Tuesday, May 22, 2018

Cerita Wanita dan Jodohnya


Oleh : Arifa Hilma, S.Si


Alkisah, ada seorang pengguna medsos, sebutlah namanya Mawar. Mawar memiliki seorang suami, yang pengertian, yang membuatnya tidak lagi membutuhkan apa-apa. Tak heran, Mawar sering membagikan momen romantisnya di medsos. Gombalan suami hari ini, hadiah surprise dari suami, kisah suka dukanya bersama suami, dan seterusnya. Sementara, mari kita tinggalkan Mawar. 

  

Tak beda dengan Mawar, ada juga seorang bernama Melati, sama seperti Mawar, ia juga memiliki suami yang mampu membahagiakannya lahir batin. Ia juga memiliki banyak teman. Banyak. Sesama perempuan. Sebagai perempuan, kebahagiaan rasanya tidak afdhol kalau tidak dibagi. Sayangnya ia hanya membagi bungkusnya. Membagi cerita bahagianya bersama suami. Ia pun ingin teman-temannya merasakan kebahagiaan yang sama juga. Makanya, ia sering mengompori teman-temannya untuk segera menikah. Menurutnya, perempuan belum lengkap kalau belum menikah. Memang benar. Tapi, apa yang sebenarnya Melati lakukan? Apa ia diam-diam mendoakan teman-temannya supaya bisa ikut menyempurnakan agama seperti dirinya?. Sayangnya, ia sekarang sibuk mendoakan kehidupan baru di dalam perutnya.

  

Teman dekat Melati, namanya Lily, ia masih beruntung. Allah masih berbaik hati memberikannya hadiah besar. Kesabaran. Ya, Lily, masih harus bersabar menunggu jodohnya. Jodoh yang tidak hanya membawakan Bunga, tapi bisa membawanya ke surga. Bagi Lily, bisa memiliki pendamping seperti Mawar, juga pasti sangat bahagia. Jujur, Lily sering melihat akun media sosial Mawar. Dan ia tidak bisa bohong, ia juga ingin merasakan kebahagiaan itu. Berfoto bersama sambil berangkulan, sambil memandang, dan juga dikirimi kata-kata romantis setiap hari. Kadang ia suka berpikir, apa akan ada seseorang yang bisa membuatnya bahagia seperti itu?. 

 

 Atau, kalau ia main ke rumah sahabatnya, Melati, ia juga tidak bisa bohong, ketika melihat Melati mengelus-elus perutnya yang mulai membesar, ia merasa agak sedih. Walaupun ia juga bahagia. Melati kelihatannya sudah siap menjadi ibu. Makanya, kelihatan sekali sejak menikah, ia menjadi bijak. Sering menasihati supaya tidak diam saja ketika ikhtiar mencari jodoh atau men-share amalan amalan apa yang bisa memudahkan bertemu jodoh.


Bukannya Lily tidak percaya dengan khasiat amalan-amalan itu, ia sudah melakukannya. Tapi memang jodoh belum kunjung hadir. Ia kadang bingung, apakah ia harus marah kepada Allah yang tidak segera memberinya jodoh?

 

 Sering Lily bertanya sendiri, tentang itu.


Tapi, ada satu keyakinan yang ia dapatkan, rezeki seseorang tidak akan pernah tertukar. Mau bagaimanapun semua orang memaksa memberikannya rezeki, kalau Allah belum menghendakinya, ia tidak akan mendapatkannya. Dan sebaliknya, bagaimanapun semua orang menghalangi rizkinya, kalau Allah yang langsung memberikannya, tidak ada satu orangpun yang mampu menahannya. Dan seberapapun Rizki yang diberikan Allah baginya, yang penting baginya, Allah memberikannya dengan ridho. Sudah itu saja, dan asal Allah Ridha, rasanya diberi ujian seperti ini, masih terasa ringan.


Penulis : Arifa Hilma, S.Si



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!