Wednesday, March 28, 2018

Pelangi Datang, Keluarga Berantakan

Oleh : Mulyaningsih, S. Pt (Pemerharti Masalah Anak, Remaja dan Keluarga)




Tak asing bagi kita mendengar kata-kata pelangi. Lagu anak-anak ada yang bertema pelangi, ya semua suka dengan pelangi karena warnanya yang sangat menarik hati. Beberapa warna bergabung menjadi satu mengsyaratkan keagungan Sang Pencipta, sampai-sampai rasanya mata tak mau berkedip sedetikpun ketika ia muncul.
Satu hal yang lain, pelangi yang lain adalah sesuatu yang tak sedap dipandang mata, membahayakan dan dianggap darurat bagi kelangsungan hidup manusia. Ataupun bahkan lebih dari itu dia sangat mengancam keberadaan manusia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa yang mereka lakukan sehingga keberadaannya sangat mengancam keberadaan manusia itu sendiri. 



Kelompok mereka biasanya sering disebut dengan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Keberadaan mereka sebenarnya masih sedikit alias minoritas. Berdasarkan data yang ada, menurut Profesor Euis Sunarti jumlah mereka sekitar 7 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dengan gerakan yang massif ternyata mereka dengan cepatnya bisa membesar, tentunya didukung dunia internasional. Tentunya dengan kampanye besar-besaran lewat berbagai media sosial yang ada seperti Facebook, Twitter, Instagram dan yang lainnya.



Aktivitas nyata yang mereka lakukan adalah suka terhadap sesama jenis, perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Ini adalah penyimpangan seksual yang nantinya akan mengancam keberadaan keluarga bahkan bisa jadi sampai mengancam keberadaan manusia itu sendiri. Penyimpangan seksual yang pertama kali muncul adalah ketika pada masa Nabi Luth yaitu kaum Sodom. Hal ini tergambar dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 80-83. 


“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” 


Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lainhanya mengatakan: ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. ‘Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”



Ketika itu Allah menurunkan azab-Nya kepada mereka dikarenakan sikap mereka yang tak mau mengindahkan larangan tersebut dan sombong serta membangkang. Semuanya dibinasakan kecuali para pengikut Nabi Luth yang tunduk dan patuh kepada perintah Allah. Harusnya manusia yang Allah bekali dengan akal mampu memikirkan dan melihat kejadian yang dahulu pernah terjadi, tidak malah melakukan hal yang serupa.


Perilaku yang dilakukan oleh kaum LGBT ini menimbulkan masalah serius baik bagi si pelaku maupun bagi orang lain (masyarakat). Banyak penyakit yang akhirnya bisa terjangkit pada para pelaku tersebut, diantaranya adalah penyakit kelamin menular, kanker, meningitis dan HIV/AIDS. Tak hanya itu, perilaku LGBT ini juga akan memungkinkan munculnya tindakan-tindakan criminal, seperti psikopat yang dengan mudahnya akan membunuh bahkan bisa sampai memutilasi orang lain. Sebagai contoh yang fenomenal adalah kasus Ryan (35) yang telah menghabisi sebanyak 11 nyawa manusia di Jombang, Jawa Timur.



Belum lagi akibat lain yang ditimbulkan adalah merusak fitrah manusia, dapat menimbulkan petaka sosial (pergaulan bebas kian merajalela), merusak institusi keluarga dan menghilangkan regenerasi. Akibat perilaku LGBT yang pertama adalah merusak fitrah manusia. Kita semua sadar bahwa Allah SWT menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan hak serta kewajiban yang tegas. Tidak ada bahasannya fikih homoseksual, lesbian dan yang sejenisnya. Agama manapun tak akan pernah tinggal diam terkait dengan aktivitas tersebut, pastilah ada hukuman yang menanti.
Yang kedua adalah menimbulkan petaka sosial, darisini akan memunculkan pergaulan bebas yang semakin merajalela ditambah lagi dengan mudahnya penularan penyakit seksual yang mematikan, menginveksi orang-orang yang tidak bersalah. Sebagaimana para istri yang setia dan janin yang ada di dalam kandungan sang ibu. Ditambah lagi biaya sosial yang semakin meningkat dikarenakan untuk mengatasi penyakit menular seksual tersebut, terutama HIV/AIDS. Sementara hal yang menjadi akar permasalahannya tidak pernah diberantas, yaitu hubungan homoseksual.



