Wednesday, March 14, 2018

Penyelewengan Ibadah Bentuk Kebodohan


Oleh : Siti Fatimah (Praktisi Pendidikan – Tulungagung)

Munculnya kontroversi video ibadah umrah yang dilakukan oleh jamaah Indonesia ditanah suci yang meneriakkan butir-butir pancasila pada waktu melaksanakan sa'i serta munculnya kejadian serupa yang melantunkan syair-syair/yel-yel salah satu ormas besar di Indonesia ini menimbulkan berbagai macam pertanyaan. Mengapa mereka melakukannya dan sadarkah mereka dengan apa yg mereka lakukan ?

Sungguh tidak masuk di akal jika apa yang mereka perbuat itu merupakan bentuk kecintaan terhadap NKRI. Haruskah kecintaan itu ditunjukkan dengan menyisipkan slogan-slogan, syair-syair, yel-yel, atau apapun itu kedalam kegiatan yang bernama ibadah ? Bukankah dengan ikut menjaga aset negara supaya tidak dikuasai asing dan menjaga keutuhan NKRI supaya tdk melepaskan diri dari Negara Kesatuan itu lebih baik ? Tidak sadarkah mereka bahwa dengan mencampuradukkan keduanya yang tidak ada tuntunannya hanya menunjukkan suatu kebodohan ?

Semua orang pasti memiliki rasa cinta terhadap tanah kelahirannya akan tetapi janganlah salah mengekspresikan dan merealisasikan rasa cinta itu sehingga dapat menimbulkan dampak buruk terhadap orang lain. Bahkan saat ini pemerintah Saudi telah mengecam keras apa yang sudah jamaah Indonesia  lakukan di tanah suci. Terlebih muncul lagi video ibu-ibu yang tengah menari-nari di tanah haram. Video rombongan jamaah ibu-ibu yang  dengan lantang mendoakan orang yang telah menistakan kitab suci Al -Quran. Astaghfirullah, fenomena macam apa ini ?

Betapa ternyata ummat Islam di negara kita ini masih sangat membutuhkan edukasi, memperdalam ilmu agama terutama memperkuat akidah agar mereka paham tentang hukum syara. Sehingga paham mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan.  Tidak seharusnya ibadah ditambah-tambahi dengan yel-yel ataupun syair-syair melainkan dengan do'a-do'a dan berdzikir sesuai dengan tuntunan Rosulullah SAW.

Dari Aisyah rodhiyollohu ‘anha, bahwa Nabi - shollollohu ‘alaihi wa sallam - bersabda:

إِنَّمَا جُعِلَ رَمْيُ الْجِمَارِ وَ الطَّوَافُ وَ السَّعْيُ بَيْنَ الصَّفَا وَ الْمَرْوَةِ لإِقَامَةِ ذِكْرِ اللهِ لاَ لِغَيْرِهِ

"Sesungguhnya melempar Jumroh,
Thowaf dan Sa’i di antara Shofa dan Marwah, dilakukan hanyalah untuk menegakkan dzikir kepada Allah, bukan untuk yang lainnya."

Tidak seharusnya pula para ibu-ibu yang mestinya menjaga harga diri, martabat, dan kemuliaan sebagai ummu warobatul bait menari-nari di depan khalayak ramai karena perbuatan itu dilarang oleh agama. Wanita yg sudah  baligh dilarang untuk mengumbar aurat terlebih lagi menari meliukkan badan sehingga dapat menarik perhatian kaum lelaki. Fakta menunjukkn bahwa di Indonesia wanita dengan aurat terbuka, yang tanpa malu menari-nari menunjukkan kemolekan tubuh mereka, laksana rumput yang tumbuh subur di musim penghujan. Dimana pula akal sehat umat yang mengaku beragama Islam yang notabene berdoa untuk penista agama terlebih berdoa di rumah Allah yang agamanya dinista. Innalillahi...

Sudah seharusnyalah pemerintah serius menangani masalah ini, masalah yg berkaitan dengan ibadah secara benar. Akan tetapi bagaimana masalah ini bisa terpecahkan apabila sistem yang digunakan adalah Demokrasi. Sistem yang tidak sejalan dan compatible dengan aturan-aturan Islam. Pemerintah hanya sibuk memikirkan cara bagaimana mempertahankan dan memperoleh kekuasaan dan mengesampingkan amanah rakyatnya, mengurus dan mensejahterakan rakyat.

Pemerintah saat ini tengah  disibukkan oleh ambisi Kekuasaan sehingga kurang peka terhadap video-video nyeleneh semacam ini. Negara kita terancam terkena kartu merah oleh pemerintah Arab Saudi jika hal ini terus saja terjadi. Walaupun apa yang mereka lakukan tidak ada larangannya dan tidak membatalkan ibadah sa'i itu sendiri akan tetapi hal ini dianggap su'ul adab, tidak tau etika saat berada di negara lain dan jahil terhadap sunnah-sunnah agama.

Tidak takutkah mereka dengan ancaman Allah yang tercantum dalam surah Al-Anfal ayat 35 yang berbunyi;


وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصْدِيَةً   ۗ  فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
"Dan sholat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."

Sungguh hanya Khilafah yang mampu meluruskan fenomena ini. Hanya Khilafah yang mampu menjaga kemurnian hukum-hukum Allah SWT dari tindakan bodoh kaum munafikun dan hanya Khilafah yang mampu menjadi pelindung bagi keselamatan umat di dunia dan di akhirat.

Penulis : Siti Fatimah
               Praktisi Pendidikan - Tulungagung

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!