Tuesday, March 13, 2018

Perjuangan Seorang Pengemban Dakwah




Oleh : Tri Rahayu HI
Menjadi seorang pendakwah itu tidak mudah, banyak yang perlu dikorbankan mulai dari fikiran, waktu, harta.

Terkadang ada saja ujian datang dari keluarga, suami, saudara, dll. Karena belum paham tentang wajibnya menuntut ilmu, sehingga dilarang.
Sebenarnya itu semua adalah ujian yang Allah berikan, sebagai objek dakwah agar dakwah kita lebih semangat.

Memang dakwah yang paling sulit itu kepada keluarga, karena keluargalah yang tau betul sifat kita dulu. Jadi ketika kita luruskan pemikirannya dibantah atau ditolak.  

Tapi gak ada yang gak mungkin, ketika kita sungguh-sungguh berdakwah kepada keluarga insya Allah luluh dan mau menerima pendapat kita. Kuncinya terus didakwahkan, sabar dan berdoa.
Sama seperti apa yang kita emban yaitu memahamkan umat tentang islam. Karena di sistem sekarang, manusia dijauhkan dari ajaran islam bahkan fobia dengan islam.

Maka teruslah berdakwah beramar ma'ruf nahi mungkar dan jangan mudah menyerah teruslah berdakwah kepada umat, jika ada yang menolak, mencaci, membenci, biarkan saja jangan dibalas.
Karena berdakwah harus lillah, kalaupun kita sebel, sakit hati, benci harus karena Allah, dan  membenci perilakunya, bukan orangnya.

Bersabarlah karena  kemenangan akan segera bangkit, tinggal tunggu waktu saja. Jika Allah berkehendah kun faya kun maka jadilah. Maka ikut berjuang atau tidak itu pilihan kita, karena ada atau tidak kita berdakwah di dalamnya, syariah dan khilafah akan segera tegak.

Dan akan ada penyaringan atau sunatullah, siapa-siapa saja yang tetap bertahan dalam mengemban dakwah dan siapa-siapa yang akan gugur.

Semoga kita termasuk orang yang Allah pilih untuk menjadi pengemban dakwah tanpa lelah karena lillah dalam menegakkan syariah khilafah.
#Komunitas Nulis Yuk, Bandar Lampung


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!