Thursday, May 31, 2018

DI JALAN DAKWAH KU INGIN SETIA ( PART 3)

DI JALAN DAKWAH KU INGIN SETIA ( PART 3)



Oleh: Ratu Ika Chairunnisa


Sepuluh tahun sudah diri ini tercelup dalam warna indah jalan dakwah. Berjumpa dengan orang-orang istimewa. Yang saat melihatnya keyakinan itu semakin membara. Surga pun nampak dekat di pelupuk mata. Gulana masalah pribadi hilang seketika. Berganti fokus dengan masalah umat yang jauh lebih banyak harusnya menyedot perhatian kita.


Islam mulai mengalir di setiap aliran darah. menghembus dalam setiap desahan nafas. Terpancang mengakar dalam jiwa. Yang terbayang, terpikir, terasa dan selalu ingin teraplikasi dalam tingkah laku hanyalah Islam, Islam dan Islam saja.


Aah, aku tak pernah terbayang bisa merasakan perasaan yang begitu dalam. Memikirkan masalah umat yang jauh lebih hebat. Membuat setiap detik waktu sesak dipenuhi dengan pikiran bagaimana agar Islam bisa dirasakan oleh seluruh manusia di dunia. Agar kaum muslimin segera kembali ke pangkuan syari'at Islam saja.

.

.

Hatipun dijejali dengan kerinduan yang kian mengangkasa. Pada sang Khalifah yang jadi perisai bagi seluruh umat muslim di dunia. Ingin berada di belakangnya tuk bebaskan Palestina, Rohingya, Suriah dan Negeri Muslim lainnya, walau bukan dengan memanggul senjata, karena aku wanita.

.

.

Rindu yang terus menggelegak akan terapnya aturan Islam di seluruh sisi kehidupan. Rindu nyanyian ketaatan yang digemakan di seluruh alam. Rindu kibaran Al Liwa dan ar rayah yang berkibaran lantang penuh wibawa. Gentarkan sesiapa yang coba menelanjangi mulianya Islam, ulama dan kaum muslimin seluruhnya.

.

.

Dan dari perantara HTI lah rasa itu ada. Darinya terbuka jelas mata, hati, pikiran yang selama ini terpasung jeratan sistem sekuler kapitalisme nan menyiksa. Lepas sudah ikatan kufur yang buat diri tak mampu menyembah Allah selain pada ibadah ritual Semata. Aku terbebas. Bebas dari penghambaan kepada dunia yang memenjara. Aku merdeka. Dari kungkungan nafsu yang terus berpacu. Dan aku bahagia. Saat dengannya Allah selalu yang jadi nomor satu. Saat Allah yang selalu jadi sandaran sehebat apapun masalah yang membeban. Saat dakwah lah yang jadi poros berputarnya setiap detik kehidupan.


Karena HTI jua tujuan hidupku berubah seketika. Aku yang dendam dengan kejamnya dunia, dulu begitu berhasrat Ingin buktikan bahwa kelak aku pun bisa merengkuhnya. Membalas dengan menjadi orang yang juga banyak harta. Bisa membeli harga diri agar tak mudah dicaci.


Tapi itu semua salah. Darinya ku tahu, bahwa  kita hanyalah seorang hamba. Tugas kita adalah beribadah total pada Allah Sang Maha Pencipta. Bukan lagi sekedar mencari harta, tahta, dan kesenangan dunia. Allah SWT berfirman:


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)


Aku sadar dunia teramat singkat. Hanya sekedar tempat persinggahan tuk raup pundi-pundi pahala saja. Ia bukanlah tempat tinggal kita sebenarnya. Ia hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Bukankah setiap permainan hanya sesaat saja? Selalu ada akhir dari sehebat apapun permainan yang tercipta. Jika games biasa kita punya nyawa 3 kali hingga game over tiba, namun tidak dengan dunia. Ia hanya satu kali saja. Tak dapat terulang. Tak bisa mundur ke belakang. Maka, rugi dan bodoh sekali jika habis seluruh waktu n energi kita tuk pertahankan permainan nan singkat. Lupa dengan kenikamatan negeri akhirat yang  kekal dan jauh lebih memikat. 


Allah berfirman:


"Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" [al-An’âm/6: 32]


Imam al-Alûsi rahimahullah mengatakan, “Maksudnya adalah semua perbuatan yang dikhususkan hanya untuk kehidupan dunia ini seperti main-main dan senda gurau, yaitu tidak bermanfaat dan tidak tetap (kekal). Dengan penjelasan ini, sebagaimana dikatakan oleh banyak ulama’, amal-amal shalih yang dilakukan di dunia ini tidak termasuk (main-main dan sendau gurau), seperti ibadah dan perbuatan yang dilakukan untuk kebutuhan pokok dalam kehidupan.” [1]


Dari tujuan hidup inilah dengan mudah pemikiran cabang pun ikut berubah. Bahwa konsekuensi iman tak hanya sekedar percaya. Namun juga harus terikat pada seluruh aturan Allah dengan penuh kesadaran. Menghamba pada-Nya dalam seluruh dimensi kehidupan. Darinyalah lahir ketenangan yang tak mampu tergantikan meski dengan sebanyak apapun harta dalam genggaman.


Aah. Yang pasti ku ingin terus setia di jalan ini. Bersama kalian sahabat perjuangan. Meski kintribusi diri hanya seperti  sebutir pasir yang tak nampak besar oleh mata. Biarlah. Biarkan aku terus ada dan memahat catatan sejarah. Bahwa aku pun pernah dan terus menjadi bagian dari pejuangnya hingga kemenangan Islam itu tiba. Atau kematian yang justru lebih dulu menyapa.


Bersambung



Belajarlah Dari Para Pendosa Dalam Istigfarnya

Belajarlah Dari Para Pendosa Dalam Istigfarnya


Oleh : Asma Ridha


Ramadhan telah memasuki setengah perjalanannya. Entahkah ada amal sholeh yang sudah kita lakukan? Atau bisa jadi skala stagnan yang tak ada sama sekali peningkatan dalam beramal.


Lihatlah Rasulullah SAW dan para sahabat. Mereka tidak sedikitpun menyia-nyiakan waktu di bulan ramadhan. Kecuali beramal dan terus beramal.


Ahh...mungkin mereka masih sangat jauh dari khayalan. Mereka adalah kekasih Allah SWT. Lantas pernahkan bercermin kepada para pendosa yang mereka ahli maksiat? Apa yang terjadi ketika cinta kepada Rabb-Nya telah terpatri dalam diri.


Malulah kita yang tak ada level sedikitpun dihadapan Allah. Taat ketika butuh, dan bisa jadi cinta palsu yang kita persembahkan di hadapan-Nya


Allah berfirman :


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Qs. Ali-Imran [3]: 31).


Imam Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu Katsir menyatakan, “Ayat ini merupakan pembukti, bahwa siapa saja yang mengaku mencintai Allah SWT, namun ia tidak berjalan sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka orang tersebut hanya berdusta saja. Dirinya diakui benar-benar mencintai Allah, tatkala ia mengikuti ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW, baik dalam perkataan, perbuatan, dan persetujuan beliau.” Jika teruji bahwa ia benar-benar mencintai Allah, yakni dengan cara menjalankan seluruh ajaran Muhammad SAW, maka Allah akan balas mencintai orang tersebut


Para ahli hikmah telah menyatakan, “Perkara yang hebat bukanlah kamu [merasa] mencintai Allah, akan tetapi, kalian benar-benar dicintai (oleh Allah SWT).”


Ramadhan ini, sebesar apakah cintamu kepada-Nya ? Hingga layak diri ini dicintai oleh-Nya. Belajarlah dari para pendosa yang bertaubat. Lisan mereka selalu basah dengan istigfar. Lantas kita ? Kapan terakhir kali beristigfar?


Mencintai Allah SWT selalu berkolerasi terwujud dalam diri, keluarga, masyarakat dan negara. Yang semuanya hanya menilai Allah ridha atau tidak. Dan ketaatan tertinggi ketika kehidupan ini hanya diatur dengan syariat-Nya saja. Dan sejatinya ramadhan ini mengajarkan kita pada level taat yang setinggi-tingginya.


Wallahu A'lam

Jangan Usir Anak-Anak Kita dari Masjid

Jangan Usir Anak-Anak Kita dari Masjid


Oleh : Syafruddin Ramly

BANYAK pengurus masjid tidak sabar menghadapi anak-anak kecil yang lalu-lalang keberadaannya di masjid. Tidak sedikit diantara mereka justru mengusir mereka keluar masjid, atau menempatkan di shaf paling belakang agar tidak mengganggu jamaah yang lain.


Padahal, nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam justru berinteraksi dengan anak-anak di masjid saat shalat. Perlakuan Rasulullah ini  sangat berbeda jauh dengan kenyataan yang dilakukan oleh sebahagian oknum Muslim terhadap anak-anak yang suka bermain di masjid.


Berikut beberapa kasus penanganan yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pada anak-anak di masjid. Tulisan ini diambil dari Judul Asli طرد الأطفال من المسجد بحجة التشويش على المصلين  dari laman http://ar.islamway.net yang diterjemahkan  Kivlein Muhammad.


Tulisan ini diharapkan sebagai pelajaran, agar kita dapat meneladani baginda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.


