Wednesday, March 21, 2018

Remaja Hebat, Taat Syariat Jauhi Maksiat!


Oleh : Diana Ummu Nusaibah (Anggota Revowriter Bogor, pemerhati sosial)


Sobat, jadi remaja itu sesuatu. Apalagi masa-masa putih abu. Serasa, masa yang tak mudah untuk dilupakan, tentu. Setiap jengkal waktu yang terus bergulir, membuat kita semakin enggan beranjak. Eits, masa mau remaja mulu? Setiap makhluk hidup pastinya akan tumbuh dan berkembang.


Kita tak akan pernah selalu menjadi bayi yang cuma bisa nangis setiap kali inginkan sesuatu. Atau kita pun tak bisa memaksa, ingin selalu jadi remaja walau usia semakin menua. Nah, sobat saat fase remajalah, manusia akan mencari jati dirinya.


Who am I? 



Hayooo... Siapa yang nilai bahasa Inggrisnya excellent? Cunggg. Yes! Siapa aku? itu terjemahannya. Anak SD juga pasti bisa nerjemahinnya.



Btw, selama kita hidup di dunia. Pernahkah kita berfikir. Siapakah aku? Aku adalah .. jreng.. jreng.. jreeenggg. Superman! Batman! Wonderwoman! Huaaa, itu semua khayalan palsu ya, sob. Mana ada manusia yang bisa terbang tanpa bantuan alat. Emangnya manusia punya sayap? ߘJ


Lah, terus seberapa pentingnya sih kita mengenali diri kita sendiri? Penting banget sob! Kalau kita tidak faham kita itu siapa? Berasal darimana? Akan kemana? dan mau ngapain aja di dunia? Itu sama aja, kaya kita seperti sampah di derasnya aliran sungai. Ngambang, sob! 


"Kita kan manusia." Lah iya, siapa juga yang bilang kita bukan manusia. Tapi manusia macam apa? Manusia yang beragama ataukah tidak. "Jelaslah, kita kan islam. Liat aja di kartu pelajar, akte, KK, ada juga yang sudah punya KTP. Kita itu islam dari lahir!" Ya. Tapi sebatas Islam keturunan. Tidak memahami betul, Islam yang sesungguhnya. Lah, tentang dirinya sendiri aja masih linglung ߘĮ


Kalau benar kita manusia yang beragama. Apalagi beragama Islam. Yang menuhankan Zat yang Maha Esa tiada dua, tiga dan seterusnya. Al Khaliq, sang Pencipta alam semesta. Semestinya, kita tak boleh menduakan-Nya. Mematuhi seluruh perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.


Sejatinya, setiap hamba itu adalah budak, sob. Hah, budak?? Iya, budak yang mengabdikan hidup dan matinya hanya kepada majikannya. Siapa majikan kita? Yang menghidupkan dan mematikan. Yang mengampuni semua khilaf, tanpa memandang seberapa besar dosa kita. Yang memberikan nikmat yang tak pernah bisa kita hitung. Adalah Allah, tuhan kita. 

Allah SWT berfirman:


قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ 


"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 162)


Jadi, clear ya sob. Bahwa kita ini adalah hamba-Nya. Sungguh, kalimat indah pengakuan kita sering kita ucapkan. Bahwa hidup dan mati kita semata untuk Allah. Tak layak kita bermaksiat kepada-Nya.


Tawuran, pacaran, males belajar, suka tinggalkan sholat, jago nyontek, tukang bohong, doyan durhaka ke orangtua, dan kemaksiatan lainnya, iti semua bukan aktivitasnya remaja hebat. Melainkan kebiasaan remaja yang ahlu maksiat. 


Yuk, jadi remaja hebat yang selalu berusaha untuk ta'at dan tentunya anti maksiat. Remaja Hebat, ta'at syari'at jauhi maksiat!

Salam, remaja hebat.


Editor : Hardi Jofandu, Humas Komunitas Remaja Islam Hebat

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!