Sunday, May 27, 2018

Awas Hantu Liberalisme


Oleh : Nurita Amalina W

Smart With Islam Jember


Guys, apa yang kalian pikirin tentang hantu..? Ihhh Serem deh, atuutt, atau seru dan bikin tegang...?? eits tapi ini kan bulan Ramadhan apa hantu masih keliaran...? Hmm.. yang akan kita bahas bukan hantu makhluk gaib ya… tapi ada yang lebih serem lagi, yakni Hantu Liberalisme. Hah, Apaan tuh..?


Liberalisme ato istilah lainnya ide kebebasan, dimana  ide ini dibangun atas dasar pemisahan agama dari negara. Maksudnya agama tuh kagak boleh ikut campur ngurusin idup kita, agama cukup ngurusin masalah ibadah dan tempatnya juga masjid aja. Ide ini muncul pada abad ke 18-19 M yang menjadi awal mula kebangkitan bangsa Barat, ampe’ detik ini hampir seluruh penduduk bumi merasakan seramnya Liberalisme ini. 


Btw, serremnya dimana nih dari Liberalisme ini? lets cek it dot


Ide ini tuh, secara tidak sadar berdampak kepada generasi muslim yang mulai beradaptasi dengan gaya hidup liberal dan dipengaruhi oleh budaya barat. Secara perlahan tapi pasti ide ini mengakar hingga jantung generasi muslim sehingga merubah cara pandang generasi muslim bahkan memperburuk keadaan mereka.


Bagaimana tidak, generasi jaman now tidak ada batasan dalam pergaulan, berpakaian, hingga makanan dan minuman pun tak lagi memperhatikan halal ataupun haram. Atas nama kebebasan generasi sudah tak malu lagi melakukan berbagai aktifitas kemaksiyatan, pacaran bukan hal yang asing lagi, budaya V-day, Perayaan Tahun baru, udah jadi budaya mayoritas generasi muda saat ini. Begitu juga dengan pornografi, perzinahan, pembunuhan, narkoba, tawuran, LGBT dsb. 


Bahkan ide  liberal ini telah melahirkan sosok pemuda tak karuan pemikirannya. Seperti beberapa saat yang lalu sosok Afi Nihaya pelajar yang viral dengan tulisan plagiatnya, dan statement-statement kontroversi tentang agama yang di tulisnya dalam salah satu akun pribadinya, dia berkomentar dalam status akunnya yang berjudul Teroris Tidak Beragama? “Lebih baik saya di neraka kalau di surga isinya teroris”. Sontak para nitizen pun beramai-ramai mengkritik pemikiran Afi yang  ngawur ini, mana mungkin seorang muslim bersedia masuk neraka, tempat yang sungguh mengerikan, penuh dengan siksaan,  hanya karena di surga isinya teroris. 

Apakah dia tidak berfikir jenrih bahwa surga adalah tempat yang indah, penuh kenikmatan dan dirindu kan oleh orang-orang beriman, tempat Nabi Muhammad SAW, keluarga dan shahabat-shabahat dan orang-orang yang senantiasa berada di jalan Allah…


Waduh serem guys..!! jika ide kebebasan ini terus dibiarin maka yang terjadi lahir sosok-sosok seperti mbak Afi ini. Next, negeri ini akan kehilangan satu persatu  aset generasi muda karena udah tercekoki dengan ide ini. 


So, gimana..?? Apakah hal ini kita biarkan saja ? Tentu Tidak…!! Akankah kita, generasi muslim akan terus mengagung-agungkan ide Liberalisme ini? Bukankah sudah nampak jelas ide bertoalk belakang dengan islam, dan merupakan ancaman nyata buat kita semua. Ide ini lebih serem dari pada hantu yang gentanyangan… bener gak…?


Guys, sebagai seorang muslim, tentu kita harus menyelamatkan generasi muda dengan membentengi diri dengan pemikiran Islam yang kokoh agar tak terjangkiti ide liberal ini, makanya Yuk Ngaji…!!. And ummat Islam kudu bersatu untuk menyingkirkan ide liberal ini dari benak kaum muslim dengan terus melakukan aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar. Nggak pingin kan,, dapet adzab dari Allah gara-gara kita hidup penuh dengan kebebasan tak mau diatur oleh-Nya.  


Trus penguasa juga perlu tuh, bertanggung jawab atas terancamnya generasi muda dengan menghentikan celah-celah yang akan menyuburkan ide kebebasan ini. misal, menerapkan pendidikan dengan kurikulum Islami, penerapkan sistem pergaulan Islam, menutup situs-situs porno, dll. Dan pastinya negara kudu beralih nerapin tatanan kehidupan Islami yang didalamnya mengadopsi aturan islam secara total. Insha Allah negeri ini akan penuh dengan keberkahan. 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!