Pertama, adalah Sahabat Nabi yang bernama Syaddad ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah datang – ke masjid- mau shalat Isya atau Zuhur atau Asar sambil membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lalu Nabi maju kedepan untuk mengimami shalat dan meletakkan cucunya di sampingnya, kemudian nabi mengangkat takbiratul ihram memukai shalat. Pada saat sujud, Nabi sujudnya sangat lama dan tidak biasanya, maka saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk melihat apa gerangan yang terjadi, dan benar saja, saya melihat  cucu nabi sedang menunggangi belakang nabi yang sedang bersujud, setelah melihat kejadian itu saya kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai shalat, orang-orang sibuk bertanya, “wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami sempat mengira telah terjadi apa-apa atau baginda sedang menerima wahyu”.  Rasulullah menjawab, “tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan saya tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya.” (HR: Nasa’i dan Hakim)


عن شداد رضي الله عنه قال: خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم في إحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسناً أو حسيناً، فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فوضعه عند قدمه ثم كبر للصلاة، فصلى، فسجد سجدة أطالها!! قال: فرفعت رأسي من بين الناس، فإذا الصبي على ظهر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ساجد! فرجعت إلى سجودي، فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة، قال الناس: يا رسول الله إنك سجدت سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو أنه يوحى إليك؟ قال: “كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني، فكرهت أن أعجله حتى يقضي حاجته” (رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي)


Kedua, Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya: Rasulullah sedang berkhutbah -di mimbar masjid- lalu -kedua cucunya- Hasan dan Husein datang -bermain-main ke masjid- dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan  sempoyongan jatuh bangun- karena memang masih bayi-, lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya  naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (HR: Abu Daud)


وعن عبد الله بن بريدة عن أبيه رضي الله عنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأقبل الحسن والحسين رضي الله عنهما عليهما قميصان أحمران يعثران ويقومان، فنزل فأخذهما فصعد بهما المنبر، ثم قال: “صدق الله، إنما أموالكم وأولادكم فتنة، رأيت هذين فلم أصبر”، ثم أخذ في الخطبة (رواه أبو داود).


Ketiga, dalam Hadis lain diceritakan, bahwa Rasulullah shalat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai shalat rasulullah memangku kedua cucunya itu. (HR: Ibnu Khuzaimah)


وفي حديث آخر: كان الرسول صلى الله عليه وسلم يصلي، فإذا سجد وثب الحسن والحسين على ظهره، فإذا منعوهما أشار إليهم أن دعوهما، فلما قضى الصلاة وضعهما في حجره (رواه ابن خزيمة في صحيحه).


Keempat, Abu Qatadah ra mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau shalat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (HR. Bukhari & Muslim)


وقال أبو قتادة رضي الله عنه: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها (رواه البخاري ومسلم).


Kelima, pada Riwayat Lain Dari Abu Qatadah, mengatakan “……… pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah. Dan Rasulullah terus melakukan hal itu pada setiap rakaatnya sampai beliu selesai shalat.” (HR:Nasa’i)


وفي رواية أخرى عن أبي قتادة رضي الله عنه قال: بينما نحن جلوس في المسجد إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم يحمل أمامة بنت أبي العاص بن الربيع -وأمها زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم- وهي صبية يحملها، فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي على عاتقه يضعها إذا ركع ويعيدها إذا قام، حتى قضى صلاته يفعل ذلك بها (رواه النسائي).


Keenam, dalam hadis yang lain Rasulullah berkata, “Kalau sedang shalat, terkadang saya ingin shalatnya agak panjangan, tapi kalau sudah mendengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- maka sayapun menyingkat shalat saya, karena saya tau betapa ibunya tidak enak hati dengan tangisan anaknya itu.” (HR: Bukhari Dan Muslim)


وفي حديث آخر: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إني لأدخل في الصلاة وأنا أريد إطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوّز في صلاتي مما أعلم من شدة وجد أمه من بكائه” (رواه البخاري ومسلم).


Ketujuh, Anas meriwayatkan, “Pernah Rasulullah shalat, lalu beliau mendengar tangis bayi yang dibawa serta ibunya shalat ke masjid, maka Rasulullah pun mempersingkat shalatnya dengan hanya membaca surat ringan atau surat pendek. (HR: Muslim)


وفي رواية أخرى: قال أنس رضي الله عنه: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يسمع بكاء الصبي مع أمه وهو في الصلاة فيقرأ بالسورة الخفيفة أو بالسورة القصيرة (رواه مسلم).


Kedelapan, pada hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi memendekkan bacaannya pada saat shalat Subuh (dimana biasanya selalu panjang), lalu sahabat bertanya: “Ya Raslullah kenapa shalatnya singkat, enggak biasanya? Rasulullah menjawab, “saya mendengar suara tangis bayi, saya kira ibunya ikutan shalat bersama kita, saya kasihan dengan  ibunya.” (HR:  Ahmad)


وفي حديث آخر أن النبي صلى الله عليه وسلم: جوّز ذات يوم في الفجر -أي خفف- فقيل: يا رسول الله، لم جوزت؟! قال: “سمعت بكاء صبي فظننت أن أمه معنا تصلي فأردت أن أفرغ له أمه” (رواه أحمد بإسناد صحيح).


Sembilan, Sahabat Nabi Yang Bernama Rabi’ menceritakan bahwa pada suatu pagi hari Asyura Rasululah mengirim pesan ke kampung-kampung sekitar kota Madinah, yang bunyinya “Barang siapa yang sudah memulai puasa dari pagi tadi maka silahkan untuk menyelesaikan puasanya, dan bagi yang tidak puasa juga silahkan terus berbuka”. Sejak saat  itu kami senantiasa terus berpuasa pada hari Asyura, begitu juga anak-anak kecil kami banyak yang ikutan berpuasa dengan kehendak Allah, dan kami pun ke masjid bersama anak-anak. Di masjid kami menyiapkan mainan khusus buat anak-anak yang terbuat dari wool. Kalau ada dari anak-anak itu yang tidak kuat berpuasa dan menangis minta makan maka kamipun memberi makanan bukaan untuknya”. (HR. Muslim)


وعن الربيع بنت معوذ رضي الله عنها قالت: أرسل رسول الله صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: “من كان أصبح صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح مفطراً فليتم بقية يومه” فكنا بعد ذلك نصومه ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء الله، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها إياه عند الإفطار (رواه مسلم)،


Demikianlah betapa Rasulullah dan para Sahabat memanjakan anak-anak di masjid meski lumayan seru karena yang namanya anak-anak pasti akan menimbulkan berbagai gangguan keributan dan tangisan yang menyebabkan shalat atau ibadah jadi terganggu.


Namun, ada saja oknum pengurus masjid yang tetap ngotot ingin mengusir anak-anak dan menjauhkan mereka dari masjid dengan berdalil kepada hadis lemah yang berbunyi:


“Jauhkan masjid Anda dari anak-anak dan orang gila.”


“جنبوا مساجدكم صبيانكم ومجانينكم”


“Hadis diatas lemah dan tidak jelas asalnya dari mana, sehingga tidak bisa dijadikan dalil”. Begitu kata para ulama Hadis, seperti Al-Bazzar dan Abdul Haq Al-Asybili. Sebagaimana Ahli Hadis Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Ibnu Al-Jauzi dan Al-Munziri dan Haitsami dan ulama-ulama lain juga melemahkan hadis tersebut. Banyak kalangan awam yang mengira bahwa hadis tersebut benar diriwayatkan dari Rasulullah sehingga membuat mereka senang benar  mengusir anak-anak dari masjid dan sangat tidak suka kalau melihat anak-anak bermain di masjid. Ini adalah sikap dan tindakan yang sangat salah dan tidak benar.


Yang benar adalah Islam sangat peduli dengan anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua kerabat yang bertanggungjawab pada anak-anak untuk menyuruh anak-anaknya shalat sejak umur 7 tahun. Dan tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak shalat dan membaca Al-Quran dan hukum-hukum tajwid dan materi-materi keislaman lainnya, adalah Masjid.


Seperti itu petunjuk dan pedoman yang diajarkan Rasulullah pada ummatnya terkait interaksi kita kepada anak-anak di masjid. Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak dari masjid, sebab mereka adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.


Allah memerintahkan kita agar meneladani Rasulullah pada segala hal, baik terkait urusan dunia maupun akhirat, sehingga sudah selayaknyalah kita mengikuti dan meladani Rasulullah dalam membiasakan anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain di masjid, serta tidak membiarkan mereka ngumpul-ngumpul tidak jelas di ujung gang atau jalan yang hanya akan menyebabkan akhlak mereka menjadi buruk karena pengaruh lingkungan dan teman-teman mereka yang tidak sehat.


Dan andainya pun sebahagian anak-anak yang datang ke masjid sering menjadi gangguan bagi orang-orang yang sedang shalat, baik karena suara tangisan mereka, jeritan dan lengkingan suara, namun jamaah masjid tidak boleh meresponnya dengan kasar atau memarah-marahi anak-anak tersebut atau orang tua anak-anak, yang hanya akan menambah-menambah keributan baru saja. Serahkan hal itu kepada para pengurus masjid atau remaja masjid untuk menyelesaikan masalah anak-anak tersebut dengan bijak dan baik seperti metode yang dilakukan oleh Rasulullah.


Dan yang perlu diingat dan dicatat dan diamalkan adalah sikap lemah lembut dalam menyelesaikan masalah anak-anak di masjid.


Rasulullah pernah bersabda, “Segalanya sesuatu yang dibarengi dengan kelembutan niscaya akan membuatnya menjadi lebih cantik dan indah. Jika kelembutan terenggut, segalannya akan menjadi rusak dan jelek.” (HR: Muslim)


“إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه” (رواه مسلم).


Rasulullah adalah teladan terbaik bagi kita. Pernah terjadi seorang Arab Badui masuk ke dapam  Masjid Nabawi, lalu Si Badui buang air kecil di dalam masjid itu. Melihat si badui pipis di masjid maka para sahabat nabi marah. Menanggapi hal ini Nabi pun menyelesaikannya dengan  bijak dan lembut dan berkata, “Biarkanlah badui itu, nanti jika pipisnya sudah selesai mohon cuci dan siram kencingnya itu dengan air. Kalian -umat islam- ini  diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (HR: Bukhari & Muslim)


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قام أعرابي فبال في المسجد!! فتناوله الناس، فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم: “دعوه، وهريقوا على بوله سجلاً من ماء أو ذنوباً من ماء فإنما بعثتم ميسرين ولم تبعثوا معسرين” (رواه البخاري ومسلم).


