Tuesday, March 27, 2018

Remaja Taat dari Pendidikan Hebat




Oleh:Mulyaningsih, S.Pt
Ibu Rumah Tangga, Pemerhati keluarga, anak dan remaja

Baru tiga bulan tahun 2018 kita lalui. Tapi ternyata banyak sekali kasus yang terjadi di negeri ini. Yang membuat miris adalah para pelakunya yang masih berusia belasan tahun. Padahal mereka seharusnya sibuk dalam hal sekolah, sibuk dalam hal mencari ilmu serta berinovasi guna menymbangkan ide-ide brilliant mereka. Ternyata fakta berbicara lain, sungguh jauh dari perkiraan awal.

Adanya beberapa kasus terkini yang pelakunya adalah remaja (anak sekolah) membuat hati teriris-iris. Apalagi bagi kaum hawa, karena mereka yang selama ini susah payah mengandung, melahirkan, membesarkan, mengajari dan mendidik nyaris tak berbekas sama sekali. Apakah sebenarnya yang terjadi? Ini salah sang Ibu atau kah anak ataukah sekolah? Mungkin pertanyaan itu yang akhirnya muncul.

Beberapa kasus yang menyeret para remaja diantaranya adalah kasus pembunuhan, pengonsumsi narkoba serta pergaulan bebas. Masih segar di pikiran kita bahwa ada siswa yang dengan sengaja memukuli gurunya sendiri. Guru yang mengajarinya, mengayominya serta mendidiknya. Ya, itulah fakta remaja sekarang sangat brutal dan membabi buta. 

Kejadian tersebut mewarnai media massa ditanah air. Banyak pertanyaan yang akhirnya muncul, mengapa mereka tega melakukan iti semua? Apa sebenarnya motif dibalik itu semua?

Salah satu yang sedang melanda kaum remaja sekarang adalah krisis identitas. Krisis yang membuat mereka mencari terkait dengan jati mereka.banyak pertanyaan yang akhirnya muncul dalam benak mereka. Siapa sebenarnya saya? Mau apa saya dan mungkin masih banyak pertanyaan yang lainnya. Dengan begitu mereka akhirnya mencari jati diri mereka. Ada yang berhasil menemukan jati diri, tak sedikit juga yang akhirnya gagal.

Akhirnya adalah satu kata yang muncul, yang penting gue eksis. Itulah gambaran yang nyata sekarang ini. Mereka berkumpul dan membentuk genk-genk. Contohnya adalah genk motor, genk sekolah dan yang lainnya. Akan tetapi perwujutan yang mereka lakukan adalah aktivitas yang salah kaprah. Mereka melakukannya dengan cara tawuran antar remaja, kebut-kebutan di jalan raya atau bahkan memalak teman sebaya mereka. 

Belum lagi yang terlibat narkoba. Tak sedikit remaja yang terjerat dalam kasus ini. Mulai dari remaja SMA dan SMP bahkan anak masih bau kencur juga ternyata bisa terjerat dalam kasus ini. Sungguh remaja sekarang sudah dalam level siaga.

Lantas kemudian timbullah pertanyaan dalam benak kita, inikah yang kita inginkan pada generasi remaja sekarang? Akankah masa depan gemilang dan keemasan akan kembali diraih jika kaum remaja kondisinya sangat memprihatinkan seperti gambaran di atas?

Ditambah lagi dengan parahnya dunia pendidikan sekarang. Mereka tak mau tau ketika menjelang ujian akhir, menghalalkan segala macam cara agar mendapat nilai yang tertinggi, tak mau belajar dengan tekun dan giat, malah hanya dengan solusi yang praktis dan menyesatkan. Jual beli kunci jawaban dan ijazah sekolah menjadi hal yang lumrah. Mereka tak berpikir dampak apa yang akan ditimbulkan dikemudian harinya. Hanya menginginkan hal-hal yang instan tanpa mau berusaha dengan sebaik mungkin. Ini merupakan potret buram dunia pendidikan sekarang. Generasi remaja sekarang hanya mementingkan permasalahan dunia semata tanpa mau berpikir untuk hari kemudian. Berbagai permasalahan diatas bisa terjadi karena memang adanya pemahaman pemisahan antara Islam dengan masalah dunia. Itulah yang dinamakan sebagai sekulerisme, yang telah subur dan mengakar di dunia pendidikan sekarang bahkan di negri-negri yang mayoritas rakyatnya beragama Islam.

Penanaman ide sekulerisme pada setiap sekolah membuat para pelajar akhirnya jauh dari Al Qur’an. Dengan ada ide ini maka yang terjadi adalah tercerabutnya ilmu dari pola pikir manusia sehingga akan menyingkirkan wahyu dari Allah sebagai dasar utama pendidikan. Jika pemikiran manusia jauh dari wahyu maka sangat berpengaruh kepada pola sikap dan kepribadiannya secara keseluruhan. 

      Sekulerisasi dalam hal ilmu pengetahuan juga akan memfasilitasi pada pemikiran-pemikiran asing lebih leluasa untuk masuk di benak kaum terpelajar. Pemikiran-pemikiran asing yang muncul akan menjadi bahan bakar kemunafikan, sehingga ditengah-tengah umat akan bermunculan kaum munafik. Karena seyogyanya pemikiran yang ada dibenak mereka pastilah bertentangan dengan Aqidah Islam. 

Fakta sejarah menyebutkan bahwa dahulu Islam pernah berjaya selama 13 abad lamanya. Kala itu semuanya maju, termasuk dalam dunia pendidikannya. Banyak dari kaum muslim yang berhasil menemukan karya-karya terbaik mereka, yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh manusia secara umum. Semua itu ternyata tak lepas dari adanya dukungan (peran) Negara dan sistem yang memang mendukung. Pada saat itu, dunia pendidikan berbasis (dasar) pada aqidah Islam. Hal tersebutlah yang mengantarkan semua insan muslim untuk menuntut ilmu tanpa mengenal batas usia, suku dan asal. Mereka dipacu untuk bisa melahirkan karya-karya yang mampu dimanfaatkan oleh banyak orang. Kemudian juga sarana dan prasarana didukung sepenuhnya oleh Negara (Khilafah), salah satunya adalah banyaknya perpustakaan-perpustakaan yang menyediakan buku yang lengkap sebagai contoh adalah perpustakaan yang berada di Andalusia. 

Tokoh-tokoh muslim banyak yang menjadi penemu tersohor. Contohnya adalah Al kawarizmi beliau menemukan angka nol, Al Haysam penemu konsep optik. Dalam Islam orang-orang yang berilmu pastilah dia juga akan menjadi seorang ulama yang mempunyai tingkat ketaqwaan yang sungguh luar biasa. Sebagai contoh adalah sosok Imam al-Syafi’I, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Hanafi al-Ghazali, Ibnu taymiyah dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua adalah sosok ulama yang dikagumi oleh umat dan menjadi teladan. 

Dari contoh diatas sudah seharusnya kita dapat mengembalikan kejayaan Islam, tentunya harus merubah sistem yang ada sekarang ini dengan sistem yang berasal dari pencipta kita yaitu Alah SWT. Mari kita sama-sama mewujudkan kembali masa keemasan yang telah Rasulullah contohkan pada kita. Dan juga sebagai bukti memenuhi panggilan aqidah dan keimanan kita maka wajib-lah untuk berjuang bersama, menempa diri bersama dengan cara mengkaji ilmu-ilmu Islam agar kejayaan Islam dapat kembali mewarnai dunia ini.[ ]



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!