Sunday, May 27, 2018

Dunia Tidak Mengenalnya Tapi Langit Memujinya (Bag. 2)


Oleh : Irwansyah


Kondisi belum juga menunjukkan tanda-tanda akan pulih. Padahal ada beberapa agenda yang harus diselesaikan minggu ini. Ada rasa khawatir. Takut agenda tersebut berantakan. But, i have to positive thingking. Karena, Allah senantiasa bersama prasangka hamba-Nya.


Pada tulisan sebelumnya sudah ada yang mencoba menebak siapa yang dimaksud sosok yang kehilangan kedua bola matanya karena mempertahankan keyakinannya. Tapi tebakan mereka masih kurang tepat. 😆


Dari pada penasaran, langsung aja yuk simak kisahnya.


Ia terlahir dari sebuah keluarga yang miskin. Ia hanya seorang hamba sahaya berasal dari keturunan bangsa Roma.


Sejak ia menjadi hamba sahaya, ia kerap kali diperlakukan kasar dan tak berprikemanusiaan oleh tuannya.


Suatu ketika ia berkenalan dengan seorang hamba sahaya yang senasib dengannya. Melalui hamba sahaya itulah aqal mula ia mendapatkan setitik cahaya Islam, karena hamba sahaya tersebut menjelaskan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW. Penjelasan ajaran tersebut membuat hatinya terbuka dan dengan sepenuh hati ia memeluk Islam tanpa sedikitpun keraguan.


Tetapi, tuannya dan masyarakat lingkungan sekitarnya saat itu sangat membenci Islam. Akhirnya, mau tidak mau ia menyembunyikan keislamannya demi keselamatan jiwanya. Shalat, dzikir,  dan membaca al-Qur'an semuanya ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.


Hingga suatu hari, ia dibeli oleh Umar bin Khattab, seorang bangsawan Quraisy yang sangat berpengaruh saat itu. Saat itu, Umar belum memeluk Islam dan terkenal dengan bengisnya sering mencerca Rasulullah.


Umar belum mengetahui keislamannya. Sampai suatu hari, Umar mendengar suara lantunan al-Quran yang keluar dari mulutnya. Marah bukan kepalang, Umar kemudian menghukumnya dengan siksaan yang berat. Umar menyeretnya ke padang pasir, kemudian kaki dan tangannya diikat. Ketabahannya akan siksaan tersebut, tidak sedikitpun membuatnya goyah untuk melepaskan aqidah yang telah ia yakini. Melihat hal itu, Umar kembali menyeretnya ke pinggir kota dan mengikatnya di tiang, dan Umar menyuruh orang lain mencongkel kedua bola matanya sehingga ia buta.


Namun, keimanannya tidak luntur, sekalipun ia kehilangan kedua bola matanya. Ia buta demi mempertahankan aqidahnya. 


Singkat cerita, ia pun dibeli dan dibebaskan oleh Abu Bakar as-Siddiq dari perbudakan Umar. Sejak saat itu ia lebih tekun dalam melaksanakan ajarannya. Dam atas berkat karunia Allah matanya dapat kembali melihat.


Itulah kisah singkat sosok tangguh dari seorang hamba sahaya dalam mempertahankan aqidahnya. Semoga kita dapat meneladaninya. Dialah Zinnirah, seorang muslimah yang tidak terkenal di dunia namun langit memujinya karena keistiqomahannya.


Oke, demikian dulu sob. Udah waktunya saya minum obat dan istirahat. 😊😊


#DiaryRamadhan6

#AkademiMenulisKreatif5


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!