Islam melarang mengusir anak-anak keluar masjid. Islam justru mewajibkan umatnya  membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar shalat, belajar  membaca Al-Quran, belajar tajwid dan belajar hukum syariat lainnya.


------------------------------------

Medsos Corong Dakwah

Medsos Corong Dakwah


Oleh : Shafayasmin Salsabila 


Teriakkan kata kebenaran

Nyaring dikedalaman tulisan

Membawa warna eksotis

Memviralkan kesadaran


Nyinyir mereka berkata

Dakwah adanya di masjid terdekat

Bukan wilayahnya medsos punya cerita

Tentang nasihat dan serentetan ayat


Padahal jika mata kau buka

Didapatilah kawula muda banyak berselancar di dunia maya

Memadati jagat permedsosan

Larut dalam hingar bingar trending topic kekinian


Menafikan medsos adalah buta

Tanggaplah, ketikkan kalimat-kalimat penyelamat

Bebaskan dari dusta dan hoax

Hingga tabir kebatilan

Berangsur-angsur terkuak

Kebangkitan menjadi satu cita bersama

Sepakat untuk berislam kaffah

Dari medsos untuk perubahan nyata..


Shafa/19/4/2018


#GerakanMedsosUntukDakwah

#DakwahTakMeluluCeramah

#StatusmuPahalamu

#Revowriter

Relikui Harry Potter dan Real Dakwah Era Kini

Relikui Harry Potter dan Real Dakwah Era Kini


Oleh : Vivin Indriani (Komunitas Kelas Online Menulis)


Bagi pecinta Harry Potter di Indonesia tentu tak asing dengan kata 'relikui'. Ini adalah judul terjemah dari buku novel serial fiksi Harry Potter 7(buku terakhir), Harry Potter Dan Relikui Kematian. Demikian judul terjemah dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), relikui berarti barang peninggalan orang suci yang dianggap berharga, atau disebut benda-benda keramat. Dalam semua agama ada termasuk dalam Islam. Seperti misalnya pedang Rasulullah saw, jubah Rasulullah saw, baju besi Ali bin Abi Thalib dan sebagainya.


Nah, dalam kisah Harry Potter Dan Relikui Kematian diceritakan bahwa Harry Potter dan dua rekannya, Hermione Granger dan Ronald Weasly, harus mencari dan menterjemahkan maksud dari relikui-relikui kematian yang sedang mereka cari satu persatu. Dengan itu diharapkan akan menjadi senjata dan membantu menyelesaikan situasi didalam dunia sihir yang tengah dilanda kekacauan, huru-hara dan kedzaliman oleh adanya rezim baru yang berkuasa dan terkenal kejam, rezim Lord Voldemort.


Dimulailah proses pencarian menegangkan dan mencekam oleh tiga bersahabat itu di tengah ketidak pastian kondisi di negara mereka. Dengan harapan segala kedzaliman yang dihadapi masyarakat sihir kala itu bisa terselesaikan. Namun tentu bukanlah sesuatu yang mudah. Mulai dari persekusi terhadap anggota-anggota Orde Phoenix( organisasi bawah tanah bentukan Profesor Dumbledore untuk melawan kesewenang-wenangan dan kejahatan rezim Lord Voldemort), pembunuhan, penyiksaan fisik dengan kekuatan sihir ilegal dan terlarang, penculikan sampai menggunakan kutukan imperius(semacam gabungan antara cuci otak dan hipnotis yang membuat korbannya menuruti saja apa kata pelaku), dialami oleh Harry dan seluruh komunitas sihir yang masih pro Orde Phoenix serta mencintai kebenaran.


Bahkan Rezim Lord Voldemort mengontrol seluruh media massa cetak untuk menyiarkan semua kabar dan cerita-cerita baik tentang rezim yang baru lahir itu. Dan menyiarkan fitnah keji serta kabar buruk tentang Harry Potter Sang Terpilih dan seluruh pendukung Orde Phoenix. Semacam pencitraan kalau menggunakan bahasa kita hari ini.


Sepintas kita bisa melihat kemiripan kondisi umat Islam hari ini terutama di negeri ini. Sama seperti Harry Potter, para pengemban dakwah hari ini pun mengalami berbagai intinidasi yang hampir sama. Padahal mereka hanya ingin agar masyarakat memahami bahwa dengan Syariat Islamlah kehidupan mereka akan makin membaik dan mendapatkan berkah dari Allah. 


Allah SWT berfirman dalam Al Quran :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-araf : 96)


Sungguh ironi ketika para pengemban dakwah di negeri ini menginginkan keselamatan dan keberkahan negeri dengan kembali kepada Syariat sesuai dengan perintah Allah, mereka malah menghadapi persekusi, kriminalisasi dan segala macam teror dari orang-orang yang menolaknya.


Syariat sebagai sebuah ide seharusnya hanya pantas dilawan dengan ide. Ide lawan ide. Bukan ide lawan okol, otot dan segebong kekuasaan yang pasti fana dan akan sirna. Bahkan penolakan serta perlawanan mereka sesungguhnya tersebab kecintaan mereka kepada duniawi, kekuasaan, jabatan dan tumpukan kekayaan sekalipun mendapatkannya harus menghalalkan berbagai cara.


Berbagai alasan dikemukakan oleh mereka yang menolak syariat diterapkan. Mulai dari mengganggu kebhinekaan, masalah bagi non muslim, bahkan sampai alasan yang tidak ada kaitannya sama sekali seperti akan menjadikan negeri ini sebagai negeri perang dan sebagainya.


Sesungguhnya akar masalah penolakan mereka kebanyakan berasal dari ketidak tahuan mereka akan sejarah kegemilangan Islam ketika Syariat Islam diterapkan. 1300 tahun lebih saat Islam menguasai dunia, kecemerlangan, kegemilangan dan kemajuan peradaban justru bisa diraih oleh negeri Islam sekalipun didalamnya ada beragam suku, agama, budaya dan ras.


Para pendakwah hari ini bekerja menyuguhkan rangkaian relikui peninggalan kejayaan Islam sebagai bukti dan argumen(hujjah) yang baik untuk menunjukkan bahwa justru Syariat Islamlah yang akan menjadikan negeri ini sejahtera dan berjaya. Ketika seperangkat syariat ditegakkan niscaya ketentraman, kenyamanan dan janji Allah berupa keberkahan akan diraih oleh negeri ini siapapun dia, muslim maupun non muslim.


Mungkin episode-episode akhir dalam buku-buku Harry Potter bisa mewakili semua yang terjadi hari ini pada dakwah dan pengembannya. Situasi yang dialami dan seperti apa perjuangan meraih keberkahan negeri dengan Syariat itu menjadi idealisme yang dipegang erat meski telah banyak yang berjatuhan disekeliling kita.


Satu yang pasti akan terjadi di dunia ini sebagai bagian dari sunnatullah adalah bahwa kebenaran akan tetap menjadi kebenaran sekalipun dibungkam dan di sembunyikan. Bahkan para pembawanya dalam cerita apapun didunia ini selalu berakhir dengan memperoleh kemenangan. Memang tak mudah, sungguh sulit dan melelahkan. Namun bayangan manis kemenangan di ujung jalan perjuangan selalu menyembul di pelupuk mata. Memanggil dan mengucapkan, sabarlah wahai pejuang, sungguh kemenangan sudah dekat.

Cari Tahu Untuk Akhiratmu!

Cari Tahu Untuk Akhiratmu!


By : Al Azizy Revolusi

.

Berbeda dengan kemarin, pagi ini cahaya matahari sudah mengintip dari ufuk timur. Semangat beraktivitas menyelimuti diri sejak dini hari. Sejak subuh geliat cuaca menggoda untuk segera melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda di hari kemarin. Mencuci.

.

Ya, hari ini cerah. Meski tak secerah di musim kemarau, cukuplah untuk mengeringkan pakaian yang tergantung di tali jemuran. Kadang, menggunakan pengering mesin cuci jadi pelarian. Masalahnya bukan pada cuaca atau pakaian. Tapi pada diri. Maklum, terbiasa dengan manual, akhirnya bingung dengan yang otomatis seperti ini.

***

Di atas bukan cerita fiktif. Itu realita. Fenomena ketidaktahuan dalam diri manusia adalah realitas. Karena memang tak ada makhluk yang tahu segalanya. Hanya Allah yang maha Mengetahui lagi maha pemberi ilmu pengetahuan.

.

Dalam persoalan dunia saja, ilmu itu sangat penting. Tentang bagaimana memasang gas elpiji di zamann now seolah menjadi keharusan. Tak tahu? "Mati saja", katanya. Mengoperasikan pesawat tanpa ilmu berarti berencana untuk celaka. Ibarat peta, ilmu itu sangat dibutuhkan dalam menentukan apa yang harus dilakukan.

.

Kalo untuk urusan dunia, kita harus tahu. Apalagi dalam perkara akhirat Tentang ibadah dalam hidup sehari-hari, pasti lebih penting untuk diketahui. Di sinilah urgensitas dari cari tahu. Bukan tahu tempe loh ya. Tapi tahu yang berarti ilmu.

.

Mengapa harus cari tahu untuk akhirat?

Karena, pertama; pada dasarnya, syariah telah memberi tuntunan hukum terkait dengan cari tahu ini. Rasulullah telah bersabda:

"Menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim & muslimah" (Muttafaq Alaih)

.

Kedua; ilmu dunia hukumnya wajib, tapi bisa diwakilkan. Dalam arti, jika salah seorang telah expert maka yang lain tidak dapat wajib dicari lagi. Misalnya Ipa, mempelajarinya menjadi fardhu 'ain kalo memang tak ada ahli biologi di sana. Dan akan menjadi mubah apabila sudah ada yang master di bidang tersebut.

.

