Sunday, March 18, 2018

Remaja Dalam Rengkuhan Syahwat


Oleh: Dwi Rahayuningsih, S.Si

Miris, jumlah remaja yang sudah terpapar seks makin hari makin meningkat.  Sekitar 62,7% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah .  20% dari 94.270  perempuan yang mengalami hamil di luar nikah juga berasal dari kelompok usia remaja dan  21%  diantaranya pernah melakukan aborsi. Lalu pada kasus terinfeksi HIV dalam rentang 3 bulan sebanyak 10.203 kasus, 30% penderitanya berusia remaja. Dan data tersebut diperkirakan akan terus meningkat tiap tahunnya.

Bahkan pengamat masalah sosial, Devie Rahmawati, mengatakan 93 persen remaja pernah melakukan Hubungan seks. Hal itu dipaparkannya dalam program Forum Indonesia, Kamis (30/4/2015. Metronews.com). 

Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa (baligh). Pada masa ini, terjadi berubahan fisik, psikis, dan hormon. Secara ilmiah, perubahan ini juga memicu terjadinya perubahan emosional. Kenyataan yang ada, masa remaja kerap kali dijadikan sebagai legalisasi atas perbuatan-perbuatan tertentu seperti pacaran termasuk di dalamnya melakukan hubungan seks. Dengan dalih pencarian jati diri, remaja acap kali mencoba-coba hal-hal baru yang sebelumnya tidak mereka lakukan. 

Pergaulan bebas lahir dari paham liberal, yang menjunjung tinggi kebebasan. Setidaknya ada 4 kebebasan yang dijamin pemerintah dalam system demokrasi. Kebebasan perpendapat, kebebasan beragama, kebebasan kepemilikan (ekonomi) dan kebebasan berekspresi (tingkah laku). Paham ini memiliki banyak derivate (turunan) yang sudah diadopsi oleh generasi Indonesia khususnya remaja. Salah satu diantaranya adalah pergaulan bebas.

mudahnya akses internet, tayangan film dan sinetron remaja yang sarat akan kebebasan serta tontonan yang tidak mendidik turut menyumbang pergaulan bebas di kalangan remaja belasan tahun ini. Meski tidak dipungkiri juga kondisi keluarga yang tidak harmonis, Ibu yang lebih memilih untuk aktiif di ranah public atau bekerja juga menjadi penyebab pergaulan bebas. Remaja yang harusnya masih membutuhkan kasih sayang dan bimbingan orang tua harus mencari jaln sendiri untuk menapaki masa depan.

Hanya Islam sistem yang memberi aturan menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam hal pengasuhan anak. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Sebagai bekal untuk menapaki jalan Panjang kehidupan. Baik kehidupan dunia maupun kehidupan akherat. Ibu sebagai al ummun wa rabbatul bait, adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Dia wajib membekali anak-anaknya dengan aqidah Islam sebagai pondasi dasar ketaqwaannya.

Pembentukan karakter dimulai sejak dini. Dengan menanamkan keimanan serta kecintaan kepada Allah dan Islam akan membentuk kepribadian Islami pada anak. Sehingga ketika anak bersentuhan dengan dunia luar, setidaknya sudah memiliki bekal iman untuk membedakan mana yang jalan benar dan mana jalan yang fasad.

Ketika menjelang masa baligh, Ibu wajib membekali anak dengan pemahaman yang benar. Menyangkut masalah apa saja yang harus dilakukan ketika sudah memasuki baligh. Termasuk tanda-tanda baligh yang akan merubah bentuk fisik serta fungsinya. Pendidikan seks juga perlu diberikan agar anak paham bahaya melakukan seks pra nikah. Apa akibat yang akan ditimbulkannya serta dosa dan sanksi yang harus ditanggungnya.

Namun tidak cukup hanya keluarga yang memberikan bekal kepada anaknya untuk menangkal pergaulan bebas ini. Diperlukan peran negara dalam menegakkan system Islam yang mengatur urusan ini. Misalnya negara tidak membolehkan tayangan televise yang mengumbar kebebasan, memblokir situs-situs porno yang beredar termasuk memberikan sanksi yang tegas bagi pihak-pihak yang dengan sengaja memproduksi serta mengedarkannya.

Lebih dari itu penerapan Islam kaffah harus diwujudkan. Pasalnya penyebab utama dari segala kerusakan remaja termasuk pergaulan bebas yang berakibat seks pra nikah bersumber dari system demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan. Jika hal ini terus diabaikan maka tunggulah kehancuran negara ini. Remaja sebagai generasi penerus bangsa, yang akan mewarisi negara ini. Jika pewaris negara sudah rusak dari awal, lalu apa lagi yang akan diharapkan dari masa depan negara ini?
So, jaga remaja kita dari pergaulan bebas dengan penerapan system Islam yang sempurna.     

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!