Thursday, March 15, 2018

Overpopulasi, Alasan Tak Dimengerti



Oleh : Tri Silvia (Ummahat Peduli Umat, Revowriter Tangerang)


Menurut data SNHR (Suriah Network for Human Right), Serangan terbaru rezim Assad terhadap Ghouta Timur, yang dimulai pada 18 Februari, telah menewaskan 1.002 orang. Angka tersebut mencakup 215 anak dan 145 wanita (kiblat.net, 11/3/2018). Kejadian yang sungguh sangat memilukan. Mudah-mudahan Allah menyegerakan kemenangan atas kaum Muslimin dimanapun berada dengan tegaknya syariat Islam di muka bumi ini. Aamiin. 

Data diatas harusnya mampu mematahkan pendapat para penganut ChildFree yang memakai alasan overpopulasi untuk tidak memiliki keturunan.

Childfree adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, ataupun anak angkat (Wikipedia Indonesia). 

Berikut pernyataan salah satu penganut childfree Indonesia yang dikutip dari kaskus; "Ane sendiri childfree karena ane ga tahan sama kehidupan Jakarta yang makin padet, macet dan sumpek. Ane juga ga tega liat anak ane ntar tumbuh berkembang jadi anak alay gan hahaha, apalagi melihat gaya hidup, tuntutan jaman, plus persaingan kerja jaman sekarang kayanya ane bisa was2 terus kalau jadi ortu. Ane bener2 ga tega ngorbanin anak menyuruhnya berjuang hidup cuman buat investasi hari tua ane kelak gan. Mending ane ke panti jompo banyak teman. Mungkin agan berpikir ane terlalu pesimis dan negatif thinking. Ane sama suami juga sering disebut egois sama ortu dan mertua ane gan. Padahal kalau dipikir-pikir orang childfree lebih pantas disebut pahlawan overpopulasi/ pahlawan kepadatan penduduk. Mereka rela berkorban demi masa depan bumi yang lebih baik. biar ga kepenuhan gan. Lumayan kan gan, saingan anak2 agan/wati ntar berkurang satu, secara ane ga ikut2an berkembang biak hehehe".

Overpopulasi dijadikan alasan mereka untuk tidak mau memiliki anak. Hal tersebut salah. Allah Sang Pencipta telah menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan dengan sangat seimbang. Siang Malam, Lelaki Perempuan, Bulan Matahari, Sehat Sakit, Tua Muda, Hidup dan Mati. Kesemuanya Allah ciptakan berpasang-pasangan dalam keseimbangan. Setiap orang yang wafat akan Allah gantikan dengan jiwa-jiwa baru yang suci dari dosa. Mereka lahir dalam kondisi fitrah, kedua orang tuanyalah yang membentuk sikap mereka kemudian. 

Rasulullah saw bersabda: "Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi" (HR. Bukhari).
Sebagaimana Allah telah menjadikan tua sebagai salah satu fase kehidupan sebelum mati. Begitupun dewasa, Allah jadikan fase tersebut sebagai fase pemenuhan separuh agamanya, yakni pernikahan dan memiliki keturunan setelahnya. Begitulah Allah ciptakan keindahan di setiap fase kehidupan manusia.

Sungguh Allah telah menciptakan manusia dengan berbagai potensinya. Kebutuhan Jasmani dan naluri. Salah satu naluri yang telah Allah anugerahkan kepada manusia, adalah naluri berkasih sayang dan memiliki keturunan. Naluri ini merupakan hal yang pasti ada dalam diri setiap manusia, menolaknya tidak akan menimbulkan kematian, hanya saja mereka tidak akan luput dari kegelisahan demi kegelisahan. Lihatlah bagaimana orang-orang yang childless berusaha sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan keturunan, berbagai teknologi mereka gunakan agar dapat tercapai keinginannya tersebut. 

Sehingga jelas bertolak belakang dengan fitrah jika ada orang yang menolak untuk memiliki anak. Apalagi jika overpopulasi yang dijadikan sebagai alasan, itu sangat tidak masuk akal.
Manusia pasti akan mati, segala usaha, harta, nama keluarga akan turut terkubur, luruh dengan jasadnya. Kecuali orang-orang yang memiliki anak dan keturunan, maka anak-anak merekalah yang akan melanjutkan segala yang ditinggalkan kedua orang tuanya.

Ketika kematian sudah mendekap dan membawa kita keluar dari kehidupan dunia. Hanya ada tiga perkara yang dapat membantu kita, salah satunya adalah doa anak yang sholeh.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Inilah bekal yang sebenarnya, yang harus betul-betul dipikirkan oleh mereka para pegiat ChildFree. Apakah kalian berfikir bahwa kalian akan hidup selamanya? Apakah kalian tidak takut akan mati? Ataukah kalian tidak faham akan ada kehidupan yang lebih kekal setelah dunia?
Wallahu’alam bis shawab


Biodata Singkat
Nama lengkap : Tri Silvia
Domisili : Tangerang, Banten
Aktivitas : Ummahat Peduli Umat dan Aktivis Revowriter

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!