Ketiga; Ilmu akhirat juga wajib. Namun sifatnya adalah fardhu 'ain. Tak bisa diwakilkan. Misalnya perihal ibadah puasa. Gak ada ceritanya kalo yang lain sudah puasa, maka kita nda wajib lagi. Sebab, di akhirat itu kita bakal nafsi-nafsi, ngurus diri masing-masing dan dihisab sendiri-sendiri.

.

Olehnya itu, mencari tahu tentang ilmu akhirat (baca; agama) tak boleh ditunda. Salah satu syarat diterimanya amal kita adalah ketika caranya sesuai dengan aturan Islam. Lah, gak kebayang kalo ilmunya gak ada, trus gimana caranya tahu yang sesuai syariat itu? Jangan sampai amal kita yang niatnya sudah benar menjadi sia-sia disebabkan kekeliruan cara karena tak tahu akan hal ini.

.

So, cari ilmu tentang duniamu but jangan lupa cari tahu untuk akhiratmu![]

.

.

Puosu, 18 Mei 2018

Sedikit Refleksi Hukum

Sedikit Refleksi Hukum


Oleh : Al Azizy Revolusi


Beberapa hari ini jagat maya dihebohkan dengan tercecernya E-KTP. Beragam spekulasi bermunculan. E-KTP itu dicurigai untuk imigran cina. Sebagai konstituen pertahana di pilpres tahun 2019.

.

Kemarin, Ustadz Alfian Tandjung dibebaskan. Membuat publik mempertanyakan. Untuk apa setahun ini beliau ditahan? Yang terbaru, rombongan banteng mengamuk di kantor Radar Bogor. Ada apa ini?

***


Kawan, melihat fakta yang terjadi di negeri ini bikin gemes dan pilu. Deretan masalah seolah tak ingin lepas dari nusantara. Apalagi terkait hukum, sepertinya negeri kita bukan lagi negara hukum.

.

Liat saja, ada anak bangsa menghina presiden, ditangkap. Ketika anak cina mengancam presiden, dianggap lucu-lucuan. Anehnya, penyebar videonya mau dilacak polisi. Hadehh.

.

Ada korban begal membela diri hingga membunuh, malah jadi tersangka. Untung saja udah dihapus statusnya.

.

Terkait KTP, yang diciduk bukan kemendagri, malah sopir truk. Kan lucu. Orang awam juga ketawa liat dagelan hukum negeri ini.

.

Yang paling update sekarang kasus pengrusakan Kantor Radar Bogor. Mari kita tunggu adegan sandiwara hukumnya. Apa pelaku akan ditangkap, atau dianggap hanya orang gila? Seperti yang disematkan pada penyerang ulama. Yuk.

Dakwah Perintah Sang Pencipta

Dakwah Perintah Sang Pencipta



Oleh : Yuliani, M. Hum

 (Aktivis Muslimah Pemerhati Ummat)


Sampai saat tulisan ini dibuat, pemerintah tetap dengan keputusannya untuk menetapkan daftar mubaligh rekomendasinya, sekalipun hal tersebut menimbulkan kontroversi, baik di kalangan mubaligh sendiri maupun di tengah masyarakat, yang juga mempertanyakan beberapa dai yang menjadi panutan mereka tidak masuk daftar mubaligh versi pemerintah.


Keluarnya daftar mubaligh menimbulkan banyak pertanyaan, apakah dai yang tidak masuk daftar berarti tidak kompeten untuk menyampaikan Islam? Dengan kata lain, dai dalam daftar rekomendasi adalah dai yang dianggap baik dan benar. Lalu pertanyaan berlanjut, baik dan benar versi siapa?! Sementara diketahui bahwa standar benar atau tidaknya seorang dai dalam menyampaikan Islam adalah sesuai dengan Alquran dan Assunnah.


Sejatinya seorang mubaligh atau dai menyampaikan Islam sebagai bentuk kewajiban beramar ma’ruf nahi mungkar yang merupakan perintah Allah SWT, 

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [QS Ali Imran : 104]


Ayat di atas merupakan perintah yang Allah SWT turunkan langsung untuk seluruh kaum muslim, itu artinya apa yang disampaikan oleh seorang dai harus sesuai dengan Islam, bukan sesuai dengan yang lain, termasuk kehendak manusia apalagi pemerintah.


 Karena pada hakikatnya Islam adalah benar. Maka segala yanh disampaika nya adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu, bukan nafsu. Maka, tidak layak diatur apa yang perlu disampaikan dan apa yang tidak. Karena dakwah adalah seruan bagi manusia untuk menjalankan Islam secara kaffah, bukan setengah-setengah. Maka menyampaikannya pun harus utuh. Tanpa ada yang ditutupi.


 Keberadaan dai juga adalah sebagai bagian untuk mengingatkan pemerintah, karena dalam Islam pemerintah termasuk dalam objek dakwah. 

Sebab hanya Islam jalan yang benar, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” [QS Ali Imran : 19]


Dengan demikian, dakwah adalah bentuk cinta dan peduli terhadap sesama, tidak sepantasnya dibatasi dengan sebuah rekomendasi. Ia merupakan perintah Allah SWT yang tidak akan pernah berubah meski seluruh manusia dan penguasa menghalangi. Karena Islam datang untuk dunia bukan hanya untuk Indonesia saja.


"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [QS Al Anbiyaa : 107]





JANGAN MENJADI MUSLIM SETENGAH HATI

JANGAN MENJADI MUSLIM SETENGAH HATI



Oleh: Eka Suwitaningsih


Segala Puji  hanya bagi Allah SWT  kita diberi nikmat bertemu dengan Ramadhan bulan mulia, penuh berkah dan penuh ampunan pada tahun ini.  Dan tidak terasa Ramadhan telah memasukin sepuluh hari yang ke dua, itu artinya ia semakin menjauh dari kita. 


Sebagian orang, puasa di sepuluh hari pertama adalah fase yang cukup sulit dan berat, karena masa peralihan aktifitas dari normal kemudian harus menahan lapar dan haus, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, namun tetap melaksanakan kegiatan seperti bisanya bahkan menjadi lebih giat terlebih perkara ibadah, yaitu dengan  mengharap ridho Allah SWT  semata.  Pahala ketika kita melakukan amal kebaikan akan dilipat gandakan, maka dari itu kita pun berlomba-lomba melaksanakannya.


Sebagian lainnya pun telah mempersiapkan datangnya bulan suci  Ramadhan ini jauh-jauh hari sebelumnya.  Misalnya memperbanyak puasa sunah dan aktivitas ibadah lainnya di bulan Rajab ataupun Sya’ban.  


Sebagai seorang muslim tentu kita harus memahami hakikat dari perintah puasa.  Puasa adalah Ibadah yang Allah SWT perintahkan untuk umatnya, agar dapat mewujudkan ketakwaan hakiki seperti dalam firman Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (TQS al-Baqarah [2] : 183). 


Allah SWT menyerukan kepada orang-orang yang beriman dari umat ini dan memerintahkan untuk berpuasa.  Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, bersetubuh (suami dan istri) dengan niat yang tulus karena Allah SWT, dalam puasa mengandung penyucian, pembersihan dan penjernihan dari kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dan akhlak tercela.  Adapun takwa adalah taat melaksanakan setiap apa yang diperintahkan dan menjauhi setiap apa yang dilarang Nya.


Perintah Allah SWT yang wajib dilaksanakan dan berdosa ketika kita meninggalkannya salah satunya adalah ibadah puasa.  Semarak bulan menempa diri ini, hendaknya tidak kita sia-siakan begitu saja, namun kita jadikan momentum perbaikan diri untuk semakin taat kepada Allah SWT. Sebagai contoh dengan menambah pemahaman tentang keislaman dan mengamalkannya. Tidak berpuas diri  terhadap apa yang sudah kita ketahui, namun terus bersemangat menimba Ilmu agama kemudian mengamalkannya. Allah SWT berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah) dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu” (TQS al-Baqarah [2] : 208). 


Masuknya seseorang ke dalam Islam diikuti dengan menjalankan seluruh syariat-Nya, tidak menunggu nanti apalagi mengingkari sebagian lainnya. Maka dari itu jangan menjadi muslim setengah hati, mengambil satu syariat-Nya, dan meninggalkan perintah lainnya.  Jelas ini tidak dibenarkan dalam agama Islam. Kewajiban yang juga sama diperintahkan Allah SWT seperti urusan berpakaian, wajib menutup aurat, bagi wanita tidak terlihat kecuali muka dan telapak tangan, untuk laki-laki aurat wajib tertutup antara pusar dan lutut. Masalah muamalah (ekonomi)  seperti kewajiban meninggalkan riba karena dosa besar. Dalam masalah uqubat (sanksi) yaitu wajibnya menegakkan hukum qisas/bunuh atas penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang secara tidak syari’(dibenarkan). Begitupun yang berkaitan dengan math’umat (makanan) yaitu menjadikan makanan yang halal dan toyib sebagai makanan kita sehari-hari. Dan masih banyak lagi perintah maupun larangan Allah SWT lainnya. 


Namun saat ini perintah-perintah di atas hanya bisa kita laksanakan yang sifatnya individu saja seperti masalah ibadah,makanan maupun berpakaian , namun tidak untuk penerapan aturan Allah SWT seperti uqubat (sanksi) maupun muamalah (ekonomi), karena hukum yang diterapkan saat ini di adopsi dari sistem kufur, yaitu sistem kapitalis demokrasi, sistem sekuler (memisahkan agaman dari kehidupan) yang berasal dari Negeri Barat.


Padahal sesungguhnya Islam punya sistem pemerintahan yang kita kenal dengan Sistem Khilafah Islamiyah, yang pernah ada berabad-abad lamanya, Insya Allah biiznillah, akan tegak kembali karena ini adalah janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah SAW.  Khilafah adalah ajaran Islam, kesepakan para imam mahzab, maka tidak perlu khawatir banyaknya upaya menghalangi kembalinya abad Khilafah.

“Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (TQS. Al-Ankabut [29]: 3). 


Keimanan seseorang pun akan diuji, seperti saat ini yang terjadi pada kaum muslim di negeri-negeri mereka, dari ancaman keamanan mengakibatkan banyak nyawa melayang, kekerasan dan kelaparan maupun intimidasi, pencekalan dan teror terus dilakukan, semoga selalu istiqamah memegang kebenaran, laksana menggenggam bara api, namun beruntunglah mereka yang senantiasa berpegang teguh pada kebenaran hingga akhir hayatnya. 


Ramadhan mubarak, semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terakhir dari ketiadaan Daulah Khilafah Islamiyah, yang hampir seabad lamanya telah hilang. Agar kaum muslim menjadi muslim sepenuh hati melaksanakan syariat-Nya tanpa tapi, apalagi menunggu nanti-nanti agar rahmat Islam menyebar hingga keseluruh penjuru negeri. 


Wallahu ‘alam bishawab


---

[Like and share, semoga menjadi amal sholih]

---

Join Komunitas Muslimah Cinta Islam Lampung di:

⬇️⬇️⬇️

Facebook: fb.com/DakwahMCI

Telegram: t.me/MuslimahCintaIslam

Instagram: @muslimah.cintaislam 

---

Ramadhan Bulan Perjuangan

Ramadhan Bulan Perjuangan



Oleh: Minah, S.Pd.I

Ramadhan adalah bulan perjuangan. Tidak hanya berjuang menahan lapar dan haus saja akan tetapi, berjuang untuk menundukkan hawa nafsu, melawan kemalasan, melawan opini sesat, menghindari kemaksiatan, menjaga lisan. Walaupun berpuasa kita juga harus berjuang dengan giat berdakwah.

Sangat disayangkan kondisi umat masih belum berenjak dari keterpurukan, kondisi umat jauh dari kemuliaan. Ketika awal menjelang ramadhan ini, kita disugukan dengan berita-berita tentang isu teroris, harga-harga sembako kian menjulang tinggi, kemaksiatan masih merajalela. Menyedihkan!

Oleh karenanya, kita harus berjuang untuk memahamkan umat, membuat mereka bangkit dari keterpurukan. Melawan opini sesat dan terus mendakwahkan Islam.
Mari, kita benahi diri kita untuk menjadi lebih baik mumpung bulan Ramadhan. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang mendapat berkah, rahmat, dan ampunan. Semoga ‘Semangat’ Ramadhan ini membuat kita berhenti sama sekali dari perbuatan maksiat. Dan sebaliknya, semakin semangat dalam beribadah. Aamiin.

Raihlah ampunan Allah yang seluas langit dan bumi. Selamat berjuang di bulan Ramadhan untuk mendapat predikat muttaqin, orang yang bertakwa.  Meningkatkan ketakwaan kaum Muslim secara menyeluruh sehingga nantinya mampu melakukan perubahan-perubahan mendasar untuk mewujudkan tegaknya syariah Islam. Insyaallah.
Mengkaji Islam

Mengkaji Islam


Oleh: Minah, S.Pd.I


Berpuasa di bulan ramadhan begitu indah, selain menahan lapar dan haus, kita juga kudu harus menahan nafsu, menahan amarah, menjaga lisan, menjaga kehormatan dll. Serta dibulan ramadhan kita harus mengisinya dengan amal sholeh. Daripada tidur-tiduran maka isilah ramadhan kita dengan hal yang bermanfaat yaitu tadarusan, silaturahmi, bersedekah, sholat sunnah diperbanyak, mengkaji Islam dan dakwah.


Dalam bulan ramadhan, Rasulullah ditemui oleh malaikat Jibril.

”Rasulullah saw. adalah orang yang pemurah terlebih-lebih pada bulan ramadhan, bulan dimana beliau selalu ditemui Malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan untuk bertadarrus al-Qur’an. Sungguh bila Rasulullah saw. bertemu dengan Jibril beliau lebih pemurah lagi melebihi angin yang kencang.” (HR Bukhari dan Muslim)


Mengkaji Islam itu sangatlah penting, dengan begitu, kita akan memahami mana yang dihalalkan atau yang diharamkan. Dan kita akan mengetahui amalan apa saja yang harus kita lakukan. Tanpa ilmu kita tidak akan pernah tahu akan syariat dari Allah. Karena itu, kita harus mencari ilmu terutama adalah ilmu Islam.


Dengan menuntut ilmu Islam, Allah memudahkan jalan menuju surga, bahkan dikatakan dalam alquran bahwa orang-orang yang berilmu itu akan diangkat derajatnya oleh Allah. karena dengan ilmu kita akan tahu akan kesempurnaan Islam.


Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah pasti akan membukakan bagimu suatu jalan ke syurga. Sesungguhnya para malaikat akan melebarkan sayap keridhoan bagi seorang pencari Ilmu. Sesungguhnya seluruh makhluk yang ada di langit maupun yang ada di bumi hingga bahkan ikan-ikan di dasar laut akan memintakan ampunan kepada Allah bagi seseorang yang berilmu. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dengan seorang ahli ibadah adalah laksana keutamaan cahaya bulan purnama pada malam hari atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya pula, orang-orang yang berilmu (para ‘alim ulama) adalah pewaris para Nabi, sementara para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan Ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambil ilmu, ia berarti telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Dawud, ibnu Majah, at- Tarmidzi).


Yuk Berikan yang TERBAIK untuk ALLAH, maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK dari ALLAH yakni berupa surgaNya. Yuk mengkaji Islam!

Berlomba dalam Menuntut Ilmu Islam

Berlomba dalam Menuntut Ilmu Islam


Oleh : Almeera 

Sebagai hamba Allah ketika ditanya mau masuk surga atau neraka, pasti jawabnya masuk surga. Tentu untuk mendapatkan surga itu tidak seperti membalikan telapak tangan, penuh ujian, cobaan dan disitu juga butuh amalan terbaik dari manusia.


Yang Perlu kita lakukan supaya amal yang kita persembahkan kepada Allah itu adalah yang terbaik yakni niat dan caranya kudu benar  sesuai Alquran dan As sunnah. Trus bagaimana caranya supaya ibadah yang kita lakukan itu benar?? Jawabanya itu yakni dengan menuntut ilmu islam. Ketika sobatfillah menuntut ilmu islam pasti yang diburu itu ustadzah/ musrifah/ murobiyah. Itulah istilah-istilah yang sering kita dengar.


Menuntut ilmu itu wajib. Manusia dalam kesaharianya pasti butuh ilmu. Coba bayaknan sobatfillah jika kita kesuatu tempat yang tidak pernah kita kunjungi  sebelumnya, pasti yang kita butuhkan ilmu supaya kita bisa tahu dan sampaiditujuan. Istilah kekinianya itu pake google maps saja. Simple kan. Tidak berhenti dari situ yah sobatfillah, ternyata ilmu juga kudu kita pelajari because kita beribadah kepada Allah ternyata butuh ilmu juga. Sobatfillah pada tau tidak, kalau tugas utama sebagai mahluk adalah beribada kepada Allah. Persoalanya , darimana yah kita tahu  cara ibadah yang benar??? Yang bakal diterimah oleh Allah swt?? Sudah kebayang nggah sih betapa ruginya kita beribadah tapi nggak tahunya ditolak sama Allah. Coba bayangkan kalau kita sholat shubuh 3 rakaat dengan dalil ngga apa-apa kok kan lebih 1 rakaat justru Allah dia senang karna ibadah yang saya lakukan lebih. 


Whattttsss??? itulah gunahnya kita menuntut ilmu islam. Rasulullah saw bersabda “ menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” ( HR. Ibnu Majah). 

Masih ragu lagi untut belajar ilmu islam. Lets explain it. Orang yang berilmu derajatnya akan ditinggikan oleh Allah stw. Allah Ta’ala berfirman: “ Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah:11). Orang yang menuntut ilmu juga kemudian di share ke orang lain itu menjadi investasi tiada merugi. “ Apabila anak adam meninggal, maka terputuslah amalnya keculai tiga, yaitu ilmu yang bermanfaat…….. (HR.Muslim). So jangan lagi malas-malas yah sobatfillah untuk mencari ilmu islam. Sesibuk sibuk apapun kita dengan urusan dunia jangan pernah kita tinggalkan yang namanya menuntut ilmu islam. Apapun profesi kita. Entah itu  pelajar, guru, kerja kantoran de el el. There is no reason for it. Itulah kenapa menuntut ilmu itu wajib. 

#KeepIstiqomah

#BelajarDanBelajar


 















/// Si Dia Yang Tak Terlupakan///

 

/// Si Dia Yang Tak Terlupakan///  


~ Masniati ~


Keberadaannya sengaja dijauhkan dari benak umat. Lama terkubur bersama keruntuhannya kala itu. Ya, tepatnya 94 tahun umat tak lagi memiliki Junnah (Perisai), tak memiliki 'ruh'. Sebab dia adalah nyawa bagi umat.


Tapi lihatlah kini, apakah mereka sanggup menghadang geliat kebangkitan umat?

Tentu tidak. 

Sebab, keinginan umat akan kehadirannya bukan lagi mimpi di siang bolong. Bukan pula semata karena harapan bisa sejahtera di dalamnya. Kemaslahatan adalah buah dari penerapan syari'atNya. Itu janjiNya yang pasti.


Allah Ta'ala berfirman: 


"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi."

[QS. Al-A'raf: Ayat 96]


Konsekuensi imanlah yang mendorong kebangkitan umat. Keyakinan  akan Janji Ilahi.


Lihatlah hari ini, umat tak lagi percaya pada sampah peradaban ideologi keangkuhan dan keserakahan yang ingin merampas selendang Tuhannya.


Kapitalisme, Demokrasi, liberalisme, imperialisme sebentar lagi akan hancur membusuk memakan dirinya sendiri. Ideologi yang bathil yang mengantarkan manusia pada kehancuran sehancur-hancurnya. 


