Peristiwa itu akhirnya mengundang pertanyaan. Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) jadi sasaran kritik terkait dengan proses pengawasannya dalam distribusi data kependudukan.


Anggota komisi II DPR dari Fraksi PKS, Sutriyono mengatakan Kemendagri seharusnya lebih mawas diri sebulan menjelang pelaksanaan pilkada serentak gelombang tiga yang dilehat 27 Juni 2018. Ia khawatir adanya peristiwa tercecernya e-KTP rentan disalahgunakan.


"Negara wajib menjaga dan melindungi kerahasiaan dokumen. Meski diduga e-KTP tersebut produk gagal, namun datanya tetap tercantum. Ini sangat mungkin disalahgunakan," kata Sutriyono kepada VIVA, Senin, 28 Mei 2018.


Peristiwa tercecernya ribuan keping e-KTP rusak ini semakin memperpanjang persoalan e-KTP yang belum terselesaikan hingga sekarang mulai kasus hukum, antrean rekaman sampai molornya mendapatkan fisik e-KTP.


"e-KTP ini kan sudah panjang ceritanya. Kemendagri harus bisa lebih mawas soal e-KTP agar tak jadi sorotan," ujar Sutriyono.


       Peristiwa tercecernya e-KTP membuat masyarakat resah. Apalagi ditemukan beberapa e-KTP dengan foto orang yang sama, sementara identitas yang tertulis di setiap e-KTP nya berbeda-beda. Seharusnya negara sebagai pengayom berkewajiban untuk memberikan suasana yang nyaman dan menentramkan bagi rakyatnya. Bukan justru sebaliknya yang terjadi saat ini rakyat dirundung gelisah. 


       Segala problematika yang menimpa negeri ini haruslah dikembalikan kepada syari'at Ilahi sebagai solusi pasti yang tidak diragukan lagi. Hal ini sudah terbukti selama kurun waktu lebih dari 13 abad lamanya disaat syari'at Islam diterapkan di seluruh aspek kehidupan.


Wallahu 'alam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!