Tuesday, May 29, 2018

Buka Bersama Hadiah Syurga, Bisa?

 

Oleh:  Fildareta F. Auliyah, S.Pd

Komunitas Smart with Islam Jember



Ramdhan tiba, ramadhan tiba, ramadhan tiba... marhaban ya ramadhan..


Eh,bacanya biasa aja, nggak pake nyanyi ya guys..


Alhamdulillah ya sekarang sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah nih. Bulan mulia yang bisa kita jadikan momen untuk menambah ketakwaan kita sebagai seorang Muslim. Ngomong-ngomong bulan ramadhan nih, pasti dong erat kaitannya dengan istilah bersama, mulai dari tadarus bersama, buka  bersama, bahkan nih sampai ada yang sahur bersama. Kalian udah punya jadwal buka bersama belum?


Buka bersama ini biasanya dijadikan tujuan untuk reuni dengan teman-teman sekolah dulu. Maksudnya sih biar tetep menjalin tali silaturrahmi. Eits,tapi... benarkah begitu adanya? Atau buka bersama hanya sekedar ngikutin tren aja? Yuk kita kupas satu persatu fakta terkait buka bersama atau biasanya disingkat bukber ini.

Karena bulan ramadhan ini yang mengagendakan bukber hampir semua orang, tentunya tempat-tempat makan pada rame. Nah, pastinya kalau datengnya mepet waktu berbuka, ngga bakal kebagian tempat. Alhasil, demi dapet tempat yang sesuai harapan, kita rela dateng sejak pukul 4 sore. Kira-kira, sholat Asharnya ketinggalan nggak ya? 

Ketika sudah dapat tempat yang pas, tinggal nunggu adzan Magrib. Apa aja yang dilakukan? Pasti dong ngobrol dan saling cerita. Namanya juga reuni, nggak mungkinkan nunggu adzan sambil diem-dieman kaya patung he..he..he.. Kira-kira, yang dijadikan bahan obrolan apa nih guys? Saling menasehati demi kebaikan, atau jangan-jangan malah bergosip? Nahh loooo...

Allahu Akbar.. Allahu Akbar... Alhamdulillah adzan Magrib telah berkumandang. Waktunya berbuka, makan-makan, minum-minum, ngobrol-ngobrol. Makannya sudah selesai, ceritanya lanjut dong. Sampai akhirnya... Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Loh, kok sudah adzan lagi? Akhirnya sholat wajibnya terlewat lagi. Astaghfirullah...

Belum lagi nih ya guys, bukber temen sekolah rawan banget terjadinya campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat). Syukur-syukur kalau dulu sekolahnya khusus laki-laki atau khusus perempuan saja. Kalau tidak? Gawat nih guys, berapa banyak hal yang ternyata tanpa kita sadar telah melanggar Syariat Islam. Naudzubillah...

Bukber kok banyak mudhorotnya sih? Berarti kita nggak boleh bukber dong? Tenang..tenang.. Jangan asal ngjudge bukber haram, kasihan dong bukbernya. Jadi begini, karena kita adalah orang Islam, otomatis semua perkara dalam kehidupan kita harus sesuai dengan hukum Islam. Hukum asal buka bersama adalah mubah atau boleh. Asal, serangkaian acara bukber itu sesuai dengan hukum Islam.

Islam memiliki 5 hukum, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Sehingga, bukber yang hukum awalnya boleh (mubah) jangan sampai membuat kita lalai dengan meninggalkan perkara yang wajib, yaitu sholat dan dakwah (menyeru pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran). Karena jika itu yang terjadi, bukan pahala yang kita dapatkan melainkan dosa. Iihhh, ngeri kan..

Terus gimana dong biar bukber kita nggak bikin dosa? Gampang kok guys. Pertama, pastikan bahwa bukber kita nanti tidak ada unsur campur baur antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi ikhtilat. Karena ikhtilat ini jelas-jelas dilarang oleh agama kita tercinta. Kedua, pembicaraan yang ada jangan sampai dijadikan ajang menggunjing, menggibah, mempermalukan orang lain, atau bahkan dijadikan ajang untuk menyombongkan diri. Bicarakanlah yang baik-baik, misalnya saling menasehati, saling mengajak untuk berbuat kebaikan, dsb. Ketiga, dahulukan sholat Magribnya ya guys. Nggak masalah kok kalau nantinya kita dapat tempat duduk yang tidak sesuai harapan, asal perkara wajib tetap kita dahulukan. Keempat, yuk luruskan niat datang bukber ini benar-benar untuk silaturrahmi dan untuk menebar kebaikan. Bukan karena lagi tren ataupun hanya untuk ajang pamer foto-foto makanan di sosmed ya guys.

Terakhir nih yaa.. Agar bukber kalian bisa bernilai pahala, ada baiknya bukbernya barengan sama temen hijrah. Aku nggak punya temen hijrah, gimana dong? Gampang kok. Kalian tinggal datengin aja majelis-majelis ilmu atau kajian-kajian Islam dan temukan sahabat taatmu di sana. So, yuk ngaji!



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!