Lihatlah, kini kebenaran janjiNya telah nampak di hati umat. Hati yang merindukan hidup dalam naungan keridhoanNya. Hati yang berharap keberkahan dunia hingga akhirat. 


Namun ada satu hati yang tak lagi melihat kehadiran janjiNya, yaitu hati yang telah menjadikan dunia terpaut di dalamnya. Hingga dunia baginya adalah surga.  Mudah-mudahan kita bukanlah pemilik hati itu.


Khilafah, kini gaungmu mengguncang dunia. Membuat musuh-musuhmu bak cacing kepanasan. Hari ini,  mereka tak akan bisa terlelap. Mereka tak akan pernah tidur untuk menghadang laju kebangkitan umat. Maka biarkanlah tanganmu keriting untuk terus menyebarkan kebaikan. Anggaplah inibkebaikan terakhir yang kita persembahkan.


#ReturnTheKHILAFAH

#KhilafahAjaranIslam


MENOREHKAN KEMBALI PERADABAN ISLAM, SEBUAH KENISCAYAAN

MENOREHKAN KEMBALI PERADABAN ISLAM, SEBUAH KENISCAYAAN



Oleh : Laila Thamrin (Praktisi Pendidikan - Revowriter)


Kian hari rasanya kian bertumpuk masalah menghampiri kehidupan ummat. Tak hanya di negeri ini, tapi juga di seluruh negeri-negeri muslim di dunia. 


Di negeri ini, harga kebutuhan pokok terus meroket.  Harga BBM pun terus meningkat. Layanan kesehatan semakin rumit dan mengikat. Pendidikan makin sekuler. Keamanan pun tak menjamin rasa aman. Semua begitu lekat dengan hidup kita sekarang.


Rakyat kebingungan. Mereka butuh kepastian akan kesejahteraan hidupnya. Negara berperan besar untuk melindungi dan menjamin ketentraman pada rakyatnya. Namun sayang, sepertinya harapan rakyat untuk kebaikan hidupnya seolah seperti pungguk merindukan bulan. Bagaimana tidak. Sumber daya alam negeri ini diobral ke negeri lain. Sementara para  pembesar negeri hidup bergelimang harta. Lalu, dengan apa rakyat  disejahterakan?


Ketersediaan bahan pangan, sandang dan papan tentu perlu biaya untuk mengolahnya. Pendidikan, kesehatan dan keamanan juga perlu sarana dan prasarana yang layak. Tak dipungkiri bahwa semuanya perlu dana untuk menyediakannya. Darimana sumber dananya jika negeri ini sudah tak punya apa-apa?

 

Akhirnya negeri ini terlilit utang  yang terus bertambah setiap tahunnya. Tak cukup itu, rakyat yang sudah menderita masih pula dilirik hartanya. Pajak ditarik pada semua strata. Bahkan dana zakat dan haji milik ummat pun diinvestasikan  untuk menutupi kekurangan biaya pembangunan negeri. Tidakkah ini semakin memperparah derita rakyat.


Semua ini terjadi karena kuatnya cengkraman Kapitalisme di negeri-negeri Islam. Yang menjadikan manfaat sebagai tolak ukur setiap aktivitasnya. Tak ada standar halal-haram dalam kamusnya. Akibatnya, negeri muslim yang kaya raya terus dieksploitasi agar menguntungkan para pemilik modal. Hingga negeri-negeri Islam tergadai dalam kekuasaan korporatokrasi. Dan kaum muslimin pun menjadi kuli di negeri sendiri.


Namun umat Islam semakin cerdas dan menyadari bahwa kehidupannya harus diurusi oleh negara. Ada hak-hak mereka sebagai rakyat yang menjadi kewajiban negara melaksanakannya. Diantaranya, seorang laki-laki sebagai kepala keluarga berhak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menafkahi keluarganya. Dan kewajiban negara menyediakan lapangan kerja yang pas untuk setiap rakyatnya. Rakyat juga berhak menikmati semua sumber daya alam negaranya tanpa perlu membayar. 


Dulu, saat peradaban Islam berjaya semua itu bisa dinikmati rakyat. Negara Khilafah menjadi penyokong kesejahteraan rakyat. Dan Khalifah berjuang keras untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Bahkan Khalifah Umar bin Khattab ra rela setiap malam berkeliling kota untuk memastikan semua rakyatnya terpenuhi haknya. Begitu pun Khalifah Umar bin Abdul Azis ra, membiarkan tubuhnya kurus dan rambutnya memutih karena selalu memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Dan terbukti di masa pemerintahannya tak ditemukan yang berhak menerima zakat. MasyaAllah.


Jadi layak kiranya kita berharap agar syariat Islam segera diterapkan. Karena dengan syariat Islamlah persoalan ekonomi ummat kan terselesaikan. Masalah sosial pun kan terpecahkan. Pendidikan dan kesehatan pun kan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hingga keamanan hidup pun kan terwujud sebagaimana seharusnya. 


Khilafah kan memberikan ketentraman dan  kesejahteraan bagi seluruh warga negaranya, baik muslim maupun non muslim. Karena Khilafah akan menjadikan Alquran dan Sunnah Rasulullah Saw sebagai Undang-undangnya. Dan Khalifah sebagai pemimpinnya kan berjalan di atas itu semua. 


Selama 14 abad peradaban Islam telah membuktikannya. Sepanjang kurun waktu itu, kaum muslimin berada dalam Kekhilafahan Islam dan senantiasa dipimpin oleh seorang Khalifah. Kegemilangan peradaban Islam pun diakui oleh dunia. Dan tinta emas telah menorehkannya tanpa ada yang mampu menolaknya. 


Maka adalah sebuah keniscayaan bagi umat untuk menorehkan kembali sejarah gemilang peradaban Islam. Dalam naungan Khilafah Rasyidah 'ala Minhajjin Nubuwwah. 

Sebagaimana janji Allah Swt dalam firmannya :


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُونَ


"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An Nur : 55)


15 Ramadan 1439 H

31 Mei 2018


Puasa Lebih Berkah Dengan Hidangan Kurma

Puasa Lebih Berkah Dengan Hidangan Kurma


Oleh: Khoir Syahidah, S.Psi (Alumnus IAIN Sunan Ampel Sby)


Ramadhan adalah bulan istimewa bagi setiap muslim. Tentunya, kebahagian menyelimuti diri menyambut dan mengisinya selama Ramadhan. Masalah hidangan tidak bisa dianggap remeh, hidangan penuh gizi dibutuhkan  untuk tubuh selama berpuasa agar tetap bersemangat dan berenergi walaupun padatnya kegiatan dari kegiatan keluarga, berbisnis hingga dakwah. Wajib kita tahu menu dengan  asupan gizi  terbaik yang satu ini untuk berbuka dan sahur. Buah ini adalah  Kurma ( tamr), jika diperhatikan komposisi kurma sangat lengkap paling ideal sebagai hidangan berbuka dan sahur, kandungan gizi antaranya:


 1. Sumber Energi (glukosa dan fruktosa). Sehingga kurma yang kita makan ( hidangan sahur dan berbuka)bisa mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa.  


2. Sumber Serat. Kurma sebagai sumber serat pangan yang baik. Serat ini akan menghindarkan dari kekurangan serat misalnya: sembelit  atau kanker usus


3. Sumber Mineral. Kurma mengandung mineral-mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh (kalium, kalsium, besi, magnesium, mangan, tembaga dan fosfor). Mineral secara umum yaitu membuat denyut jantung makin teratur.


4. Sumber Vitamin. Ada vitamin A untuk kesehatan mata, Vitamin B berfungsi menenangkan sistem syaraf dan untuk relaksasi jantung serta membuat pikiran menjadi lebih riang (tiamin (Vit B1), riboflavin (Vit B2), niasin (Vit B3), dan asam pantotenat (Vit B5)), dan juga vitamin C serta vitamin E untuk mencegah sariawan, gusi berdarah serta kesehatan kulit manusia.


5. Sumber Fitokimia/salisilat alami. Salisilat itu  bahan baku  obat pengurang /penghilang rasa sakit serta menurunkan demam.


Ketika muslim berpuasa, sangat dianjurkan mengkonsumsinya untuk berbuka dan sahur selain rasanya enak, manis kandungan gizi terbaik ada di dalamnya. Maka tidak salah jika selama berpuasa, muslim dianjurkan untuk mengkonsumsinya. Sebagaimana  Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa " Nabi Saw biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air".


Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma" (HR. Abu Daud).


Selain itu kurma sebagai hidangan yang telah disebutkan oleh At Thabrani dalam Mu’jam alKabir, dengan sanad yang di dalamnya terdapat perawi Ibnu Lahai’ah, dari sahabat Uqbah bin Amir ra, bahwa Nabi Muhammad Saw pernah mengambil segenggam kurma, kemudian beliau bersabda, “Ini sebaik-baik hidangan sahur orang muslim.” 


Allah pun mengistimewakan buah kurma ini, telah disebutkan dalam Al Qur`an puluhan  terhitung  sebanyak 20 kali.


"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (An-Nahl ayat 11)


"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya)..." (Al-An’aam ayat 141)


"Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan." (An-Nahl ayat 67)


Sebenarnya masih banyak lagi ayat di dalam Al Quran, menyebut buah istimewa ini. Sebagai muslim sudah sepantasnya kita sebagai hamba Allah, menambah rasa syukur kepadaNya dengan senantiasa  taat kepada seluruh aturan  Allah. Atas segala karunia Allah terlebih lagi di bulan Ramadhan mulia ini. Salah satunya memikirkan kebesaran Allah yang telah menciptakan kurma beserta kemanfaatan yang luar biasa bagi manusia.


