Tuesday, May 29, 2018

Beribadalah Hanya Kepada Allah


Oleh : Rut Sri Wahyuningsih

Ibu Rumah Tangga dan Anggota Rvowriter Sidoarjo


Membaca terjemah Quran surat Ghafir ayat 10-12 sungguh hati ini bergetar. Allah menggambarkan bagaimana kebencian Allah kepada penghuni neraka jauh lebih besar daripada kebencian kita kepada diri sendiri. Padahal selama hidup di dunia manusia cenderung memilih mencintai diri sendiri bukan membencinya. Lebih memilih mengamankan dirinya daripada menghadapi kesulitan dan ujian. Kemudian Allah sama sekali tidak berbelas kasih dengan berfirman," Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya..." 


Duhai...alangkah besarnya cemburu Allah, hingga ketika ahli neraka itu bertanya," ...lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan( bagi kami) untuk keluar ( dari neraka)?" Allah tidak menghiraukannya. Bagi Allah keadaan mereka saat itu adalah yang terbaik. Kepercayaan mereka di dunia terhadap apa yang Allah haramkan telah mengantarkan mereka ke tempat hina itu, lantas apakah Allah akan mencabut ketentuannya? Tentu tidak!


Ramadhan tahun ini kembali kita di uji dengan lapar dan haus. Tidak hanya itu, kita juga di uji sudahkah kita menolak ketika Allah dipersekutuka n? Seberapa optimalkah kita ketika mengusahakan agar benar- berada di jalan Laa ila ha iIlalah?


Ayat-ayat Allah tidak mungkin berlalu begitu saja jika kita mengaku sebagai orang yang beriman. Namun sebaliknya, menjadi pecutan yang keras untuk kita tidak biasa-biasa saja. Jika syahadat sudah cukup meyakinkan Allah akan ketinggian keimanan kita, bisa jadi para mualaflah juaranya, karena mereka yang secara langsung mengikrarkan syahadat ketika mereka masuk Islam. Tapi ternyata Allah menghendaki yang lain, bahkan lebih. Apakah kita mampu? Jelas! Bukankah Allah sudah memberitahukan bahwa cinta kepada diri sendiri yang berlebihan akan membuat kita masuk neraka? Maka cintailah Allah melebihi dirimu agar engkau selamat dunia akhirat.


Inilah yang sejatinya menjadi penghambat cinta kita kepada Allah tidak bisa totalitas. Yaitu menganggap diri kita tak akan mampu melampaui batas kemampuan kita maka kita memilih diam di rumah, banyak alasan di lontarkan hanya agar zona nyaman tidak dilanggar. Kegiatan mentaddaburi Alquran  terbatas pada membaca dan menghapal. Padahal, jika mau menerapkan akan lebih berkah. Menjadi muslim yang taat menunggu " moment" yang pas, beranggapan menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat adalah sesuatu yang riya dan lain sebagainya. 


Padahal jika kita mau melihat hari ini, berapa banyak mereka yang mengaku muslim tapi berdiam diri dalam sistem yang haram? Padahal Allah mengecam mereka yang percaya( diam) ketika Allah dipersekutukan. Penguasa yang di pundaknya semestinya ada periayahan kepada umat,lebih memilih zona nyamannya berada di bawah penguasanya yang lebih tinggi yaitu kaum kufar. Ulama yang semestinya di lisannya terucap kalimat-kalimat yang haq kini beringsut mengamini apa kata penguasa yang lebih tinggi darinya yaitu kaum kufar. Maka Baldatun ghofurun memang hanya akan jadi isapan jempol.


Ketika Islam di hina, di sudutkan dengan label teroris kita diam. Bahkan beramai ramai mengambil Islam jalan tengah( wasatiyyah) agar keadaan " lebih aman"...coba sedikit jeli, ide ini adalah kufur, Islam dibagi- bagi sekendak hati. Padahal Allah hanya meridhoi agama yang satu yaitu Islam. Bukan moderat, bukan radikal, bukan wassatiyyah, bukan  fundamental, bukan islam-islam yang lainnya jika masih ada...tapi satu, Islam yang di bawa oleh Rasulullah saw.


Bulan Ramadhan yang berkah ini, hendaknya kembali kita bermuhasabah, sudahkah optimal kita mengupayakan cara-cara penghuni surga atau cara-cara penghuni neraka? 


Ramadhan ini bulan perjuangan, memberitahukan kepada dunia, bahwa Alquran adalah petunjuk dan penjelas mana yang haq dan mana yang batil. Bulan perjuangan yang hendak memberitahu dunia, bahwa jika kaum muslim hanya beramal dengan Alquran, bukan yang lain. Dan bahwa identitas muslim tidak ada yang lain selain taat kepada Allah semata. 


فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). Qs Gafir: 14

Wallahu alam biashowab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!