Monday, May 28, 2018

Bolehkah Dosen (ASN) Mengkritik Penguasa ?


Oleh : Ipulsanggala


'Bicara' nampaknya menjadi hal yang sulit hari ini, pemasungan terhadap pemikiran nampak begitu jelas, Ancaman demi Ancaman terus saja  hadir, Apalagi yang dibicarakan adalah upaya untuk menguraikan kebatilan Rezim.


Bila itu terus dilaksanakan maka persekusi dan intimidasi adalah hadiah tercepat yang didapatkan, Alat rezim bergerak massif mencemarkan profil ditengah netizen latah demi meraih legitimasi palsu.


Beberapa kasus Seperti tersebarnya kritik dalam bentuk visual design dari para dosen  Akademisi disalah satu PTN terhadap upaya kesewenang-wenangan rezim dalam mencabut  Status BHP salah satu ormas Islam, dinilai sebagai sebuah kesalahan karena mengandung dukungan terhadap radikalisme


Lihatlah bagaimna kebebasan Akademik terpasung di negeri pengagum demokrasi, akademisi dan manusia-manusia cerdas di universitas di takut-takuti oleh bayang-bayang tirani yang selalu menyergap bila para guru besar itu berteriak tentang kebathilan cara bernegara para penguasa


hakekat menyampaikan pendapat baik berupa lisan maupun tulisan adalah hak bagi setiap warga negara apalagi bila ia adalah orang yang dianugerahkan ilmu pengetahuan yang lebih oleh Allah SWT, bukan sekedar boleh tapi wajib karena Aktivitas tersebut bagian dari Amar Maruf nahi mungkar.


Status Dosen dan ASN yang merupakan Aparatur sipil negara diframing sebagai seorang yang tak boleh melempar kritik disebabkan mereka digaji dan dibayar oleh pemerintah maka sebagai konsekuensi.nya ia dipaksa tunduk untuk mengikuti segala sesuatu yang sudah menjadi kebijakan rezim. wacana tersebut dibantah oleh Prof. Daniel Moh. Rasyid dalam Artikel "Surabaya Menggugat" ia Menyatakan "Saya bersikap bahwa kesetiaan Saya tidak pada Pemerintah yang sedang berkuasa, tapi pada negara dan konstitusi. Perkembangan wacana publik cenderung mengaburkan perbedaan esensial antara Negara dan Pemerintah".


Untuk itu Negara Perlu menghargai kritik dari siapapun apalagi kritik itu datang oleh mereka yang telah dilantik sebagai guru besar, negara tak perlu takut karena upaya mengkriminalkan kritik adalah bagian dari memperkokoh kediktatoran.


bila kediktatoran itu bersarang dipucuk kekuasaan, maka kampus tak perlu melaksanakan desentralisasi kediktatoran walaupun berat seperti tandukan banteng yang keras menimpa, kampus harus terus berupaya melalui dosen dan mahasiswa untuk mensterilkan kehidupan akademik dari tekanan politik kekuasaan


Ipulsanggala

Penghuni Bumi Allah


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!