Thursday, March 15, 2018

Racun Happily Ever After


Oleh : Vinci Pamungkas, S. Pd


"They live happily ever after" adalah kata-kata yang selalu diucapin narator di film putri-putrian besutan Walt Disney. Ga ketinggalan setting filmnya saat mereka akad nikah. Klasik banget ya...

Film putri-putrian ini masih tetep jadi ranking 1 lho di hati anak-anak terutama anak perempuan. Mau jaman old atau jaman now, seleranya sama. Buktinya, film Cinderella punya banyak versi. Mulai dari versi kartun jadul, versi manusia settingan jaman old, sampe versi Cinderella yang ketinggalan hp, bukan sepatu kaca. Setiap versi yang nonton bejibun. Belum lagi film beauty and the beast, snow white, sleeping beauty, rapunzel, dan yang teranyar frozen.

Kita mungkin ga ngeh, happily ever after jadi magic word yang masuk ke pikiran bawah sadar kita. Bahwa setelah menikah kita akan bahagia selama-lamanya. Ga ada lagi kegalauan, kesepian, dan kekurangan uang hehehe. Tapi ternyata, kenyataan kadang tak seindah khayalan. Istri pengennya kemana-mana ada yang nemenin atau minimal antar jemput, kenyataannya boro-boro antar jemput, ngasih ongkos aja kagak. Suami mimpiin tiap hari makan makanan yang enak nan sehat buatan istri, faktanya tiap hari telor dadar lagi, telor dadar lagi pake hiasan gosong pula.

Hellow... Guys.. Girls.. Cepetan deh detox tuh racun 'happily ever after' dari pikiran kalian. Pernikahan kalian bukan pernikahan Cinderella. Menikah berarti peran kita di dunia ini jadi nambah. Yang tadinya cuma jadi hamba Allah, anak, kakak/adik, pengemban dakwah, dll setelah menikah peran kita bertambah. Bertambah menjadi seorang suami/istri, menantu, adik/kakak ipar, bahkan bisa mendadak jadi ayah/ibu jika menikah dengan yang double atau triple.

Tulisan ini bukan bermaksud nakutin para jofis alias jomblo fii sabilillah ya.. Tapi biar para single fighter mempersiapkan diri sebelum masuk ke dunia pernikahan. Agar tidak lahir shalma &Taqiy yang baru, yang menikah hanya seumur jagung. Agar tidak ada kekecewaan yang mendalam setelah menikah.

Persiapan yang pertama adalah Aqidah Islam. Tancapkan dengan kuat bahwa menikah lillah (karena Allah) dalam rangka ibadah kepada Allah. Persiapan kedua adalah ilmu. Ilmu berrumahtangga, mulai dari apa saja hak dan kewajiban suami/istri, ilmu mengurus rumah, ilmu mengatur keuangan, sampe ilmu parenting. Persiapan yang ketiga adalah mental. Sabar, legowo, amanah, dll harus kita miliki karena hidup berrumahtangga adalah bagian dari ujian hidup yang harus dilewati.

Dunia pernikahan memang berat, yakin deh dilan aja ga akan kuat. Tapi, jika pernikahan dilandasi dengan islam maka akan happily ever after di akhirat kelak. InsyaAllah



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!