Sunday, March 18, 2018

Wahai Calon Pengantin, Berhati-Hatilah di Masa Transisi!


Oleh: Wati Umi Diwanti*

Allah Swt dengan tegas melarang seluruh aktivitas yang mendekati zina. Jelas pacaran termasuk dalam apa yang dilarang itu. Namun bukan berarti Islam menghendaki kita "beli kucing dalam karung". Apalagi sampai dipaksa kawin dengan orang yang tidak kita suka seperti Siti Nurbayah. No No No!

Interaksi laki-laki dan perempuan secara asalnya terpisah. Namun mereka tetap diperbolehkan saling bekerjasama dalam hal yang dibolehkan seperti dalam jual beli, pengobatan atau pendidikan.

Interaksi lain yang dibolehkan adalah taaruf paska khitbah. Yakni berkomunikasi dalam rangka mencari informasi satu sama lain dalam rangka menguatkan azam untuk menjadikannya pemdampung halal.

Hanya saja kebolehan berkomunikasi di masa transisi ini tetaplah terikat sebagaimana komunikasi dengan ajnabi (non mahrom). Tak boleh berkhalwat dan saling melihat aurat. Pun jua tak boleh membicarakan diluar keperluan kebutuhan berumah tangga nantinya.

Karenanya wahai pihak akhwat janganlah dulu mendayu-dayu dihadapan calonmu. Tak perlu hubungi dia untuk keperluan yang masih bisa kamu dan komunitas wanitamu atasi. Sabarlah menjaga interaksi agar semua tetap suci sampai tiba masanya nanti.

Wahai pihak ikhwan, jagalah kata-kata dan pandangan. Berilah teladan bahwa kalian adalah pemimpin yang terjaga dan siap menjaga. Jangan nodai interaksi dengan kata atau tulisan rayuan yang bisa menggelincirkan hati. Fokuslah pada apa yang harusnya dipersiapkan.

Jika semuanya memang sudah siap dan mantap. Segerakan saja harinya. Bukankah taaruf hanya untuk lebih meyakini bahwa dialah orang yang selama ini dicari. Sudah memenuhi kriteria berdasar tuntunan Nabi. Mendorong untuk lebih cepat menikahi.

Berumah tangga bukan untuk sebulan dan setahun saja. Tapi selamanya. Tak cukup jika hanya modal cinta. Harus disertai segudang ilmu dari Sang Pemilik Cinta. Karenanya lebih baik gunakanlah waktu untuk merperdalam ilmu agama. Manfaatkan masa taaruf untuk mendiskusikan segala persiapan. Memastikan visi dan misi telah sejalan.

Banyak orang sukses menjaga hati saat sensiri. Namun tergelincir dimasa taaruf. Untuk itu berhati-hatilah! Kencangkan sabuk iman. Tegakkan aturan interaksi syar'i. . Jangan sampai tergelincir di masa transisi. Insya Allah saat halal nanti, Allah lipat gandakan kebahagiaan yang dinanti.

*Pengasuh MQ.Khodijah Al-Qubro, Revowriter Kalsel

#JagaDiriSaatSendiri
#JagaDiridiMasaTransisi
#JagaDiriKapanSajaDimanaSaja
#IslamMemuliakanWanita
#IslamRahmatanLilalamin

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!