Wednesday, May 23, 2018

Blunder Rekomendasi Kemenag


Oleh : Afaf Nurul Inayah

     

Baru - baru ini Kementrian Agama ( kemenag) telah merilis 200 penceramah atau mubaligh kepada masyarakat. Mentri Agama mengungkap bahwa ide mengeluarkan rekomendasi daftar da'i berawal dari aspirasi masyarakat yang kerap menanyakan seputar nama-nama penceramah yang layak memberikan tausiah.


         

Menurutnya pada tahap awal, kemenag merilis 200 daftar nama dan tidak sembarang memilih mubaligh dan hanya yang memenuhi tiga kriteria saja, yaitu; mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, mempunyai reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. (Jawa pos.com 19/5/2018).


         

Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat, pasalnya ada beberapa da'i terkenal dan disukai masyarakat yang tidak masuk daftar rekomendasi kemenag, diantaranya Ustadz Abdus Somad lc, MA,  Ustadz Adi Hidayat lc, ustadz Bachtiar Nasir, ustadz Haikal Hasan, KH Tengku Zulkarnaen, dan ustadz Khalidz Basalamah.


        

Beberapa tokoh juga meminta agar kemenag mencabut daftar ulama yang direkomendasikan pemerintah karena dinilai menimbulkan masalah, bersifat diskriminatif, dan juga menimbulkan kegaduhan antar anak bangsa. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut bahwa rekomendasi 200 mubaligh blunder, keputusan itu merupakan politik pecah belah. "Itu politik belah bambu, terhadap ulama, terhadap anak negri, 200 diambil yang lain dipijak" (Tempo.co. Jakarta 21/5/2018).


         

Islam sebagai agama yang sempurna telah mengajarkan kepada     kita bahwa tugas dakwah adalah kewajiban setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing- masing. Firman Allah SWT dalam surat ali imron : 110 yang artinya: "Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah SWT".


       

Adapun para ulama keberadaanya adalah sebagai pewaris/ penerus para nabi untuk mendakwahkan islam dan  memahamkan umat. Rasulullah SAW  bersabda: " Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi, sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak. ( HR. At- Tarmidzi, Ahmad, Ad Dimiri, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al -Hakim dan Ibnu Hibban). Wallaahu a'lam.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!