Merusak institusi keluarga adalah masalah ketiga yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut diatas. Keluarga sebagai bangunan yang terdiri dari beberapa orang, mempunyai tugas serta fungsi masing-masing. Bangunan tersebut biasanya terdiri dari ibu (perempuan), ayah (laki-laki) dan anak-anak. Ketika ada aktivitas homoseksual (Lesbian dan Gay) maka akan rusaklah bangunan keluarga tersebut. Ditambah lagi definisi pernikahanpun akan dirusak dan disempitkan maknanya. 


Pernikahan didefinisikan hanya sekedar menyatukan dua insan yang saling bersepakat untuk membentuk keluarga, tidak perduli terhadap jenis kelaminnya. Padahal di dalam Islam telah gamblang dan jelas terkait dengan pernikahan, bahwa aktivitas tersebut adalah bernilai ibadah untuk menggenapkan setengah agama. Menikahpun tak sekedar menghalalkan hubungan seksual tetapi juga menggapai ridho Allah.
Keempat adalah menghilangkan regenerasi, peluang untuk melahirkan keturunan yang sah dan sesuai akan terancam jika kaum pelangi ini melegalkan hubungan mereka. Bagaimana mungkin generasi baru akan lahir kedunia ini tanpa adanya pernikahan yang berbeda jenis, maksudnya adalah antara laki-laki dan perempuan. Hal yang sangat mustahil akan terwujud. Dari sini hal yang mungkin terwujud adalah hancurnya tatanan keluarga itu sendiri.



Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna, mengatur semua hal termasuk masalah pernikahan dan keturunan. Dengan bingkai pernikahan (laki dan perempuan) maka akan membentuk tatanan keluarga yang sesungguhnya serta memiliki tugas dan fungsi pada masing-masingnya. Ditambah lagi dengan hadirnya anak-anak maka akan bertambah sempurna tatanan keluarga tersebut. Kemudian keberlangsungan manusia, dalam hal ini adalah generasi penerus tetap akan terwujud Karena pernikahan yang dibingkai dengan aturan Islam. Begitupula dengan pemenuhan naluri kasih sayang yang dimiliki oleh setiap manusia akan tersalurkan dengan benar tanpa adanya penyimpangan seksual.



Maka sungguh tak layak jika kita menjadikan Barat sebagai kiblat. Mereka tak memperdulikan segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup manusia, termasuk didalamnya adalah pemenuhan naluri kasih sayang. Tak ada aturan baku bagi mereka, sehingga mereka dapat melakukannya sesuai dengan akal mereka. Artinya adalah tak lagi memperhatikan segala sesuatunya, mau melakukan pernikahan sejenispun tak menjadi masalah asalkan mereka suka dan dapat berbagi fungsi serta kewajibannya. 



Apa yang terjadi ketika itu dilakukan? Lost generation, itulah yang akan terjadi. Tak akan mungkin generasi lahir dari pernikahan sejenis. Hal ini juga menyalahi fitrah kita sebagai manusia.




Di dalam Islam penyelesaian masalah LGBT ini harus dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah. Negara wajib turun tangan terkait dengan hal ini. Dengan tangannya maka negara mampu memberangus aktivitas ini. Kemudian ditambah lagi dengan penanaman keimanan yang kuat pada diri-diri kaum muslim dan harus adanya control dari masyarakat. Dengan begitu maka kejahatan sistemik ini maka akan bisa teratasi dan tercerabut sampai pada akar-akarnya. Keluargapun akan terbangun secara utuh dengan fungsi, hak dan kewajiban masing-masingnya, yang saling bahu-membahu dan melengkapi antara suami-istri dalam mendidik anak-anak mereka. Maka akan tampak jelaslah islam yang sesungguhnya, yaitu rahmatan lil ‘alamin. 



So, jangan sekali-kali mendekat padanya yah sobat. Sebagai generasi penerus peradaban layaknya kita mesti bin kudu menjalankan kehidupan ini tak lepas dari tuntutan dariNya, Allah SWT. Tentunya dengan begitu niscaya kejayaan dan kegemilangan itu pasti dapat kita raih. Kuncinya taat serta patuh, serta tak luput pula ngaji Islamnya ya, biar nambah wawasan kita. Be the best not biasa ya sobat. []



Mulyaningsih, S. Pt
Banjarbaru-Kalsel
Pemerharti Masalah Anak, Remaja dan Keluarga
Anggota MUP Kalsel

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!