Monday, May 28, 2018

Bagaimana Sepantasnya Pemimpin? Ini kata Praktisi Parenting!


Ditulis oleh Ustadzah Yanti Tanjung :


Seorang penguasa  pantasnya memang tidak menerima gaji karena ia menerapkan hukum Allah dalam mengurusi rakyat, upahnya dari Allah melebihi gaji. 


Tersebutlah khalifah Abu Bakar Ashshiddiq walau menjadi penguasa tetap berdagang memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena kesibukan mengurusi rakyat sehingga sulit waktu baginya berdagang khalifah Abu Bakar mendapatkan tunjuangan dari negara khilafah cukup untuk menghidupi keluarga dan negarapun memberikannya seekor unta untuk dikendarai yang kelak ia kembalikan kepada negara. 


Satu kisah istri khalifah Abu Bakar ingin membuat manisan, maka menabunglah sang istri, menyisihkan sedikit demi sedikit tunjangan negara yang diberikan kepadanya.


Setelah merasa cukup untuk membeli manisan maka disampaikanlah kepada khalifah maksud hatinya. Namun apa yang terjadi khalifah Abu Bakar mengatakan, " Wahai istriku jika kita bisa menabung untuk membeli manisan maka kembalikanlah harta itu kepada baitul mal dan mulai bulan depan tunjangan buat keluarga kita dikurangi."


Demikianlah sikap kepantasan sang khalifah yang tidak ingin memanfaatkan kesempatan saat berkuasa meski ia layak menerimanya. Tapi ini soal kepantasan bahwa khalifah seharusnya tidak mau menyakiti hari rakyat dan lebih dari itu sebagai pelaksana hukum Allah pantasnya tidak mendapatkan gaji.


Inilah bedanya penguasa sistem khilafah dengan sistem Demokrasi. Kekuasaan bukan sebuah pekerjaan yang harus digaji tapi kewajiban yang harus dijalani. 


Sungguh hati rakyat akan terusik bahkan akan tersakiti melihat pemimpinnya dan kroninya sangat boros digaji hingga puluhan dan ratusan juta sementara rakyatnya masih banyak yang miskin, untuk beli beras saja ditawarin sasetan, gak kebeli daging ganti keong sawah walau sudah ada korban beracun, gak kebeli cabe tanam sendiri, telor mahal jangan makan telor. Sungguh pemandangan yang tidak sedap.


Tidakkah kita merindukan pemimpin seperti khalifah Abu Bakar? Maka tauladanilah  sistem pemerintahan yang diterapkannya.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!