Oleh karena itu melaksanakan anjuran mengkonsumsi kurma saat berbuka dan sahur selain kandungan yang baik untuk tubuh, adalah dalam rangka meraih keberkahan puasa dengan mengkonsumsinya. Mula Ali al Qori ulama madzhab hanafi  telah menukil keterangan At-Thibi bahwa:


Dianjurkan menggunakan kurma di waktu sahur, karena sahur sendiri adalah keberkahan. Dan dikhususkan kurma, sehingga menjadi keberkahan bertumpuk keberkahan. Apabila kalian berbuka, hendaknya dia berbuka dengan kurma, karena kurma itu berkah. Sehingga mengawali buka dengan berkah, dan ujungnya juga berkah. 


Jadi, agar  puasa kita lebih berkah  marilah berbuka dan sahur dengan kurma, walaupun hanya sebutir saja. Barokallah fikum.






Ngabuburit Berpahala

Ngabuburit Berpahala


Oleh : Sunarti PrixtiRhq


Sore itu aktifitas Emak-emak tidak seperti biasanya. Tampak beberapa Emak, mondar-mandir mempersiapkan hidangan takjil dengan jumlah lebih banyak dari biasanya. Ada es blewah dicampur cendol. Ada snack yang sudah dimasukkan kardus. Dan juga ayam bakar plus nasi yang siap santap.


Demikian juga, antusias Bapak-bapak jamaah shalat Ashar. Beliau masih tinggal di Masjid selepas shalat. Mendukung kegiatan Emak-emak untuk ngabuburit bersama. Namun, karena ngabuburit kali ini berbeda, maka Beliau sempatkan menghadirinya. 


Bertempat di Masjid Baitul Iman, Dusun Kedungglagah 1, Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Emak Shalihah, Jamaah kajian rutin Yasin dan Tahlil, mengadakan ngabuburit berpahala. Dilanjut dengan acara buka bersama. 


Hebat memang. Emak-emak ini mempersiapkan buka bersama dengan cara menabung. Selain setiap minggu membaca Yasin dan Tahlil, mereka juga merekatkan ukhuwah. Juga diselingi dengan arisan mingguan. Hingga di penghujung arisan, mereka membuka tabungan. Selama satu tahun dan hasilnya diperuntukkan membeli sembako dan buka bersama. 


Alhamdulillah, pada hari Rabu, 30 Mei 2018, niat para Emak terlaksana untuk mengadakan acara berbuka bersama. Sekitar 50 Emak memenuhi serambi masjid. 


Meskipun demikian, para Emak yang ikut bukber, tidak meninggalkan kewajiban mereka di rumah. Segala keperluan suami dan anak sudah mereka selesaikan. Malah yang lebih seru adalah, mereka ajak suami dan anak untuk bukber. Walaupun harus rela merogoh kocek tambahan. 


Mereka menginginkan kebersamaan. Menginginkan ilmu yang bermafaat. Selayaknya menunggu berbuka, para Emak ini tidak menyia-nyiakan waktu sekedar ngabuburit. Namun para Emak ini menginginkan jeda waktu menjelang berbuka, bisa untuk ngudi kawruh (menimba ilmu). 


Kali ini ngabuburit diisi dengan tauziyah dari Ustad H. Agung Sembodo. Sekitar 60 menit, tauziya Beliau berlangsung.


Beliau membahas suksesnya seorang Muslim dalam bulan Ramadan, bisa dilihat dalam beberapa aspek yaitu sukses meraih ampunan. Sukses meraih kebaikan malam lailatul qadar. Sukses meraih secara maksimal keutamaan pahala amal shalih yang dilipatgandakan seperti yang Allah SWT. Yang keempat adalah merealisasikan hikmah pensyariatan puasa, yakni mewujudkan ketakwaan. 


Beliau juga membahas tentang sukses menempuh ampunan dan mendapat berkah. Hal ini bisa diraih dengan dua cara yaitu meninggalkan segala perkara yang haram atau sia-sia. Meninggalkan apa saja yang membatalkan puasa dan apa saja yang menggagalkan pahala puasa. 


Kedua, menunaikan perkara-perkara wajib maupun sunnah. Yang utama tentu menunaikan puasa, kemudian qiyamul lail dengan dilandasi keimanan dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.


Semua antusias mendengarkan tauziyahnya. Hingga di penghujung acara Ustad memimpin doa, disusul dengan doa berbuka puasa. Dengan penuh khidmad seluruh yang hadir mengikuti rangkaian doa.


Acara dilanjut dengan berbuka puasa bersama. Dengan penuh haru seluruh peserta menikmati hidangan berbuka. Diawali dengan minum air putih dan es blewah. Sungging senyuman manis tampak di wajah-wajah mereka. 


Setelah minum secukupnya, mereka tidak lanjut dengan makan-makan. Tapi dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah.

Untuk makan nasi kotak mereka sepakat untuk dibawa pulang. 

Masing-masing salung berslaman dengan bahagia.


Semoga ukhuwahnya berkah. Semoga amalnya jadi amal jariyah. Dan semoga ilmunya jadi ilmu yang bermanfaat. 


Ngawi, 31 Mei 2018

Sunarti PrixtiRhq

Ramadhan Momentum Perubahan menjadi Takwa

Ramadhan Momentum Perubahan menjadi Takwa


Oleh : Risma Althafunnisa


Tidak dipungkiri semua umat muslim di seluruh dunia ini selalu menunggu kehadiran bulan yang sangat agung ini


Tidak jarang pula setiap orang sudah membuat targetan atau bahkan suatu konsep agar adanya perubahan dalam diri


Yang tadinya tidak pernah menutup aurat akhirnya menutup, yang tadinya suka marah" akhirnya lebih sedikit sabar dan masih banyak lagi kebaikan" yang dilakukan


Bahkan banyak para remaja yang tadinya malas ikut kajian kali ini mau ikut terlepas hanya ikut"an atau tidak semoga lambat laun berubah menjadi sebuah keharusan dan menancapkan dalam dirinya kewajiban dalam mencari ilmu hukumnya wajib terlebih ilmu agama


Tidak kalah pula dengan para orangtua yang berlomba" mendaftarkan anak"nya untuk mengikuti sanlat di majlis" ilmu atau pesantren 


Dengan harapan selepas mengikuti sanlat anak berubah menjadi sholeh/sholehah dan lebih patuh lagi terhadap orangtua


Yang akan saya garis bawahi disini

Kebanyakan dari orangtua yang tidak mau ikut andil dalam proses perubahan menjadi takwa

Terkadang cukup hanya dengan menitipkan anak di tempat sanlat


Padahal selepas sanlat anak pasti kembali kerumah bertemu orangtua


Dan disinilah peran orangtua sangat dibutuhkan agar selepas sanlat anak tetap istiqomah dengan pemahaman" yang sudah di kaji dan tidak kembali menjadi anak yg tidak patuh kepada orangtua apalagi sampai melalaikan apa" yang allah perintahkan


Yuk kepada para orangtua jangan hanya menitipkan tetapi harus merasa butuh terhadap ilmu agama ini apalagi anak adalah amanah yang kelak akan allah mintai pertanggungjawaban.a di akhirat kelak


Mari dekati kajian kajian muslimah perbanyak lagi tsaqopah islam

Karna mendidik anak itu tidak asal

Tetapi ada ilmuya

Dan ilmu tidak akan mampir di fikiran tanpa adanya pencarian dan pengkajian.


Allahu' alam

Alquran dan Kehidupan

Alquran dan Kehidupan


Oleh: Silvia anggraeni


Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dimana Alquran turun pada bulan mulia ini. Sebagai muslim kita telah mengetahui sejak dulu melalui peringatan nuzul quran yang lazim masyarakat gelar pada malam ke 17 bulan Romadhon. 


Alquran merupakan kalam Allah sang Robbul Izzati yang diturunkan melalui baginda Rasulullah SAW,  sebagai tuntunan hidup umat manusia. 

Seperti dalam surat Al Isra ayat 9:Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.


Alquran merupakan pedoman hidup umat Islam. Lalu bagaimana kah memposisikan Alquran sebagai pedoman hidup?  Apakah cukup dengan membaca atau menghafalnya saja? 


Alquran dapat menjadi the way of life jika ia diterapkan secara kaffah.  Membaca serta menghafalnya benar akan mendapatkan pahala, namun untuk pedoman hidup Alquran harus diterapkan secara praktis. 

Firman Allah: Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (Q.S. al-hasyr: 7).


Apa yang kita lakukan di dunia sudah sepatutnya bersesuaian dengan perintah dan larangan Allah yang terdapat dalam Alquran. Tak ada tawar menawar jika Allah dan RasullNya telah menetapkan sesuatu.  Sikap sebagai mukmin adalah mendengar dan menaatinya. 


"Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat.” (Q.S. An-Nisaa/4:105).


Kehidupan manusia didunia ada aturannya. Semua terdapat dalam Alquran sebagai petunjuk bagi orang beriman. Ibarat lalu lintas Alquran adalah rambu-rambunya, akan ada sanksi bagi yang melanggar nya dan ada kabar gembira bagi yang menaatinya.


allahu a'lam


Khilafah for Teens

Khilafah for Teens


Oleh :  Al Azizy Revolusi

.

Dulu istilah 'prikitiew' nya Sule sempat terkenal. Sebab latah digaungkan remaja awam. Kini tagar #gantipresiden2019 yang lagi viral. Kebanyakan yang latah mempopulerkannya juga remaja awam.

.

Bagaimana dengan Islam? Padahal banyak sekali istilah dalam Islam. Salah satunya adalah 'khilafah' yang dijanjikan. Apakah remaja zaman now akan memviralkan?

***


Kawan, sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, istilah Khilafah masih terasa asing ditelinga remaja. Saking asingnya, terkadang masih suka ketuker dengan istilah khilafiyah (perbedaan).

.

