Wednesday, May 30, 2018

Barisan Emak-Emak Militan nan Sholeha


Oleh: Fatimah Azzahra, S.Pd


Istilah BEM, biasanya disematkan pada para anggota himpunan mahasiswa, karena sebenarnya BEM adalah singkatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa. Namun, muncul istilah baru, ketika seorang emak-emak mantan aktivis yang diciduk kepolisian karena dianggap melakukan hatespeech terhadap pemerintah, tahun 2017 lalu. Barisan Emak-Emak Militan muncul ke permukaan karena menganggap mahasiswa sekarang tak lagi berani menyuarakan kebenaran. Jadi, para emak-emak pun ambil peran, untuk menyuarakan kebenaran. Mahasiswa sekarang dianggap terlalu sibuk nonton talkshow, juga acara komedian di stasiun tv. Duh, sedihnya. 


Baru-baru ini, para BEM, Barisan Emak-Emak Militan, kembali menampakkan perannya yang tak bisa diremehkan. Barisan Emak-Emak Militan kota Baru Parahyangan berhasil mengagalkan rencana ormas-ormas tertentu yang mengatasnamakan warga Bandung Barat, untuk membatalkan kajian ustadz Felix Siauw. Kajian ustadz Felix Siauw yang diadakan di masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan Bandung pada tanggal 23 Mei lalu,  sempat mendapat penolakan dari sebagian kecil kelompok orang. Namun, hal ini  tidak menyurutkan panitia untuk tetap menyelenggarakan kajian tersebut. Terlebih alasan penolakan tersebut tidak bisa diterima secara logis maupun hukum. Selain daripada itu, antusiasme warga Bandung yang ingin mendengarkan kajian ustadz Felix Siauw jauh lebih banyak dibanding oknum masyarakat yang menolaknya (mediasiar.com, 23/5/2018).

Warga berduyun-duyun datang memadati kajian, sampai meluber keluar masjid. Mereka yang datang seolah ingin membenarkan dan membuktikan bahwa kajian Islam bukanlah sesuatu yang harus diwaspadai atau ditakuti apalagi sekarang tengah bulan Ramadan. Pahala yang Allah berikan ketika kita ikut kajian Islam pun berlimpah ruah. Semoga pahala yang besar pun mengalir bagi para emak-emak militan nan sholeha yang sudah menanggung beban tekanan, namun bisa tegar sampai acara beres digelar. Bahkan mengajak para bapak, pihak MUI, kemenag dan polisi untuk ikut mengawal jalannya acara kajian. Diceritakan oleh Ustadz Felix melalui akun medsosnya, hadir juga ustadz Hanan Attaki yang ikut hadir dan mengawal kajian ini, juga Bandung Fighting Club, FPI Bandung Raya, Persis, Kokam Muhammadiyyah, da lascar-laskar muda Islam lainnya. 


Masyaallah. Indahnya persatuan dalam bingkai Islam. Walau berbeda-beda ‘bendera’ kelompok tapi semuanya sepakat untuk menyemarakkan kajian, bukan membubarkan. Tapi, sejatinya terlihat peran para Emak Militan yang luar biasa. Di tengah kesibukannya mengurus anak, suami tercinta, juga rumah tangga, tak jadi alasan untuk tidak berkontribusi dalam dakwah islam. Dengan segala upaya para emak-emak, mampu menggerakkan para bapak-bapak dan pihak lainnya untuk melindungi kajian Islam. Dan memang Allah pun tak pernah membebani kita dengan kewajiban yang tak sanggup kita lakukan. Dengan kata lain, jika Allah wajibkan dakwah untu semua manusia, termasuk emak-emak yang sibuk dengan urusan rumah tangganya, pasti Allah tahu kalau kita, emak-emak, sanggup menjalankan kewajiban itu dengan sebaik-baiknya. Terbukti dari kasus ini, walau ditekan oleh ormas tertentu, para emak militan yang menjadi panitia akhirnya bisa menggelar kajian bahkan sukses karena peserta kajian membludak. 


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” (TQS. Al Baqarah ayat 286).


Semoga Qur’an Surat Muhammad ayat 7 ini menjadi motivasi kita untuk bergerak optimal seperti para emak-emak di atas. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.


Kalau Anda belum jadi emak-emak, jangan mau kalah dengan para emak militan nan sholehah ini. Kalau Anda adalah emak-emak, mari belajar jadi emak militan dan sholeha. Biar Allah yang menolong semua urusan kita dan meneguhkan kedudukan kita di dunia.

Wallahua’lam bish shawab 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!