Tuesday, March 27, 2018

Virus Merah Jambu Remaja; Arahkan pada Koridor Semestinya



Oleh: Linda Wijayanti

|| Cinta...
Kini sudah direkayasa
Diolak alik
Semanis madu
Tapi berbisa...||

Hey, Sob. Tak asing kan dengan virus merah jambu? Virus merah jambu adalah virus yang menyusup pada relung-relung kalbu. Membuat debaran hati tak menentu. Mabuk kepayang hingga pikiran pun melayang-layang. Memikirkan si do'i.

Ya, membicarakan tentang cinta memang tidak akan ada habisnya. Selalu aja ada kalimat untuk mengupasnya. Apalagi di kalangan remaja yang memang sedang mulai tumbuh benih-benih ketertarikan pada lawan jenis. Namun, musti hati-hati nih, Sob. Seperti lirik lagu di atas, cinta itu semanis madu tapi juga berbisa.

Iya, Sob. Cinta itu manis. Membuat orang yang DILANdanya mendadak romantis abis. Menjangkit kawula muda berlomba-lomba berpuitis. Menggombali kekasih yang manis. Duh, miris.

Gombalannya serupa Dilan kepada Milea yang membuat remaja berbondong-bondong menirunya. Sebetulnya sih ga ada yang salah dengan gombalan sih, Sob. Asalkan dipakai di saat yang tepat kepada orang yang tepat. Misalnya gombalan suami kepada isteri atau sebaliknya untuk melanggengkan cinta agar tetap menyala. Bukan gombalan ala remaja picisan untuk merayu sang pujaan. Catet ya, Sob.

Tak hanya itu, cinta pun bisa berbisa, Sob. Membuat orang yang DILANdanya berduka. Sebab cinta yang belum saatnya. Hanya nafsu yang berbicara. Masa depan binasa cuma bisa berderai air mata dan sesal adanya. Bahkan sampai meregang nyawa.

Itu merupakan potret remaja jaman now. Yang menjajakan nafsu atas nama cinta. Cinta yang belum saatnya sudah didedah hingga kuncup pun layu. Tak ada semerbak harum apalagi keberkahan ataupun ketentraman. Semoga itu bukan kalian ya, Sob.

Melampiaskan cinta dengan pacaran ataupun gaul bebas yang kebablasan. Hal itu bertambah subur bak jamur di musim hujan sebab adanya man teman yang bilang "Ga pacaran itu cupu" "Ga pacaran itu ga gaul" dan masih banyak kalimat yang lainnya. Yang membuat sesak dada para remaja yang kokoh imannya. Betul ga, Sob?

|| Kalau cinta
Sudah direkayasa
Banyak bocah disulapnya dewasa
Budi yang kaya
Adat budaya
Tak lagi terjaga ||

Terusan lirik lagu "Rekayasa Cinta" di atas yang dipopulerkan oleh Mbk Inul, seolah menggambarkan keadaan riil yang melanda remaja kita. Bagaimana tidak, dengan cinta yang membuat mabuk kepayang menjadikan hati bermuram durja bahkan kehilangan akal sehatnya. Hingga tak pelak akhlak tertanggalkan dan syari'at Islam pun diterjang.

Lantas, bagaimana solusinya?

Cinta merupakan anugerah Allah SWT yang ada pada setiap manusia. Naluri melestarikan jenis (Ghorizah Na'u) ini melekat pada setiap diri. Jika tidak terpenuhi akan mengakibatkan kegelisahan. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Untuk itu, naluri ini membutuhkan penyaluran yang sesuai syari'at agar tidak membinasakan, Sob.

Di dalam aturan Islam telah dijelaskan dengan gamblang. Saat seseorang telah siap lahir batin dan siap segalanya, diarahkan untuk menyegerakan pernikahan. Agar terjaga dari kemaksiatan dan terjaga kehormatannya.

Jika belum siap? Bagi yang belum siap seperti kalian para remaja nih, Sob. Hendaknya berpuasa agar menjadikan perisai dari nafsu yang mendera. Agar nafsu tidak menjalar dengan liar. Juga agar selamat dari rayuan kemaksiatan seperti zina.

Tak hanya itu, agar virus merah jambu pada koridor yang benar. Sebagai remaja Muslim musti cerdas ya, Sob. Yaitu dengan memanfaatkan masa remaja sebaik mungkin.

Pertama, dekatkan diri pada Allah SWT. Isi hari-harimu dengan ketaqwaan padaNya. Sebab, masa muda kelak akan ditanyakan olehNya "Untuk apa masa muda kita, kita habiskan?"

Kedua, alihkan cinta dengan lebih berbakti kepada orang tua dan sahabat juga kerabat. Dengan mengalihkan cinta ini, ketertarikan terhadap lawan jenis bisa diredam. Selain itu, bukankah mencintai orang tua adalah ibadah yang telah diwajibkan olehNya. Sebab orang tua adalah pintu surga paling tengah. Maka, selagi mereka masih hidup, jangan sia-siakan ya, Sob.

Ketiga, cari sahabat taat. Sebab sahabat punya peran penting dan sangat berpengaruh pada diri, Sob. Bahkan Rasulpun bersabda bahwa agama seseorang bergantung dari agama sahabatnya. So, musti hati-hati memilih sahabat. Carilah sahabat yang membawamu pada taat. Yang jika engkau melihatnya, Allah dan surgaNya terasa lebih dekat. Bukan begitu, Sob?

Keempat, sadari bahwa remaja adalah pewaris masa depan. Peran ini sangatlah krusial mengingat keberhasilan suatu peradaban bergantung para pemudanya saat ini. Jika remajanya taat, maka kebaikan akan terpendar. Sebaliknya, jika remajanya rusak, rusak pula peradaban masa depan. Sadari betul ya, Sob.

Kelima, masa remaja adalah masa untuk melejitkan prestasi. Sehingga akan menjadikan semangat untuk mengukir prestasi. Baik akademik maupun non akademik. Apalagi bagi teman-teman yang akan menghadapi Ujian Sekolah ataupun Ujian Nasional. So, fokus belajar, Sob. Agar kelak dapat meniru jejak Al Fatih sang penakluk Konstantinopel yang dalam masa belianya telah mengukirkan tinta emas sepanjang zaman.

Nah, udah jelas kan, Sob? Bagaimana pentingnya masa remaja. Mendekatkan diri padaNya. Isi masa remaja dengan ketaatan. Taat di setiap waktu dan tempat. Mendalami ilmu agama. Untuk itu, Yuk, Ngaji. Memperdalam ilmu agama agar selamat di dunia dan dapat ridhoNya. Agar kita tak terjerat ke dalam kubangan kemaksiatan. Agar fitrah cinta tetap terjaga. Mengarahkan virus merah jambu pada koridor semestinya.
Wallahu 'Alam Bishshowaf

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!