Thursday, May 31, 2018

Cari Tahu Untuk Akhiratmu!


By : Al Azizy Revolusi

.

Berbeda dengan kemarin, pagi ini cahaya matahari sudah mengintip dari ufuk timur. Semangat beraktivitas menyelimuti diri sejak dini hari. Sejak subuh geliat cuaca menggoda untuk segera melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda di hari kemarin. Mencuci.

.

Ya, hari ini cerah. Meski tak secerah di musim kemarau, cukuplah untuk mengeringkan pakaian yang tergantung di tali jemuran. Kadang, menggunakan pengering mesin cuci jadi pelarian. Masalahnya bukan pada cuaca atau pakaian. Tapi pada diri. Maklum, terbiasa dengan manual, akhirnya bingung dengan yang otomatis seperti ini.

***

Di atas bukan cerita fiktif. Itu realita. Fenomena ketidaktahuan dalam diri manusia adalah realitas. Karena memang tak ada makhluk yang tahu segalanya. Hanya Allah yang maha Mengetahui lagi maha pemberi ilmu pengetahuan.

.

Dalam persoalan dunia saja, ilmu itu sangat penting. Tentang bagaimana memasang gas elpiji di zamann now seolah menjadi keharusan. Tak tahu? "Mati saja", katanya. Mengoperasikan pesawat tanpa ilmu berarti berencana untuk celaka. Ibarat peta, ilmu itu sangat dibutuhkan dalam menentukan apa yang harus dilakukan.

.

Kalo untuk urusan dunia, kita harus tahu. Apalagi dalam perkara akhirat Tentang ibadah dalam hidup sehari-hari, pasti lebih penting untuk diketahui. Di sinilah urgensitas dari cari tahu. Bukan tahu tempe loh ya. Tapi tahu yang berarti ilmu.

.

Mengapa harus cari tahu untuk akhirat?

Karena, pertama; pada dasarnya, syariah telah memberi tuntunan hukum terkait dengan cari tahu ini. Rasulullah telah bersabda:

"Menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim & muslimah" (Muttafaq Alaih)

.

Kedua; ilmu dunia hukumnya wajib, tapi bisa diwakilkan. Dalam arti, jika salah seorang telah expert maka yang lain tidak dapat wajib dicari lagi. Misalnya Ipa, mempelajarinya menjadi fardhu 'ain kalo memang tak ada ahli biologi di sana. Dan akan menjadi mubah apabila sudah ada yang master di bidang tersebut.

.

Ketiga; Ilmu akhirat juga wajib. Namun sifatnya adalah fardhu 'ain. Tak bisa diwakilkan. Misalnya perihal ibadah puasa. Gak ada ceritanya kalo yang lain sudah puasa, maka kita nda wajib lagi. Sebab, di akhirat itu kita bakal nafsi-nafsi, ngurus diri masing-masing dan dihisab sendiri-sendiri.

.

Olehnya itu, mencari tahu tentang ilmu akhirat (baca; agama) tak boleh ditunda. Salah satu syarat diterimanya amal kita adalah ketika caranya sesuai dengan aturan Islam. Lah, gak kebayang kalo ilmunya gak ada, trus gimana caranya tahu yang sesuai syariat itu? Jangan sampai amal kita yang niatnya sudah benar menjadi sia-sia disebabkan kekeliruan cara karena tak tahu akan hal ini.

.

So, cari ilmu tentang duniamu but jangan lupa cari tahu untuk akhiratmu![]

.

.

Puosu, 18 Mei 2018


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!