Thursday, March 15, 2018

The True Love




Oleh: Minah, S.Pd.I
(Pengajar/Praktisi Anak dan Remaja, Anggota Komunitas Revowriter)

Sering seorang terjebak pada cintanya, ia mencintai sesuatu, berjuang untuknya, akan tetapi, sebenaranya apa yang ia cintai itu adalah keburukan yang dianggapnya kebenaran.

Cinta emang membingungkan, ada yang salah dalam mengartikan sehingga cintanya palsu dan semu, padahal yang diinginkan adalah the true love yakni cinta sejati.

Seorang astronom berkata cinta adalah bintang setia kepada penguasa alam, penyair berkata cinta adalah permainan kata-kata, koki berkata cinta adalah menu yang lebih manis daripada coklat. Lalu kalau menurut kamu cinta itu apa? Hayooo jawab. katanya sih cinta itu perasaan mendalam yang tak dapat diukur, hmm… mendalam? Emang sumur. Heee sumur emang dalam. katanya sih cinta itu buta alias “love is blind!” dan mampu membuat orang buta. Buta karena melanggar syariat.

Cinta adalah perasaan terdalam dari lubuk hati kita tentang kasih-sayang, Cinta adalah bunga indah yang bikin hidup lebih hidup. Cinta merupakan anugerah terindah dalam hidup manusia untuk saling mengasihi. Cinta adalah kekuatan yang bisa mengalahkan segalanya. Hmm… Cinta bisa membuat bahagia, tapi juga sedih luar biasa: tertawa sekaligus menangis. Itulah ungkapan remaja.

Lantas, cinta sejati itu seperti apa? Cinta pertama? Berjuta rasanya dan sulit untuk dilupakan. Katanya sih cinta pertama itu yang dari mata jatuh ke hati akhirnya pacaran. Pegang-pegangan depan umum, nggak malu? urat malunya putus kaleee. Hmmm.

Tahu nggak sobat, cinta pertama itu banyak gombalnya, katanya cinta adalah pengorbanan, tak enak makan, tak enak tidur jika tak  melihat dirinya, hanya dirimu yang ada di hati… hmm gombalannya. Kalau cintanya diterima senengnya minta ampun, lah… kalau ditolak jadi berabe apalagi kalau diputusin, serasa makan nggak nafsu, tidur nggak bisa, dunia serasa runtuh, hidup serasa tak bermakna sehingga ingin segera mengakhirinya. Wuihhh tragis ya, ini nih cinta buta, bukan cinta sejati.

Sobat, cinta itu adalah anugerah dari Allah, janganlah menodai cinta itu kejalan yang salah, ekspresi cinta dengan pacaran itu salah besar, berujung dosa. 

            Cinta adalah fitrah, anugerah dari Allah. Cinta atau bahasa arabnya al hubb, merupakan lawan dari benci. Kecenderungan alami pada sesuatu yang lezat, enak, nyaman, suka dan senang. Kalau menurut (KKBI) Cinta adalah rasa suka, sayang, terpikat, ingin, rindu, pengharapan, sedih dan ingat.

            Jadi, “ Cinta adalah kecendrungan dan rasa; baik rasa suka, sayang, terpikat, ingin, rindu, pengharapan, sedih dan ingat dari pecinta kepada yang di cintai “.

Allah SWT mengajarkan kepada manusia melalui Rasulullah Muhammad SAW bahwa yang paling mengetahui hakikat kebaikan dari rasa cinta yang tumbuh pada manusia adalah Allah semata. Cinta sejati adalah cinta yang tumbuh karena ketaatan kita kepada Allah, sesuatu yang dicintai Allah, pastilah baik untuk manusia, sebaliknya, sesuatu yang dibenci Allah, pastilah buruk untuk manusia.

Allah SWT berfirman dalam  TQS. Al-Baqarah ayat 216, yang artinya: “… boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.”
Sabda Rasulullah SAW :

“Siapa saja yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka berarti ia telah sempurna imannya.”

Cinta sejati yakni Cinta Allah Swt, cinta Rasulullah saw, Cinta kaum Muslimin, cinta kekasih kita pada saat yang tepat dan cara yang tepat sesuai syariat yakni dengan jalan menikah.

Aturan Islam bukan untuk mengekang cinta, namun untuk mengatur penyaluran cinta agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan, kalau cintanya disalurkan dengan pacaran maka akan berdosa, yang akan mendatangkan murka Allah. Tapi jika sesuai Islam penyaluran cintanya maka akan bernilai ibadah. Karena jalan yang benar bukan pacaran tapi dengan menikah.

Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu (menikah dengan berbagai macam persiapannya) hendak menikah karena menikah lebih menundukan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa (pemutus syahwat) baginya.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu sob, ayo tentukan pilihanmu untuk menentukan cinta sejati yang semata-mata hanya ingin menggapai ridho Allah. Karena cinta sejati itu memikirkan kebaikan yang dicintai selama-lamanya, jujur dan apa adanya pada yang dicintai, serius dan bersungguh-sungguh dalam mencintai. Maka, cintailah anak, istri/suami, orang tua, dan seluruh harta benda dalam kerangka cinta kepada Allah dan Rasul. Wallahua’lam.






SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!