Saturday, March 24, 2018

Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan

Oleh : Ummu Enzi (Komunitas Muslimah Peduli Generasi dan Penggiat Revowriter)



'Gue kan sudah dewasa, jadi gue sudah bisa menentukan pilihan hidup gue.'



Aih, memang maksudnya dewasa tuh gimana sob? Apa yang ada dalam benakmu sobat, kala mendengar kata dewasa? Suara tambah gede? Tumbuh jakun? Gak boleh cengeng? Mimpi basah? Pacaran? Wow... 



Atau ada yang berpandangan bahwa dewasa adalah ketika sudah punya KTP dan SIM. Berarti boleh pula pacaran dan menentukan beberapa pilihan dalam hidupnya?



Kalau kita perhatikan ada aja orang yang tambah tua tapi kelakuannya persis anak-anak. Udah remaja dewasa, tapi masih doyan ngambek dan cengeng kaya balita ketika menghadapi masalah yang baru seujung kuku. Belum lagi yang semuanya minta diladeni orang tua. Dari nyiapin perlengkapan sekolah, baju, dll. Ada masalah sedikit saja, sudah mau kiamat rasanya. Wah, jika seperti itu, masa bisa dibilang dewasa? Itu sih hanya nambah umur tapi kelakuan gak berubah dengan bertambahnya umur.



Tumbuhnya jakun, rambut ketiak, suara tambah berat, dan beberapa perubahan fisik lainnya, itu adalah hal alami yang akan dialami oleh setiap orang. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu adalah pilihan. Bisa jadi orang bertambah umurnya serta menjadi dewasa secara fisik namun secara psikosis maupun pemikirannya belum dewasa. Inilah yang harus kita bahas sob. Kenapa? Karena Allah akan menghisab perbuatan manusia saat manusia tersebut sudah dewasa atau akil baligh. Sedangkan perubahan-perubahan fisik tidak akan dihisab oleh Allah. 
Lalu, apa sih arti dewasa yang sebenarnya sob?



Para ulama fikih bersepakat bahwa dewasa atau akil baligh adalah telah sampainya batas taklif atau pembebanan hukum syara pada manusia. Kondisi baligh untuk laki-laki biasanya ditandai dengan ihtilam atau mimpi basah sedangkan pada perempuan ditandai telah mengalami menstruasi atau haidh. Dengan memasuki pada masa baligh, berarti seorang muslim sudah menjadi mukallaf. Mukallaf sendiri adalah pembebanan hukum syara secara sempurna sehingga setiap amal perbuatannya sudah dihisab oleh Allah.



Nah sobat, jadi ketika kalian bilang bahwa gue sudah dewasa dan gue bisa menentukan sendiri jalan pilihan jalan hidup gue, sebenarnya tidak terlalu salah. Tapi, tentunya pilihan-pilihan hidupnya sudah harus berlandaskan aturan dari sang pembuat hidup. Tidak bisa semau gue dalam menentukan pilihan amal perbuatannya. Atau jangan-jangan idiom tersebut hanya untuk menghindari 'kekangan' orang tua? Bukan nuduh yah, tapi memvonis. Hehe...



Dalam hidup itu selalu menemui pilihan-pilihan yang harus dipilih. Maka dalam menentukan pilihan hidupnya, tentulah menggunakan panduan yang jelas. Islam sudah memberi buku panduan utama dalam beramal yaitu Al Qur'an dan ash shunnah. Alquran dan ash shunnah menjadi tuntunan kita dalam bertindak. Jika sobat sudah baligh, maka semua perbuatannya harus mengikuti panduan tersebut. 
Rasulullah SAW bersabda, “Diangkatkan pena (tidak dibebani hukum) atas tiga (kelompok manusia), yaitu anak-anak hingga baligh, orang tidur hingga bangun, dan orang gila hingga sembuh." (HR Abu Dawud). Orang gila dalam hadis ini menunjukkan orang yang tidak berakal.


Namun tentunya harus ada proses agar proses menjadi dewasanya kita tidak berjalan alami begitu saja. Perlu ada upaya untuk mendewasakan pola pikir dan pola sikap kita kita. Dengan mengandalkan pelajaran agama saja di sekolah rasanya tidak akan cukup. Apalagi jika tidak ditunjang pembelajaran agama di rumah. 
Maka sobat, sudah seharusnya kita up grade pemikiran kita sehingga semakin bertambah usia semakin dewasa pula pemikiran kita. Trus gimana donk cara up grade pemikiran kita? Yup, ngaji lah jawabannya. Ngaji Islam dan rutin mendatangi majelis ilmu harus menjadi jadwal sobat semua. Dengan mengkaji Islam secara rutin, maka pola piker dan pola sikap kita akan bisa diarahkan sesuai aturan Islam. Arah hidupmu saat dewasa menjadi jelas dan terarah. 



So, jadikan Islam sebagai panutan dan tuntunan hidupmu sobat. Pasti sobat semua bisa menjalani kedewasaan dengan sukses di dunia dan maupun akhirat.

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!