Wednesday, May 30, 2018

Cantik itu Taqwa


Oleh : Fitriani S.Pd


Cantik. Satu kata yang di impikan oleh kaum hawa hari ini. Hal ini semakin di perkuat dengan menjamurnya berbagai iklan kosmetik dan alat kecantikan di berbagai media. Belum lagi salon-salon kecantikan yang ada dimana-mana. Bahkan susuk kecantikan terkadang tak tanggung-tanggung dipakai, agar gelar cantik itu diperoleh. Tentu saja, cantik yang dimaksud disini ialah ia yang memiliki hidung mancung, tubuh tinggi semampai, body proporsional dan ideal, kulit putih mulus, dan lain-lainnya. 


Cantik juga biasanya disematkan kepada mereka yang punya kekasih tak halal yang biasa disebut dengan istilah pacar. Kalau tak punya pacar biasanya mereka yang wajahnya standar. Padahal mereka bukan karena tak cantik, tapi karena memang menunggu sosok yang serius untuk datang menemui ayahnya.  


Tentu saja, ketika berbicara tentang perempuan, maka pasti ia identik dengan seabrak tetek bengeknya. Ada Kosmetiklah, alat pelangsinglah, penggemuklah, pemutihlah, dan lain-lainnya.


Makanya eh makanya si hawa ini biasanya rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk memperoleh kecantikan. Lebih suka menghabiskan waktu di salon dibanding kursus masak misalnya. 


Everything is possible untuk dilakukan agar mendapatkan sematan cantik dimata manusia. 

Karena memang, kecantikan hari ini adalah segalanya.


Tidak apa-apa umbar aurat asal cantik. 


Tidak apa-apa tabarruj alias bermake up 10 sentimeter asal cantik, dan lain-lain sebagainya.


Dalam seketika, cantik seolah menjadi kefokusan dan tolak ukur utama.


Lantas, bagaimana cantik menurut Islam?


Apakah kudu memenuhi kriteria cantik yang disebutkan diatas? Body proporsional, hidung mancung dan segala tetek bengeknya itu, atau gimana? 


Sebenarnya, jika kita telusuri lebih dalam, maka kita akan dapati bahwa paham yang menganggap cantik adalah segala-galanya itu adalah hasil didikan paham sekuler. Ya, Sekuler tentu bukan nama makanan  apalagi nama make up. Melainkan, ia adalah paham dimana standar agama Islam tentunya, tidak dilibatkan dalam kehidupan sehari-hari. Termaksud dalam menentukan standar cantik itu sendiri.


Cantik dalam Islam


Dalam Islam, kecantikan fisik  bukanlah apa-apa. Yang harus perempuan muslimah sadari ialah ketaqwaanlah nilai-nilai utama yang wajib dikejar, bukan kecantikan. 


Karena itu, daripada waktu kita habis memikirkan polesan make up, diet or menggemukkan badan, lebih baik kita gunakan untuk bersibuk diri memikirkan bekal iman. Karena malaikat pencabut nyawa tidak hanya mencabut nyawa mereka yang kurang cantik atau jelek, melainkan rata kesemua makhluk Allah baik ia cantik atau tidak.


Apalagi, cantik fisik itu memang tidaklah abadi. Semua manusia baik laki-laki atau perempuan, kelak akan menua dan berkeriput jua. Itu pun jikalau dikasih umur panjang.


Karena,  kalau matinya mati muda, wajah yang dipoles siang dan malam, badan yang dijaga biar tak kurus atau tak gemuk, hanya akan menjadi santapan-santapan cacing didalam kubur. Naudzubillah.


Muslimah taqwa adalah ia yang selalu mengucap syukur atas nikmat Allah SWT. (Al-Baqarah :152).


Lidahnya terjaga dari cacian, umpatan, olok-olokan, dan kata-kata kotor yang menyakitkan hati. Matanya bening, terjaga dari hal-hal yang haram untuk dilihat. Hatinya senantiasa siap menerima kebenaran dan keimananan. Tak rasa iri dengki, sombong dan hasud seincipun dalam hatinya. 


Muslimah cantik itu ialah dia yang selalu mengenakan pakaian taqwa ( Al-A'raaf :26 ). Ya, pakaian yang senantiasa melindunginya dalam setiap waktu dan kesempatan. Pakaian dinasnya ketika keluar rumah. Juga, pakaian yang membedakannya dengan wanita rendahan. 


Ialah jilbab dan kerudung ( Al-Ahzab:59 dan An-Nur :31). Semoga kita tidak termaksud muslimah yang fokus percantik diri, melainkan fokus percantik amal.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!