Sunday, May 27, 2018

ASN Penggenggam Bara Api Yang Terciduk


Oleh : Fatimah (Ibu Peduli Umat)


Eeh kamu ketahuan....... Ada cicak putih yang melapor, "Bapak ASN nganu ko didiemin bae sih, ia kan sengit kritik kinerja nganu".


Baru-baru ini BKN(Badan Kepegawaian Negara), mengeluarkan peraturan yang menindak tegas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan kritisi berupa tulisan atau gambar yang menimbulkan SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan) dan penghinaan terhadap empat Pilar Negara RI. Tidak hanya itu menshare ataupun me-like akun orang lain saja bisa terciduk dengan ancaman dipecat. 

(http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/19/awas-dipecat-pns-yang-sembarangan-komen-atau-beri-like)


Segala macam cara dilakukan untuk membungkam koreksi masyarakyat. Tanpa menyaring ide atau gagasan kritis yang mungkin saja ada hal baik yang bisa diambil dan memperbaiki atau membangun. Atau ketika dipikir-pikir ada benarnya juga. 


Tabiat anti kritik dan anti koreksi ini memang bertentangan dengan Islam. Dalam Khilafah Islam, jika ada sesuatu yang kurang berkenan dengan kinerja penguasa atau bahkan penguada tersebut melakukan pelanggaran atas pengurusan negara semisal kecurangan, maka wadah Majelis Ummat (MU)disediakan untuk mrnampung aspirasi rakyat. Dan dari MU akan dilanjutkan ke Mahkamah Madzalim (MM) yang akan menghakimi pelanggaran dari penguada tersebut.


Kinerja Khilafah terkontrol dengan adanya MU dan MM ini (Peraturan Hidup Islam, hal 188). Semua pengurusan umat adalah dorongan ketakwaan pada Allah SWT. Amanah yang besar dipundak Khilafah akan sama-sama dikontrol oleh umat. 


Jadi bisa kita bayangkan! Semua ritme kehidupan berjalan dalam koridor kontrol aturan Allah SWT. Baldatun toyibatun warobbun ghofur akan tercurah ke bumi. Allah Ridho hukum-Nya dijalankan dalam kehidupan.


Namun kini? Masa dimana umat dipimpin oleh sistem Kapitalis, yang tujuan hidup pribadi ataupun negaranya tak jelas mau dibawa kemana. Umat hanya digiring untuk memenuhu kepuasan jasmani yang sifatnya sementara. 


Memisahkan cahaya agama Islam dari kehidupan (Kapitalisme) telah membuat manusia lupa akan tempat kembali abadi. Agama Islam hanya sebatas ritual kerohanian semata. Padahal Islam diturunkan Allah untuk mengatur seluruh kehidupan manusia hingga urusan negarapun Islam mengaturnya. Agar hidupnya teratur dan terarah secara harmonis, memuaskan akal dan menentramkan. 


Fakta, ada ASN yang kritis adalah fulan yang sadar akan banyaknya penyimpangan-penyimpangan kepengurusan masyarakat. Bahkan sampai adanya penyimpangan terhadap hukum-hukum syara. Aturan Allah yang diyakini harus diimani. Antara perintah yang harus diamalkan dalam kehidupan, dan larangan yang harusnya dijauhi dan berdosa jika dijalankan.


Penyimpangan (hal yang dilarang Allah) tersebut dapat berupa riba, khomer (minuman/zat memabukan), judi, LGBT. Dan bahkan kebijakan lain yang  berseberangan dengan Islam semisal pemanfaatan Sumber Daya Alam  (SDA) dan kebijakan hubungan luar negeri. 


Nah, bisa dibayangkan nyamannya dalam sebuah sistem Khilafah. Kritik bisa ditampung. Lalu dilanjutkan dengan tindakan nyata. Tapi dalam Sistem Kapitalis? Buktinya seperti sekarang pemecatan ASN adalah kedzaliman. Memutus lahan pencarian nafkah sebagai pemenuhan hajat mendasar kehidupan. 


Dibutuhkan kesamaan visi umat Islam seluruh Indonesia bahkan Dunia. Dalam menyadari kewajiban menjalankan secara Kaffah (Menyeluruh) aturan dari Sang Khilik. Allah Maha Tahu tabiat manusia dan apa saja kebutuhannya. Allah SWT sudah menyediakan segala kebutuhan manusia berikut aturan dalam menjalani kehidupan ini. Tinggal manusianya saja mau ta'at atau inkar? Kembalilah pada keimanan! Kita pasti mati. Dan ada kehidupan akhirat yang abadi. Allah hanya membuat dua tempat Surga dan Neraka. Semoga pilihan ada pada yang diridhoi Allah SWT. Aamiin.


Jadi membayangkan ASN kritis itu seperti sebuah hadis Rosulullah SAW.


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)


ASN yang menggenggam bara api. Dipegang tangan terbakar. ASN yang ingin ta'at pada Allah secara Kaffah. Harus melalui ujian berat. Semoga Allah teguhkan dalam Agam Islam ini. Hidup dalam lingkungan penuh maksiyat. Sampai maksiyat terbesar mencampakan aturan Allah SWT. Sistem yang penuh kefasikan dan kedzaliman. Semoga ini akan cepat berakhir. Aamiin


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!