Tuesday, May 29, 2018

Bekal ‘Pulang Kampung’


Oleh : Arinta Kumala Verdiana

 

Ramadhan sudah hampir separuh jalan. Lebaran semakin dekan nih. Orang-orang perantau biasanya seneng banget kalau sudah mendekati lebaran. Hayo yang perantau angkat tangan !. Kalau ditanya kenapa seneng banget kalua lebaran semakin dekat, pasti jawabannya sama. Yaph karena mau pulkam alias pulang kampung. Bener kan ?!.

Kita di dunia ini juga bakal ‘pulang kampung’ lho. Pulang kampung kemana ya ?. Pulang kampung ke akhirat. Itulah kampung kita sesungguhnya. Di sanalah kita akan kekal untuk tinggal.  Di dunia ini kita ibarat perantau saja. Hanya sementara. Ibarat mampir  minum saja. Suatu saat, cepat atau lambat kita akan kembali ke ‘kampung akhirat’.


Ada dua tempat kembali yang menjadi pilihan kita di dunia. Yaitu surga dan neraka. Sebagaimana firman Allah swt “Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka” (TQS. Shaad [38]: 49-50).  Dan juga firman-Nya dalam QS. Ali Imran [3]: 151) “Tempat kembali mereka adalah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang zalim”. Tinggal kita mau memilih surga yang penuh kenikmatan ataukah neraka yang penuh siksaan. Kitalah yang memilih dan berusaha mendapatkan pilihan kita itu selama di dunia. Kitalah yang mempersiapkan bekal agar kita sampai pada ‘kampung’ yang kita tuju. 


Kalau pulang kampung waktu lebaran tentunya ada hal yang selalu dilakukan oleh orang kebanyakan. Yaitu mempersiapkan bekal untuk pulang kampung. Mulai dari oleh-oleh untuk keluarga entah itu makanan-makanan lebaran, atau pakaian, atau uang saku dan lain-lain. Dan kita akan berusaha mempersiapkan sebaik-baiknya semua bekal yang kita bawa. Bahkan bisa jadi kita sudah menyiapkan jauh-jauh hari dengan membuat daftar apa saja yang bakan kita bawa. Lalu mengalokasikan budget tersendiri. Dan packing dengan rapi semua bekal kita termasuk memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal.


Nah kalau untuk pulang kampung saat lebaran saja kita mempersiapkan bekal sebaik-baiknya. Maka tentu untuk ‘pulang kampung’ ke akhirat yang kekal tentunya kita harus mempersiapkan bekal yang jauh lebih baik. Lalu apa bekal kita untuk ‘pulang kampung’ ke akhirat ?.  Bekal pulang kampung kita adalah amalan-amalan sholih kita.  Amal sholih adalah perbuatan baik, yakni perbuatan yang diwajibkan, disunnahkan, dan dibolehkan dalam ajaran Islam. Perbuatan tersebut mendatangkan manfaat bagi dirinya ataupun orang lain. Atau amal sholih bisa kita definisikan sebagai pelaksanaan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.


Maka untuk mengumpulkan bekal ‘pulang kampung’ ke akhirat, dan tujuan yang kita tuju adalah surga, kita harus berusaha mengumpulkan amalan-amalan sholih sebanyak-banyaknya. Yaitu dengan berusaha menjalankan segala perintah-Nya (baik yang wajib, dan ditambah dengan yang sunnah), dan menjauhi segala larangan-Nya. Serta berusaha memilih mubah yang bermanfaat, meninggalkan mubah yang tidak bermanfaat dan berusaha meninggalkan yang makruh.


Persiapan Bekal ‘Pulang Kampung’ Butuh Ngaji

Mempersiapkan bekal ‘pulang kampung’ ke akhirat itu kita bicara tentang syariat yang harus kita jalankan sebagai hamba Allah. Nah berarti ketika kita mau mempersiapkan bekal yang sebaik-baiknya untuk kembali ke ’kampung akhirat’ maka kita harus memahami syariat Allah yang harus kita jalankan. Dan satu-satunya metode agar kita bisa memahami syariat-Nya Allah adalah dengan mengkaji Islam kaffah. Dengan mengkaji Islam maka kita akan memahami dengan baik apa saja kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba Allah dan larangan-larangan Allah yang tidak boleh kita tabrak. Nah jika kita sudah mengkaji Islam secara kaffah tinggal bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan kita guna mendapatkan sebaik-baik bekal ‘pulang kampung’ ke akhirat yaitu ke surga. So, sudah siap untuk ‘pulang kampung’ ?. Harus siap !. Wallahu a’lam bi as Showwab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!