Saturday, May 26, 2018

BAHAGIALAH AGAR BISA MEMBAHAGIAKAN (Bag. 1)


Oleh : Nur Baya


Defenisi bahagia menurut KBBI adalah keadaan senang dan tenteram atau terbebas dari segala hal yang menyusahkan.


Hal-hal yang nampak sederhana namun benar-benar sukses jaya mendatangkan kebahagiaan yang istimewa adalah ketika Anda tengah mengalami kebelet pipis berjam-jam (entah dalam perjalanan atau sedang berada dalam forum pertemuan) lalu kandung kemih sudah mengalami over load yang mengakibatkan berdiri tegak saja rasanya sudah tak sanggup layaknya sikap berdiri sempurna saat upacara bendera.


Dan saat-saat kritis menampung urin yang sebenarnya sedari tadi ada alarm panggilan alam menemukan tempat berlabuhnya berupa kamar mandi atau toilet. Ambooooooyyyyy bahagianya menuntaskan hajat yang tercancel berjam-jam. Benar apa benarrrr??? 😉😉😉


Lalu episode bahagia berikutnya bisa dirasakan oleh ibu-ibu yang menanti persalinan. Bukankah semakin mendekati pembukaan 10 dalam episode kala 1 menanti masa transisi ke episode kala 2 rasa sakit yang menghunjam makin dalem, makin heboh dan makin tak tertahankan????


Perih bertubi-tubi dan sakitnya double-double Jendral!!!!

Tapiiiiiii... Tatkala kepala sudah brojol dan lahir sampai leher bayi? Alamaaaaaakkkk berasa berhasil melewati masa konstipasi berabad-abad. Ibu-ibu Endonesah yang punya pengalaman partus pervaginam pasti lagi senyam senyum sendiri 😊😊.


Tak perlu menunggu badan bayi lahir seluruhnya untuk menghalau perasaan sakit yang menjadi-jadi ketika masih berada di fase laten menuju fase aktif. Tanpa ba bi bu be bo, saat kepala bayi melongok manja, rasa sakit seketika terbang melayang meski tak ada komando, melanglang buana entah ke mana. Hehehe.


Lalu setelah seluruh badan bayi lahir dan terdengar tangisan perdananya di alam semesta ini maka rasa haru dan bahagia menyeruak memenuhi rongga dada.


Masih banyak lagi contoh-contoh case yang mendatangkan kebahagiaan, misal bertemunya orang tua dengan anak yang diculik. Ketemu alamat yang dicari setelah nyasar muter-mutar bak gasing.


Kepala berjumpa dengan bantal setelah mengantuk tingkat dunia persilatan. Kerongkongan bersua dengan air setelah didera dahaga berkepanjangan.


Pasangan yang menikah dengan asbab saling mencintai. Grup bola andalan menang di lapangan hijau. Naik pangkat, mendapat promosi jabatan. Lulus di salah satu perguruan tinggi impian atau berhasil meraih gelar akademik di kampus ternama.


Seperti itulah hukum kausal kebahagiaan yang lumrah terjadi dan semua orang mampu merasakannya ketika mengalami hal yang serupa.


Namun ada jembatan menuju bahagia yang anti mainstream.Jika Anda sudah berada atau sedang menuju tahapan level tersebut maka berbahagialah! 


Anda layak merasakan kebahagiaan yang melekat demikian erat, memanen rasa bahagia dengan cara yang tak lazim, dan tidak semua orang mampu mendaur ulang rasa yang tercipta menjadi rasa yang melegakan jiwa.


Simak insya Allah besok yaaaahhh, semoga kita bisa naik level bareng-bareng.


**Nurbaya Tanpa Siti

 

Ket :

Dalam fase persalinan terbagi 4 kala.

Kala 1 : masa ketika seorang ibu dalam proses menjelang persalinan dimulai ketika muncul his secara teratur (pembukaan 1) sampai pembukaan lengkap (pembukaan 10).


Kala 2: Dimulai ketika pembukaan lengkap sampai lahirnya kepala bayi.


Kala 3: Saat kepala bayi lahir sampai lahirnya plasenta (ari-ari).


Kala 4: Setelah plasenta lahir sampai 2 jam post partum (2 jam setelah melahirkan).


Fase laten : pembukaan 1 - pembukaan 3.


Fase aktif : Pembukaan 4-10.


Konstipasi : Sulit buang air besar.


Partus pervaginam : Persalinan normal tanpa operasi.


Over load : Kapasitas berlebihan


Urin : Air seni


Case : Kasus


Hukum kausal : hukum sebab akibat.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!