Padahal artinya jelas beda. Khilafah wajib, khilafiyah boleh untuk masalah furu’ (cabang) dlm syariah. Terlebih lagi remaja kaya kita, jarang dikenalin dengan istilah khilafah yang dianggap terlalu tinggi bahasannya. Walhasil, nggak ketemu deh kata Khilafah dalam database memori remaja. Entah belum diinput atau terselip dalam rimbunan istilah gaul mereka. Yang pasti, remaja lumayan gagap kalo ditanya tentang khilafah. Tapi itu dulu.

.

Sekarang, seiring berjalannya waktu dan laju roda dakwah yang menyasar pasar remaja, istilah Khilafah semakin dikenal luas oleh remaja. Jadi kalo hare gene masih ada remaja Islam nggak tahu apa itu Khilafah, tandanya cupu dan nggak gaul. Hehe…

.

“Tapi kan aku emang belum tahu!” Oke, kalo emang masih ada yang belum tahu, kalo gitu ane kasih tahu ya. Khilafah adalah sebuah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin di seluruh dunia, dipimpin oleh seorang Khalifah yang satu, untuk menerapkan syariat Islam dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Itulah dia definisi yang kita kutip dari Syekh Taqiyuddin an Nabhani, beliau adalah seorang ulama mujtahid dari Palestina.

.

Dengan kata lain, Khilafah adalah sebuah negara yang di dalamnya diterapkan syariat Islam secara sempurna dan dipimpin oleh seorang Khalifah. Cuma sistem pemerintahan ini saja yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita.


Seorang muslim akan sangat membutuhkan Khilafah, karena hanya dengannya sajalah Islam bisa diterapkan dengan sempurna dan kaum muslimin bisa melaksanakan segala perintah Allah dengan baik dan total. Kalo tanpa sistem pemerintahan Islam, syariah hanya bisa dilaksanakan sepotong-sepotong aja, nggak menyeluruh.

.

Di jaman kita ini Khilafah nggak ada, akibatnya banyak kaum muslim yang nggak melaksanakan aturan Islam lagi. Kaum muslim pun dianiaya dan dibunuh di berbagai belahan dunia. Wilayah-wilayah kaum muslim pun dengan bebas dikeruk dan dieksploitasi oleh kaum kafir penjajah.

.

Karena itulah tugas remaja Islam sekarang adalah mengembalikan Khilafah agar bisa ditegakkan lagi. Sehingga umat Islam akan kembali mulia dan sejahtera. So, remaja muslim wajib melek khilafah. Yuk![]

.

.

Puosu, 26 Mei 2018

Dakwah Praktis yang Syar'i

Dakwah Praktis yang Syar'i


Oleh : Al Azizy Revolusi


Setiap hari, setiap detik, kriminal diberitakan di tv. Menggambarkan rusaknya moral anak negeri. Ada yang begal hingga membunuh istri. Berkelahi karena sesuap nasi. Meski ini adalah bulan suci.

.

Di sisi lain, para da'i berkeliaran bak jamur di musim hujan. Aktivitas amar ma'ruf nahy munkar kian menjadi perhatian, berharap makin banyak yang sadar lalu memperbaiki keadaan. Tapi, apa bisa??

***


Kawan, kemungkaran adalah suatu keniscayaan. Tugas kita memang bukan meratapinya, namun menghadapinya dan mencegahnya.

.

Menarik apa yang disampaikan Rasulullah dalam haditsnya, "Barangsiapa melihat kemungkaran, hendaklah mencegah  dengan tangannya, bila tak mampu dengan lisan, jika tak mampu dengan hati, itulah selemah iman."

.

Pada hadits dakwah di atas, Rasulullah memberi tiga opsi dalam mencegah kemungkaran, yakni; dengan tangan, lisan dan hati.

.

Yang dimaksud dengan tangan itu adalah kekuasaan. Artinya, dengan kekuasaan, kemungkaran dapat dicegah. Jika tak punya kekuasaan, maka cegah dengan lisan. Bil hikmah, dengan penjelasan yang baik. Jika tak bisa bicara, dengan hati. Hati di sini bisa bermakna doa. Maksudnya ialah jika kemungkaran terjadi, mendoakannya membuat kita masih punya iman.

.

Kekuasaan adalah dakwah paling praktis dalam Islam. Melalui undang-undang dan pengawasan penguasa, maka kemungkaran dapat dicegah. Ini lebih efisien dan efektif.

.

Misalnya ada sekumpulan pemabuk yang membuat onar. Menceramahi mereka bukan solusi benar. Yang ada malah si penceramah bisa diberi luka memar.

.

Akan berbeda jika ada undang-undang larangan minum-minuman keras. Jika ada yang mabuk, bisa ditangkap dan dihukum. Ini akan mencegah pemabuk mengulangi dan mencegah yang lain untuk mencontohi.

.

Begitulah gambaran efektifitas kekuasaan dalam mencegah kemungkaran. Sebagaimana kata Khalifah Utsman bin Affan ra, "Sesungguhnya Allah memberi wewenang pada penguasa untuk menghilangkan kemaksiatan yang tidak bisa dicegah Al-Quran".

.

Namun kekuasaan seperti apa yang dimaksud Khalifah Utsman? Apa seperti diktator?

.

Secara syar'i, kekuasaan itu mestilah berbentuk Khilafah. Sebab itulah yang dicontohkan para sahabat sepeninggal Rasulullah. Mereka mencegah kemungkaran dengan kekuasaan khilafah. Dengan undang-undang Al-Quran dan Hadits. Menciptakan kestabilan dan mendapat berkah dari Allah Swt.[]

.

.

Puosu, 28 Mei 2018

Wednesday, May 30, 2018

Barisan Emak-Emak Militan nan Sholeha

Barisan Emak-Emak Militan nan Sholeha


Oleh: Fatimah Azzahra, S.Pd


Istilah BEM, biasanya disematkan pada para anggota himpunan mahasiswa, karena sebenarnya BEM adalah singkatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa. Namun, muncul istilah baru, ketika seorang emak-emak mantan aktivis yang diciduk kepolisian karena dianggap melakukan hatespeech terhadap pemerintah, tahun 2017 lalu. Barisan Emak-Emak Militan muncul ke permukaan karena menganggap mahasiswa sekarang tak lagi berani menyuarakan kebenaran. Jadi, para emak-emak pun ambil peran, untuk menyuarakan kebenaran. Mahasiswa sekarang dianggap terlalu sibuk nonton talkshow, juga acara komedian di stasiun tv. Duh, sedihnya. 


Baru-baru ini, para BEM, Barisan Emak-Emak Militan, kembali menampakkan perannya yang tak bisa diremehkan. Barisan Emak-Emak Militan kota Baru Parahyangan berhasil mengagalkan rencana ormas-ormas tertentu yang mengatasnamakan warga Bandung Barat, untuk membatalkan kajian ustadz Felix Siauw. Kajian ustadz Felix Siauw yang diadakan di masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan Bandung pada tanggal 23 Mei lalu,  sempat mendapat penolakan dari sebagian kecil kelompok orang. Namun, hal ini  tidak menyurutkan panitia untuk tetap menyelenggarakan kajian tersebut. Terlebih alasan penolakan tersebut tidak bisa diterima secara logis maupun hukum. Selain daripada itu, antusiasme warga Bandung yang ingin mendengarkan kajian ustadz Felix Siauw jauh lebih banyak dibanding oknum masyarakat yang menolaknya (mediasiar.com, 23/5/2018).

Warga berduyun-duyun datang memadati kajian, sampai meluber keluar masjid. Mereka yang datang seolah ingin membenarkan dan membuktikan bahwa kajian Islam bukanlah sesuatu yang harus diwaspadai atau ditakuti apalagi sekarang tengah bulan Ramadan. Pahala yang Allah berikan ketika kita ikut kajian Islam pun berlimpah ruah. Semoga pahala yang besar pun mengalir bagi para emak-emak militan nan sholeha yang sudah menanggung beban tekanan, namun bisa tegar sampai acara beres digelar. Bahkan mengajak para bapak, pihak MUI, kemenag dan polisi untuk ikut mengawal jalannya acara kajian. Diceritakan oleh Ustadz Felix melalui akun medsosnya, hadir juga ustadz Hanan Attaki yang ikut hadir dan mengawal kajian ini, juga Bandung Fighting Club, FPI Bandung Raya, Persis, Kokam Muhammadiyyah, da lascar-laskar muda Islam lainnya. 


Masyaallah. Indahnya persatuan dalam bingkai Islam. Walau berbeda-beda ‘bendera’ kelompok tapi semuanya sepakat untuk menyemarakkan kajian, bukan membubarkan. Tapi, sejatinya terlihat peran para Emak Militan yang luar biasa. Di tengah kesibukannya mengurus anak, suami tercinta, juga rumah tangga, tak jadi alasan untuk tidak berkontribusi dalam dakwah islam. Dengan segala upaya para emak-emak, mampu menggerakkan para bapak-bapak dan pihak lainnya untuk melindungi kajian Islam. Dan memang Allah pun tak pernah membebani kita dengan kewajiban yang tak sanggup kita lakukan. Dengan kata lain, jika Allah wajibkan dakwah untu semua manusia, termasuk emak-emak yang sibuk dengan urusan rumah tangganya, pasti Allah tahu kalau kita, emak-emak, sanggup menjalankan kewajiban itu dengan sebaik-baiknya. Terbukti dari kasus ini, walau ditekan oleh ormas tertentu, para emak militan yang menjadi panitia akhirnya bisa menggelar kajian bahkan sukses karena peserta kajian membludak. 


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” (TQS. Al Baqarah ayat 286).


Semoga Qur’an Surat Muhammad ayat 7 ini menjadi motivasi kita untuk bergerak optimal seperti para emak-emak di atas. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.


Kalau Anda belum jadi emak-emak, jangan mau kalah dengan para emak militan nan sholehah ini. Kalau Anda adalah emak-emak, mari belajar jadi emak militan dan sholeha. Biar Allah yang menolong semua urusan kita dan meneguhkan kedudukan kita di dunia.

Wallahua’lam bish shawab